Bridgestone Indonesia Raih PROPER Emas 2025, Pabrik Karawang Cetak Sejarah Industri Ban Nasional
Moveroad.id – Komitmen kuat terhadap keberlanjutan kembali dibuktikan oleh PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia). Perusahaan ini sukses meraih penghargaan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk fasilitas Karawang Plant (KP), serta peringkat Hijau untuk Bekasi Plant (BP), dalam seremoni yang digelar di Jakarta, Selasa (7/4).
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi industri otomotif nasional, khususnya sektor manufaktur ban. Untuk pertama kalinya, Bridgestone Indonesia meraih PROPER Emas peringkat tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan. Bahkan, perusahaan ini tercatat sebagai satu-satunya produsen ban di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut pada tahun penilaian 2025.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyebut penghargaan ini sebagai momen spesial yang bertepatan dengan 50 tahun kehadiran Bridgestone di Tanah Air.
“PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah bagi kami. Ini sekaligus bentuk pengakuan atas komitmen berkelanjutan kami dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Capaian tersebut juga sejalan dengan strategi global Bridgestone melalui pilar keberlanjutan Bridgestone E8 Commitment, yang menitikberatkan pada inovasi, efisiensi, dan kontribusi sosial.
Beyond Compliance: Lebih dari Sekadar Taat Regulasi
KLH menilai Bridgestone Indonesia tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga melampaui kepatuhan (beyond compliance). Perusahaan dinilai konsisten dalam, Pengelolaan limbah produksi secara bertanggung jawab, Pengurangan emisi dan polusi, Pemanfaatan energi terbarukan, Implementasi program konservasi lingkungan.
Karawang Plant sendiri sebelumnya telah meraih PROPER Hijau selama dua tahun berturut-turut (2023–2024), sebelum akhirnya naik ke level Emas pada 2025. Sementara Bekasi Plant mempertahankan performa dengan kembali meraih PROPER Hijau untuk kedua kalinya.
Salah satu kunci keberhasilan Bridgestone Indonesia terletak pada inovasi teknologi ramah lingkungan. Di Karawang Plant, perusahaan mengimplementasikan sistem Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT.
Baca Juga: Tips Ban Mobil Hybrid untuk Mudik Lebaran 2026, Bridgestone Perluas Jaringan TOMO
Melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA), sistem ini mampu mengoptimalkan operasional pada unit Mixing yang menjadi sumber emisi terbesar. Hasilnya, Konsumsi energi turun dari 6,20 GWh menjadi 4,90 GWh per tahun, Emisi Gas Rumah Kaca berkurang hingga 475,92 ton CO2e per tahun, Tidak terjadi perpindahan dampak lingkungan (no impact shifting).
Program RISE: Konservasi dan Transformasi Sosial
Di luar operasional pabrik, Bridgestone Indonesia juga aktif dalam program sosial dan lingkungan melalui inisiatif RISE (Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment).
Program ini berfokus pada konservasi Hutan Sanggabuana di Jawa Barat, termasuk, Restorasi ekosistem dan pembuatan koridor pakan untuk Owa Jawa, Pemanfaatan teknologi biotagging berbasis QR dan Avenza Map untuk monitoring pohon, Transformasi mantan pemburu liar menjadi penjaga hutan (Wildlife Ranger).
Program ini telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 1.100 masyarakat, termasuk peningkatan ekonomi desa melalui produk hasil hutan non-kayu seperti gula aren dan olahan terubuk, dengan transaksi mencapai Rp 58 juta.
Sementara itu, Bekasi Plant juga berkontribusi dalam aspek sosial melalui program Road Safety School Program (RSSP) 2024 di SMPN 2 Bekasi. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
PROPER Jadi Motor Transformasi Industri
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi industri.
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif, tetapi motor yang mendorong perusahaan untuk berinovasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada periode 2024–2025, sebanyak 5.476 perusahaan mengikuti PROPER, meningkat 22% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 282 perusahaan berhasil mencapai kategori beyond compliance, terdiri dari, 39 perusahaan PROPER Emas, 243 perusahaan PROPER Hijau.
Keberhasilan Bridgestone Indonesia meraih PROPER Emas tidak hanya menjadi prestasi perusahaan, tetapi juga menetapkan standar baru dalam praktik industri otomotif yang berkelanjutan di Indonesia.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, efisiensi energi, serta program sosial berbasis masyarakat, Bridgestone menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban melainkan strategi bisnis masa depan.



