Mobil

Produsen Mobil Presiden Prabowo Dirombak, Ini Susunan Baru Bos Pindad Maung!

Moveroad.id – Lini kendaraan taktis (rantis) mewah Pindad Maung belakangan ini sukses mencuri perhatian para pencinta gaya hidup otomotif nasional. Sejak resmi mendaulat diri sebagai mobil dinas kepresidenan Presiden Prabowo Subianto, rantis gagah berkelir matte ini bertransformasi menjadi simbol baru kemandirian dan kebanggaan nasional, bahkan saat digunakan dalam kunjungan diplomatik ke luar negeri seperti di Filipina.

Kini, di tengah popularitasnya yang terus meroket di kalangan kaum urban, sang produsen membawa kabar mengejutkan. PT Pindad secara resmi melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran nakhoda perusahaan, baik di barisan Dewan Direksi maupun Dewan Komisaris.

Langkah penyegaran taktis ini didasarkan pada keputusan resmi Pemerintah melalui Surat Badan Pengelola (BP) BUMN Nomor: SR-262/BP/05/2026 yang diterbitkan pada 26 Mei 2026.

Baca Juga: Spesifikasi Pindad MV3 Pandu, Mobil Listrik Kebanggaan Prabowo

Mengutip keterangan resmi dari akun Instagram terverifikasi perusahaan, @pt_pindad, manajemen menetapkan perubahan nomenklatur terbaru. Perombakan ini secara spesifik berfokus pada reposisi fungsi Manajemen Risiko demi mengawal pertumbuhan perseroan yang lebih adaptif dan modern di tahun 2026.

Melalui keputusan baru tersebut, perusahaan memberhentikan secara hormat Kemal Sudiro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM. Sebagai gantinya, posisi krusial tersebut dipecah dan diisi oleh wajah-wajah baru yang siap membawa Pindad bertransformasi menjadi ikon industri manufaktur pertahanan dan otomotif yang mandiri.

Pergeseran Kursi Kepemimpinan: Hadirnya Wakil Direktur Utama

Dalam pengumuman resmi tersebut, Pemerintah menunjuk Heru Puryanto untuk mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Utama PT Pindad. Sektor finansial dan pengelolaan talenta kini diserahkan kepada Tambok Parulian S sebagai Direktur Keuangan dan SDM.

Sementara itu, kursi Dewan Komisaris mendapatkan suntikan energi baru dengan masuknya Dani Rusli Utama sebagai Komisaris perseroan.

“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada jajaran Komisaris dan Direksi PT Pindad yang baru. Semoga selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan berbagai program perusahaan sehingga dapat membawa Pindad menuju perusahaan industri pertahanan yang terus bertumbuh dan mandiri,” tulis manajemen PT Pindad dalam unggahan resminya.

Berikut adalah struktur kepengurusan terbaru PT Pindad yang telah berlaku efektif untuk mengawal produksi rantis Maung dan lini bisnis pertahanan lainnya:

1. Jajaran Dewan Komisaris (Oversight Committee)

  • Komisaris Utama: Maruli Simanjuntak
  • Wakil Komisaris Utama: Ahmad Dofiri
  • Komisaris: Dani Rusli Utama
  • Komisaris Independen: Surawahadi
  • Komisaris Independen: Arlan Septia

2. Jajaran Dewan Direksi (Executive Board)

  • Direktur Utama: Sigit P. Santosa
  • Wakil Direktur Utama: Heru Puryanto
  • Direktur Keuangan dan SDM: Tambok Parulian S.
  • Direktur Komersial: Budhiarto
  • Direktur Produksi: Hera Rosmiati
  • Direktur Teknologi, Pengembangan, dan Manajemen Risiko: Prima Kharisma

Menjadikan rantis Pindad Maung sebagai mobil dinas Presiden Prabowo Subianto adalah langkah branding jenius yang berhasil mengubah citra Pindad dari sekadar pabrik senjata kaku menjadi simbol gaya hidup otomotif yang tangguh (rugged luxury). Namun, popularitas yang tinggi harus diimbangi dengan kapasitas produksi massal dan manajemen risiko korporasi yang matang.

Perombakan yang memisahkan fungsi Manajemen Risiko ke dalam direktorat khusus (Teknologi, Pengembangan, dan Manajemen Risiko di bawah Prima Kharisma) merupakan sinyal kuat bahwa Pindad sedang bersiap melakukan ekspansi bisnis yang lebih komersial.

Kehadiran Heru Puryanto sebagai Wakil Direktur Utama diprediksi akan mempercepat proses manufaktur lokal untuk memenuhi tingginya permintaan unit Maung, baik untuk keperluan domestik maupun pasar ekspor. Tantangan terbesar jajaran direksi baru ini adalah bagaimana menjaga stabilitas rantai pasok (supply chain) komponen lokal, mempercepat riset varian bertenaga listrik (Maung EV), serta memastikan standardisasi kenyamanan kabinnya setara dengan SUV premium Eropa agar tetap relevan dengan selera pasar high-end.”

Related Articles

Back to top button