Mobil

Changan Percepat Pengembangan Mobil Hidrogen, Siapkan Generasi Baru Meluncur 2027

Moveroad.id – Industri otomotif global terus mengeksplorasi berbagai teknologi elektrifikasi, termasuk hidrogen. Terbaru, Changan Automobile mengonfirmasi kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem fuel cell untuk kendaraan penumpang, sekaligus menyiapkan generasi berikutnya yang lebih efisien dan terjangkau.

Global Product Development General Manager Changan, Yu Cheng, menyatakan bahwa sistem fuel cell generasi pertama perusahaan telah memasuki tahap komersialisasi. Bahkan, sejumlah indikator performanya diklaim melampaui standar industri hingga lebih dari 10 persen.

Teknologi ini telah diaplikasikan pada varian hidrogen dari Deepal SL03, menjadikannya salah satu dari sedikit mobil penumpang berbasis fuel cell yang dikembangkan oleh pabrikan China. Langkah ini menempatkan Changan dalam kelompok kecil produsen otomotif yang tidak hanya fokus pada kendaraan komersial, tetapi juga mulai menguji penerapan hidrogen di segmen passenger car.

Fokus Generasi Kedua: Efisiensi dan Biaya

Changan juga mengungkapkan bahwa sistem fuel cell generasi kedua saat ini tengah dikembangkan. Fokus utama pengembangan ini adalah meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan sekaligus menekan biaya produksi secara signifikan.

Perusahaan menyoroti bahwa pengurangan biaya tidak hanya difokuskan pada fuel cell stack, tetapi juga pada sistem penyimpanan hidrogen—yang hingga kini masih menjadi salah satu komponen termahal dalam kendaraan berbasis hidrogen.

Meski belum mengungkap spesifikasi teknis secara detail, Changan menargetkan performa sistem generasi terbaru ini mampu mencapai level terdepan di industri.

Target Mobil Hidrogen Baru di 2027

Melalui sub-brand Deepal, Changan berencana meluncurkan kendaraan penumpang berbasis fuel cell terbaru pada 2027. Model ini akan menjadi evolusi dari SL03 versi hidrogen, dengan peningkatan dari sisi efisiensi, biaya, serta kesiapan untuk pasar yang lebih luas.

Target waktu tersebut sejalan dengan ekspektasi industri global, di mana teknologi hidrogen diperkirakan mulai lebih kompetitif menjelang akhir dekade ini—terutama jika didukung oleh penurunan biaya dan pengembangan infrastruktur pengisian.

Masih Niche, Tapi Terus Dikembangkan

Secara global, kendaraan fuel cell masih berada di segmen terbatas, khususnya untuk mobil penumpang. Di China, adopsi hidrogen lebih banyak difokuskan pada kendaraan komersial seperti truk dan bus, yang dinilai lebih cocok karena pola operasional dan pengisian bahan bakarnya lebih terpusat.

Saat ini, populasi kendaraan fuel cell di China diperkirakan baru mencapai sekitar 30.000 unit, dengan tingkat lokalisasi komponen inti sekitar 70 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pengembangan industri masih dalam tahap bertahap, belum menuju adopsi massal.

Sejumlah pabrikan lain juga masih mengadopsi pendekatan multi-teknologi. Misalnya, Geely melalui program Galaxy M9 turut mengeksplorasi opsi hidrogen berdampingan dengan sistem hybrid.

Paralel dengan Kendaraan Listrik Baterai

Dari sisi kebijakan, pemerintah China tetap mendorong pengembangan hidrogen melalui berbagai program percontohan dan subsidi terbatas. Namun, arah utama industri otomotif masih didominasi oleh kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Sejalan dengan itu, roadmap Changan menunjukkan bahwa pengembangan fuel cell tidak dimaksudkan untuk menggantikan teknologi baterai, melainkan berjalan paralel sebagai bagian dari strategi elektrifikasi jangka panjang.

Dengan langkah ini, Changan menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain yang aktif mengeksplorasi masa depan mobilitas—tidak hanya melalui baterai, tetapi juga hidrogen sebagai alternatif energi bersih di masa mendatang.

Related Articles

Back to top button