Rupiah Tembus Rp17.717 per Dollar AS, Jaecoo Pastikan Harga J5 EV dan J7 Tetap Stabil
Moveroad.id – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang kian tajam mulai mengirimkan sinyal waspada bagi industri otomotif nasional. Berdasarkan data pasar spot pada Jumat (22/5/2026), rupiah ditutup melemah di level Rp17.717 per dollar AS. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi produsen otomotif, terutama merek asal China yang masih memiliki ketergantungan pada impor unit (CBU) maupun komponen.
Meski demikian, merek otomotif premium di bawah naungan Chery Group, Jaecoo Indonesia, mengambil langkah berani dengan memastikan tidak ada kenaikan harga dalam waktu dekat. Perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas harga agar produk mereka tetap terjangkau bagi konsumen di tengah fluktuasi ekonomi.
“Menurut saya semua orang sedang menghadapi masalah besar terkait mata uang. Tapi maksud saya, kami adalah merek yang sangat bertanggung jawab. Meskipun nilai tukar mata uang sangat tidak menentu sejauh ini, kami akan memberikan harga yang tepat kepada pelanggan kami agar mereka tetap bisa memilih Jaecoo J5,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, di Jakarta Utara (24/5/2026).
Baca Juga: JAECOO Rayakan 16.000 Pengiriman J5 EV, Perkuat Posisi SUV Listrik Premium di Indonesia
Pelemahan rupiah biasanya berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi dan harga jual kendaraan, terutama untuk model yang diimpor secara utuh (Completely Built Up/CBU). Namun, Jaecoo memilih untuk menyerap tekanan biaya tersebut demi mempertahankan daya saing di pasar Indonesia yang sedang kompetitif.
Jim Ma menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada revisi harga untuk seluruh lini produk Jaecoo di Indonesia. Strategi ini diambil untuk menjaga denyut pasar dan memastikan momentum pertumbuhan merek baru ini tidak terhambat oleh sentimen nilai tukar.
Sebagai merek yang memposisikan diri sebagai penyedia mobilitas premium dengan teknologi canggih, Jaecoo menawarkan beberapa model unggulan yang mengusung teknologi energi baru (New Energy Vehicle).
Jaecoo J5 EV yang menjadi model ujung tombak di segmen SUV listrik kompak dengan harga yang sangat kompetitif di angka Rp309 juta. Model ini menjadi pilihan rasional bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan gaya hidup.
Jaecoo J7 SHS-P, SUV bertenaga Super Hybrid System-Plug in (PHEV) yang menawarkan keseimbangan antara performa mesin bensin dan efisiensi motor listrik. Jaecoo J8 SHS-P ARDIS, Varian tertinggi dengan teknologi All-Road Drive Intelligent System (ARDIS) yang dirancang untuk kenyamanan premium di berbagai kondisi medan jalan.
Langkah Jaecoo Indonesia untuk menahan harga di tengah jebloknya nilai tukar rupiah hingga ke level Rp17.700-an adalah strategi market penetration yang agresif. Bagi merek yang relatif baru, menaikkan harga saat ini bisa menjadi ‘bunuh diri’ komersial karena dapat mematikan minat konsumen yang sedang dalam fase pengenalan.
Namun, daya tahan kebijakan ‘harga stabil’ ini akan sangat bergantung pada seberapa lama tekanan kurs berlangsung. Jika rupiah terus bertengger di level tinggi hingga kuartal ketiga 2026, kemungkinan besar semua produsen, termasuk Jaecoo dan Chery, harus melakukan penyesuaian. Untuk saat ini, komitmen Jim Ma menjadi angin segar bagi calon pembeli Jaecoo J5 EV yang ingin mengamankan unit dengan harga peluncuran tanpa dihantui kenaikan mendadak akibat sentimen dollar.



