PT Honda Prospect Motor Siapkan Tiga Mobil Ramah Lingkungan di 2026, Ini Bocorannya
Moveroad.id – Pabrikan berlogo H itu tak ingin kehilangan momentum elektrifikasi di Indonesia. Sepanjang 2026, PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan akan meluncurkan tiga produk ramah lingkungan: dua model hybrid dan satu mobil listrik murni (BEV).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif Honda untuk memperluas lini elektrifikasi tanpa meninggalkan DNA sporty dan fun to drive yang selama ini menjadi identitas merek.
Sales & Marketing and Aftersales Director HPM, Yusak Billy, menegaskan komitmen tersebut dalam pemaparan di Sunter, Jakarta Utara.
Baca juga: Alex Palou Buka Musim IndyCar 2026 dengan Kemenangan, Honda Dominasi Top 10 di St. Petersburg
“Kami akan menghadirkan dua penyegaran model hybrid dan ditambah satu model BEV. Kami tidak hanya memperluas elektrifikasi, tapi juga memastikan karakter khas Honda yang tetap kuat di era baru ini,” ujar Billy, Selasa (3/3).
Menariknya, dua mobil hybrid yang dimaksud bukanlah produk benar-benar baru. HPM memastikan keduanya merupakan penyegaran (facelift) dari model yang sudah eksis dan dipasarkan di Indonesia.
Walau belum diumumkan secara resmi, spekulasi kuat mengarah pada model hybrid yang saat ini sudah lebih dulu hadir, seperti:
- Honda CR-V RS e:HEV
- Honda Accord RS e:HEV
Keduanya saat ini menjadi tulang punggung elektrifikasi Honda di segmen medium SUV dan sedan premium. Penyegaran bisa mencakup pembaruan tampilan, fitur konektivitas, peningkatan efisiensi sistem e:HEV, hingga penyempurnaan fitur keselamatan Honda Sensing.
Billy sendiri masih menutup rapat detailnya.
“Iya, (dua mobil hybrid) itu penyegaran dari produk yang sudah ada di Indonesia. Tapi detailnya lihat nanti, kita belum bisa bicara sekarang,” ungkapnya.
Sinyal Kuat ke Honda Super One (Brio EV?)
Sementara itu, untuk model listrik murni, sinyalnya semakin mengerucut. Kandidat terkuat adalah Honda Super One yang telah menjalani uji coba di jalan raya Indonesia sejak tahun lalu.
Mobil listrik mungil tersebut bahkan sudah terdaftar di laman Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta untuk tahun 2026 dengan kode JG6 A EV ZZE dan nilai jual sekitar Rp 257 jutaan. Perlu dicatat, nilai jual kendaraan bukanlah harga resmi on the road.
Billy pun membenarkan bahwa unit yang diuji jalan memang merupakan model yang telah terdaftar.
“Apakah mobil yang dites jalan itu yang terdaftar di Samsat? Jawabannya iya, memang sama. Jadi kalau sudah diuji coba di Indonesia, tentu kita punya rencana kongkret. Nama model juga belum ditentukan,” jelasnya.
Banyak pihak memprediksi model ini akan menjadi cikal bakal Brio EV, versi listrik dari city car terlaris Honda di Indonesia. Jika benar meluncur di kisaran harga kompetitif, mobil ini berpotensi menjadi entry point elektrifikasi Honda untuk pasar mass market.
Strategi Honda: Hybrid Tetap Kuat, BEV Mulai Masif
Berbeda dari beberapa kompetitor yang langsung tancap gas ke BEV, strategi Honda terlihat lebih bertahap:
- Memperkuat hybrid sebagai jembatan elektrifikasi
- Mulai masuk ke BEV segmen kompak
- Menjaga positioning sporty dan driving pleasure
Pendekatan ini relevan dengan karakter pasar Indonesia yang masih sensitif terhadap harga, infrastruktur charging, serta resale value.
Dengan kombinasi dua facelift hybrid dan satu BEV baru, 2026 akan menjadi tahun penting bagi Honda dalam membangun fondasi elektrifikasi jangka panjang di Tanah Air.
Kini tinggal menunggu waktu hingga selubung resmi dibuka — dan pasar otomotif nasional kembali memanas di segmen kendaraan ramah lingkungan.



