Wuling Starlight 560 Diam-Diam Masuk Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Prediksi Harganya
Moveroad – Gerak-gerik Wuling belakangan ini bikin penasaran. Di saat publik masih membahas lini EV mereka di Indonesia, pabrikan asal Tiongkok itu ternyata menyimpan “kejutan” lain. Sebuah SUV baru bernama Wuling Starlight 560, yang belum lama meluncur di China, diam-diam sudah terdaftar desainnya di Indonesia.
Wuling Starlight 560 resmi diperkenalkan di China sebagai SUV keluarga modern dengan pendekatan elektrifikasi lengkap. Mobil ini tersedia dalam konfigurasi 5-seater dan 7-seater, serta menawarkan tiga pilihan sumber tenaga: bensin, PHEV, dan listrik murni (BEV).
Di negeri asalnya, harga Starlight 560 terbilang ramah, mulai dari sekitar Rp 150 jutaan jika dikonversi langsung dari yuan ke rupiah.
Baca juga: Wuling “New Year New Drive”: Membaca Arah Mobilitas di Awal 2026
Menariknya, desain mobil yang identik dengan Starlight 560 kini sudah tercatat dalam Berita Resmi Desain Industri No. 4/DI/2026 yang dirilis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI.
Desain tersebut didaftarkan atas nama SAIC GM Wuling dengan nomor registrasi A00202508361. Dalam dunia otomotif, langkah ini kerap dibaca sebagai sinyal awal sebelum sebuah model benar-benar diperkenalkan ke pasar lokal.
Tampilan Modern, Aura SUV Keluarga
Dari desain yang terdaftar, Starlight 560 yang muncul di dokumen Indonesia tampaknya merupakan versi bensin atau PHEV. Ciri khasnya terlihat dari grille depan bermotif jaring persegi panjang dengan bumper bawah berbentuk trapesium.
Sementara pada versi EV, bagian grille biasanya dibuat tertutup demi efisiensi aerodinamika.
Secara ukuran, Starlight 560 tergolong SUV menengah yang pas untuk kebutuhan keluarga Indonesia, dengan dimensi Panjang: 4.745 mm, Lebar: 1.850 mm, Tinggi 1.755 mm, Wheelbase: 2.810 mm.
Baca juga: Kenali Perbedaan Garansi Mobil Listrik Wuling Darion Dibanding PHEV
Bagasinya juga fleksibel. Kapasitas standar 320 liter bisa melar hingga 1.945 liter saat kursi baris belakang dilipat. Cukup buat liburan keluarga atau membawa perlengkapan hobi.
Mesin Bensin, PHEV, sampai Full Listrik
Soal dapur pacu, Wuling cukup serius membekali Starlight 560. Versi bensin mengandalkan mesin 1.5 turbo yang menghasilkan tenaga 174 dk dan torsi 290 Nm, dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan atau CVT.
Versi PHEV mengombinasikan mesin 1.5 liter dengan motor listrik. Mesinnya menyumbang 105 dk dan 130 Nm, sementara motor listriknya punya tenaga 194 dk dengan torsi 230 Nm.
Dalam mode listrik murni, mobil ini bisa menempuh hingga 125 km, dan jika digabungkan dengan mesin bensin jarak totalnya diklaim mencapai 1.100 km.
Sementara versi BEV mengusung motor listrik 134 dk dan torsi 200 Nm, dipadukan baterai LFP berkapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh. Jarak tempuhnya berkisar 450–500 km.
Pengisian dayanya juga cepat berkat dukungan charging 2C. Dari 30 persen ke 80 persen hanya sekitar 20 menit, bahkan bisa menambah jarak 200 km dalam 15 menit.
Harganya Wuling Starlight 560
Di China, Wuling Starlight 560 dijual mulai 62.800 yuan hingga 98.800 yuan, atau sekitar Rp 152 jutaan sampai Rp 239 jutaan jika dikonversi langsung.
Namun tentu saja, harga Indonesia tak bisa disamakan mentah-mentah. Ada faktor pajak, PPnBM, logistik, hingga strategi pasar.
Jika mengikuti pola harga Wuling selama ini, estimasi realistisnya bisa berada di kisaran:
- Bensin: Rp 290–330 jutaan
- PHEV: Rp 360–420 jutaan
- BEV: Rp 390–450 jutaan
Dengan banderol tersebut, Starlight 560 bakal berhadapan langsung dengan nama-nama populer seperti Corolla Cross, Omoda E5, hingga Tiggo series.
Meski Wuling Indonesia belum buka suara, pendaftaran desain jarang dilakukan tanpa rencana. Apalagi karakter Starlight 560 cukup pas untuk konsumen Indonesia: SUV, muat 7 orang, opsi elektrifikasi, dan harga value for money ala Wuling.
Kini tinggal menunggu waktu. Jika benar mendarat, Starlight 560 bisa menjadi “kartu baru” Wuling untuk meramaikan segmen SUV elektrifikasi di Tanah Air.



