Sport

Rifat Sungkar Siapkan Generasi Ketiga Keluarga Sungkar untuk Masa Depan Motorsport Indonesia

Moveroad.id – Nama besar keluarga Sungkar kembali menjadi sorotan di dunia motorsport Indonesia. Setelah sukses mengukir prestasi di berbagai ajang reli, drifting, hingga sprint offroad, Rifat Sungkar kini memulai misi baru yang tak kalah penting, yakni mempersiapkan generasi ketiga keluarga Sungkar untuk meneruskan warisan balap yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Melalui program pembinaan bertajuk The Legend Continues, Rifat Sungkar secara resmi memulai perjalanan panjang dalam membentuk putranya, El Mayka Sungkar, sebagai talenta muda yang siap berkembang di dunia motorsport. Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan mengemudi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, mental juara, serta tanggung jawab yang selama ini menjadi fondasi keluarga Sungkar.

Warisan motorsport keluarga Sungkar dimulai dari Helmy Sungkar sebagai generasi pertama, yang kemudian diteruskan oleh Rifat Sungkar dengan berbagai pencapaian membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. Kini, estafet tersebut mulai dipersiapkan untuk El Mayka sebagai generasi ketiga.

Dalam pelaksanaannya, program The Legend Continues mendapat dukungan teknologi jaringan 5G dari Telkomsel guna mendukung proses latihan, pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembinaan generasi muda motorsport.

Menurut Rifat, program ini bukanlah upaya untuk menciptakan sosok penerus yang harus mengikuti jejaknya secara mutlak. Sebaliknya, program tersebut dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan yang penting bagi seorang atlet profesional.

“The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” ujar Rifat Sungkar.

Program yang mulai berjalan sejak 2025 tersebut dinilai berhasil memberikan fondasi awal yang positif. Memasuki tahun 2026, berbagai penyempurnaan dan perencanaan yang lebih matang mulai diterapkan untuk mendukung perkembangan El Mayka secara bertahap dan terukur.

Lima Fase Pembinaan Menuju Pembalap Profesional

The Legend Continues disusun dalam roadmap jangka panjang yang terbagi dalam lima fase pembinaan, dimulai sejak El Mayka berusia 11 tahun hingga memasuki usia 17 tahun.

  1. Foundation (2025–2026)

Pada tahap awal ini, El Mayka diperkenalkan dengan dunia reli sebagai navigator dan learner. Ia mulai mempelajari cara membaca pace note, teknik navigasi, komunikasi dalam kondisi penuh tekanan, hingga memahami pentingnya disiplin sebagai bagian dari sebuah tim balap.

  1. Transition (2027)

Fase berikutnya menjadi masa transisi menuju kompetisi junior kelas pemula. Fokus utamanya bukan mengejar kemenangan, melainkan membangun pengalaman, konsistensi, serta kemampuan beradaptasi sebagai pembalap muda.

  1. Development (2028–2029)

Di tahap pengembangan, kemampuan teknis, strategi balap, mental bertanding, dan kerja sama tim akan semakin diasah melalui kompetisi nasional junior. Pada fase ini, El Mayka juga mulai diarahkan untuk membangun identitasnya sendiri sebagai pembalap.

  1. Preparation (2030)

Memasuki fase persiapan profesional, El Mayka akan mulai bertransformasi menjadi advanced driver dengan tanggung jawab yang lebih besar sebagai atlet. Penguatan aspek kepemimpinan dan relasi profesional di dunia motorsport menjadi bagian penting dalam tahap ini.

  1. Continuation (2031)

Sebagai fase puncak, El Mayka diproyeksikan siap bersaing di level nasional maupun internasional junior sebagai pembalap independen yang membawa nilai-nilai keluarga Sungkar dengan karakter dan gaya balapnya sendiri.

Membangun Legacy Motorsport Indonesia

Bagi Rifat Sungkar, tujuan utama program ini bukan sekadar melahirkan penerus keluarga Sungkar di lintasan balap. Lebih dari itu, ia ingin memberikan ruang bagi El Mayka untuk menemukan jati dirinya sendiri.

“El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar,” lanjutnya.

Kehadiran program The Legend Continues menjadi simbol keberlanjutan sebuah warisan yang dibangun lintas generasi. Dengan memadukan pengalaman, pendidikan karakter, serta dukungan teknologi modern, keluarga Sungkar menunjukkan bahwa warisan terbesar dalam dunia motorsport bukan hanya soal trofi dan kemenangan, melainkan proses, nilai, serta keberanian untuk terus memulai dari awal.

Melalui langkah ini, Rifat Sungkar berharap dapat berkontribusi pada perkembangan motorsport Indonesia sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi pembalap muda yang siap bersaing di panggung internasional pada masa depan.

Related Articles

Back to top button