Mobil

Jetour T2 Uji Ketangguhan Rangka Buat Dipakai Mudik Lebaran

Moveroad.id – Jetour Indonesia di momen Ramadan dan jelang Lebaran 2026 ini kembali menegaskan komitmen, menghadirkan pengalaman berkendara aman dan nyaman bagi konsumen. Pasalnya, setiap tahunnya dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik.

Tahun ini, diproyeksikan sekitar 85% pemudik dari angka tersebut, akan menggunakan transportasi darat. Sehingga kondisi lalu lintas diperkirakan menjadi jauh lebih padat dan kompleks. Melihat karakter perjalanan tadi, kendaraan dengan struktur kokoh dan memiliki fitur keamanan yang memadai, menjadi faktor penting. Terutama dalam mendukung perjalanan jarak jauh yang aman dan nyaman.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, tantangan utama mudik di Indonesia menggunakan perjalanan darat, adalah volume kendaraan yang sangat besar, dalam waktu bersamaan. Serta durasi perjalanan yang panjang.

“Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus,” ujarnya di acara buka puasa bersama media, di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Karena itu lanjut Jusri, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Menyikapi hal tersebut, Jetour Indonesia lantas kembali menunjukkan ketangguhan SUV unggulannya, Jetour T2. Melalui demonstrasi kekuatan struktur kendaraan, yang mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram. Atraksi dilakukan dengan membebani monitor besar di atas atap bodi 2 unit Jetour T2 yang dipajang, selama berlangsungnya acara.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah dalam kesempatan yang sama mengatakan, bagi Jetour keamanan bukan sekadar fitur tambahan, melainkan menjadi fondasi utama.

“Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque, yang menggunakan 80% high-strength steel. Sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi, dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram, dan torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree,” kata Ranggy.

Dia menambahkan, melalui demonstrasi tersebut, mereka ingin menunjukkan kekuatan yang dimiliki T2 bukan sekadar klaim. Melainkan benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan.

Selain struktur bodi yang kuat, T2 yang saat ini sudah mengantongi penjualan sekitar 1500 unit, juga dilengkapi berbagai teknologi yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan berkendara. Seperti 540° Jetour Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan. Termasuk tampilan sasis transparan, yang membantu pengemudi bermanuver dengan lebih percaya diri.

Kendaraan ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready untuk menghadapi beragam kondisi jalan selama perjalanan. Fitur Wading Radar memungkinkan kendaraan mendeteksi kedalaman air secara real time dan melintasi genangan hingga 700 mm. Sementara ground clearance setinggi 220 mm, membantu kendaraan melewati kondisi jalan yang tidak selalu dapat diprediksi.

Untuk mendukung keselamatan selama perjalanan, T2 juga dilengkapi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Bosch Suite, dengan radar generasi ke-5, dan kamera generasi ke-3 yang menghadirkan Level 2 ADAS.

Teknologi tersebut membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, serta memberikan berbagai fitur pendukung keselamatan berkendara. *(SAS)

Related Articles

Back to top button