80 Tahun KIA Dari Warisan Perjalanan Menuju Visi Mobilitas Masa Depan
Moveroad – Delapan dekade bukan sekadar hitungan waktu. Bagi Kia, 80 tahun adalah kisah tentang perjalanan panjang, keberanian menghadapi perubahan, serta komitmen untuk terus bergerak maju mengikuti denyut zaman. Pada 2025 lalu, Kia menandai tonggak bersejarah tersebut melalui sebuah seremoni khusus dan pameran bertema warisan serta visi masa depan yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan.
Perayaan ini juga disiarkan secara global melalui kanal YouTube Kia Global, menjadi ruang refleksi atas transformasi Kia dari industri manufaktur sederhana hingga menjelma sebagai salah satu pemain utama dalam lanskap mobilitas berkelanjutan dunia. Lebih dari 400 tamu hadir, terdiri dari jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, hingga mitra strategis yang turut membentuk perjalanan panjang brand ini.
Perjalanan yang Dibangun untuk Masa Depan Mobilitas
Kia didirikan pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho, awalnya berfokus pada produksi komponen logam. Nama Kia secara resmi digunakan pada 1952, bertepatan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya, sepeda 3000-Liho.
Tonggak penting hadir pada 1973 dengan berdirinya Sohari Plant kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan. Setahun kemudian, Kia resmi memasuki industri kendaraan roda empat melalui peluncuran Kia Brisa.
Baca Juga: KIA Memulai Babak Baru di Indonesia, Pasca Lepas dari Indomobil
Sejak itu, Kia terus menorehkan sejarah global melalui model-model ikonik, seperti Kia Pride (1987) yang mendunia, serta Kia Sportage (1993) yang dikenal sebagai salah satu pionir urban SUV. Transformasi besar berlanjut pada 1997, saat Kia bergabung ke dalam Hyundai Motor Group, membuka era baru dalam penguatan teknologi, skala produksi, dan jaringan global.
Momentum penting berikutnya datang pada 2005, ketika Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management secara menyeluruh. Perekrutan desainer global seperti Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer menjadi titik balik yang memperkuat identitas Kia sebagai brand otomotif yang mengedepankan desain dan emosi.
Perayaan ini tak hanya menampilkan capaian historis, tetapi juga menyoroti kontribusi sumber daya manusia lintas generasi yang membentuk filosofi dan karakter Kia. Melalui film khusus, rangkaian cerita, serta penampilan istimewa dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia, Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan bahwa kekuatan brand sejatinya terletak pada manusia di baliknya.
Baca Juga: Geely Siap Luncurkan MPV Premium Pesaing Denza, Galaxy V900
Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menyebut perjalanan Kia sebagai narasi besar tentang ketekunan dan komitmen.
“Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia.”
Sementara itu, Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song, menegaskan bahwa warisan tersebut akan menjadi fondasi masa depan.
“Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun Kia, kami menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal. Warisan ini akan terus kami jaga dan bagikan sebagai dasar untuk melangkah ke depan.”
Vision Meta Turismo: Interpretasi Baru Mobilitas Masa Depan
Dalam rangkaian perayaan tersebut, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan visi Kia terhadap era baru mobilitas. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan ruang interior bernuansa lounge, terinspirasi dari keanggunan perjalanan jarak jauh era 1960-an.
Mengusung filosofi desain “Opposites United”, Vision Meta Turismo memadukan garis futuristik dengan pendekatan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menciptakan pengalaman berkendara imersif melalui integrasi teknologi digital dan kenyamanan kelas premium.
Salah satu sorotan utama adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital Speedster, Dreamer, dan Gamer yang didukung teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Sistem ini memungkinkan informasi visual tampil secara tiga dimensi seolah melayang di atas jalan, menciptakan interaksi yang lebih intuitif antara manusia dan kendaraan.
“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” jelas Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.
‘The Legacy of Movement’, Ruang Refleksi Perjalanan Kia
Sebagai bagian dari perayaan, Kia juga membuka pameran bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menghadirkan delapan zona tematik yang menampilkan 17 kendaraan ikonik Kia, mulai dari model bersejarah hingga produk terkini, sebagai cerminan perjalanan brand selama 80 tahun.
Digelar di Kia Vision Square, pameran ini akan dibuka untuk publik hingga 2029, menjadi ruang refleksi bagaimana Kia terus bergerak, beradaptasi, dan berevolusi mengikuti perubahan zaman.
Sejak didirikan pada 1944, Kia telah melewati berbagai fase transformasi dari sepeda, kendaraan konvensional, hingga kendaraan listrik dan solusi mobilitas berbasis teknologi. Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya pada mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan EV, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan berbasis perangkat lunak.



