Motor

Yamaha Indonesia Jadi Laboratorium Industri Global bagi Wharton University

Moveroad – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur roda dua berstandar global dengan menerima kunjungan akademik internasional dari Wharton School, University of Pennsylvania. Kegiatan Factory Visit ini berlangsung pada 14 Januari di Yamaha West Java Factory dan diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari akademisi serta mahasiswa program MBA (Master of Business Administration) Wharton.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana praktik manufaktur berskala dunia dijalankan di Indonesia. Lebih dari sekadar tur pabrik, agenda ini dirancang untuk memberi pemahaman menyeluruh tentang strategi produksi, efisiensi operasional, hingga pendekatan lokalisasi yang membuat Yamaha Indonesia tetap kompetitif di pasar global.

Memahami Strategi Produksi Global dari Indonesia

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai sistem produksi Yamaha, mulai dari pengendalian kualitas, konsistensi standar global, hingga optimalisasi proses yang disesuaikan dengan karakter pasar dan tenaga kerja lokal. Mereka juga diajak mengamati langsung lini produksi, menyusuri setiap tahapan perakitan sepeda motor, dari material dasar hingga proses uji akhir sebelum produk dilepas ke konsumen.

Baca juga: Yamaha AEROX ALPHA Tampil Makin Berani di IIMS 2026, Warna Baru untuk Gaya Hidup Youngster

Kunjungan ini sekaligus membuka ruang diskusi mengenai tantangan dan peluang manufaktur di negara berkembang, termasuk bagaimana industri harus beradaptasi dengan dinamika teknologi, efisiensi energi, serta tuntutan pasar global.

“Sebagai manufaktur yang sudah berstandar global, Yamaha Indonesia tidak hanya ingin menghadirkan produk berkualitas tinggi sesuai kebutuhan konsumen, tetapi juga menunjukkan bahwa kami terbuka untuk mendukung pertukaran pengetahuan, baik secara nasional maupun internasional,” ujar Takagi Satoshi, Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Menurutnya, keterbukaan terhadap dunia akademik merupakan bagian dari upaya Yamaha dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

Transfer of Knowledge antara Industri dan Akademisi

Factory Visit ini menjadi cerminan komitmen Yamaha dalam mendorong transfer of knowledge antara industri dan institusi pendidikan. Bagi Yamaha, keberhasilan manufaktur bukan hanya soal mesin dan teknologi, tetapi juga soal budaya kerja, nilai perusahaan, serta sistem yang terstruktur dari hulu ke hilir.

Para peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis, tetapi juga filosofi operasional Yamaha, termasuk bagaimana efisiensi, ketelitian, dan disiplin menjadi fondasi produksi massal yang konsisten.

Salah satu peserta, Nathnael Hailu Aga Bulcho, mahasiswa MBA Wharton University, mengaku kunjungan ini memberikan pengalaman yang berkesan.

Baca juga: Yamaha Grand Filano Hybrid Tampil Sporty Ala Jepang Lewat Modifikasi “Filantoise”

“Terima kasih kepada Yamaha karena kami diberikan kesempatan luar biasa untuk melihat seluruh fasilitas dan memahami nilai-nilai penting yang membuat semuanya berjalan teratur dari awal hingga akhir. Kami mempelajari bagaimana proses produksi sepeda motor dimulai dari bahan dasar, melewati berbagai tahapan, hingga uji coba terakhir. Ini menjadi pembelajaran yang sangat bernilai dan memperkaya wawasan kami,” ungkap Nathnael.

Testimoni tersebut menunjukkan bahwa kunjungan pabrik Yamaha tidak hanya memperlihatkan proses produksi, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang budaya perusahaan yang menjadi kunci keberlanjutan industri.

Melalui kunjungan Wharton ini, Yamaha sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia bukan sekadar basis produksi, melainkan juga pusat pembelajaran industri global. Keberadaan pabrik Yamaha di Tanah Air kini menjadi etalase bagaimana manufaktur nasional mampu beroperasi dengan standar internasional, sekaligus adaptif terhadap karakter lokal.

Ke depan, Yamaha berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai sarana pertukaran wawasan lintas negara, sekaligus mendorong pengembangan manufaktur masa depan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan membuka pintu bagi dunia akademik internasional, Yamaha Indonesia tak hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga ikut mencetak pengetahuan, budaya industri, dan perspektif global dari Indonesia untuk dunia.

Related Articles

Back to top button