Mobil

JAECOO J5 EV Jadi Mobil Listrik Terlaris, Berani Adu Biaya Operasional Dengan Mesin 1500 Cc

Moveroad.id – Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus membebani biaya transportasi masyarakat, kendaraan listrik semakin dilirik sebagai solusi mobilitas yang lebih ekonomis. Bukan hanya menawarkan emisi yang lebih rendah, mobil listrik kini menjadi pilihan rasional bagi konsumen yang ingin menekan pengeluaran harian sekaligus menikmati teknologi otomotif terkini.

Momentum tersebut dimanfaatkan JAECOO Indonesia dengan menghadirkan lini kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), termasuk JAECOO J5 EV yang diklaim mampu menghemat biaya operasional hingga 88 persen dibandingkan kendaraan bermesin bensin 1.500 cc turbo.

Menariknya, selain menawarkan efisiensi biaya penggunaan, JAECOO juga mengungkapkan bahwa J5 EV berhasil menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Klaim tersebut memperlihatkan semakin tingginya penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik yang menawarkan kombinasi efisiensi, teknologi, dan biaya kepemilikan yang kompetitif.

Penghematan Biaya Jadi Daya Tarik Utama JAECOO J5 EV

Saat harga BBM terus mengalami fluktuasi, banyak konsumen mulai menghitung ulang total biaya kepemilikan kendaraan. Tidak hanya harga beli, biaya bahan bakar dan perawatan kini menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli mobil baru.

Berdasarkan simulasi yang disampaikan JAECOO Indonesia, kendaraan bermesin bensin 1.500 cc turbo dengan penggunaan rata-rata 50 kilometer per hari atau sekitar 1.500 kilometer per bulan membutuhkan biaya bahan bakar yang cukup besar.

Baca juga: Perluas Pasar Jawa Barat! JAECOO Bandung Resmi Operasikan Diler Premium 3S di Jalur Soekarno-Hatta

Dengan asumsi harga BBM RON 92 sebesar Rp16.250 per liter, biaya konsumsi bahan bakar mencapai sekitar Rp81.250 per hari atau sekitar Rp2,5 juta per bulan. Jika ditambah biaya perawatan tahunan sebesar Rp2 juta, maka total biaya operasional kendaraan tersebut dapat mencapai Rp31,25 juta per tahun.

Sebaliknya, JAECOO J5 EV hanya membutuhkan biaya energi sekitar Rp9.600 per hari dengan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh. Dalam satu bulan, biaya pengisian daya diperkirakan hanya sekitar Rp290 ribu.

Ditambah biaya perawatan tahunan sekitar Rp500 ribu, total biaya operasional J5 EV hanya berada di kisaran Rp4 juta per tahun.

Artinya, pengguna berpotensi menghemat sekitar Rp27 juta per tahun dibandingkan kendaraan konvensional dengan skenario penggunaan yang sama.

JAECOO J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS Juga Tawarkan Efisiensi Tinggi

Selain mobil listrik murni, JAECOO juga menawarkan solusi elektrifikasi melalui teknologi plug-in hybrid yang dibenamkan pada model J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS.

Untuk JAECOO J7 SHS-P, biaya konsumsi energi diperkirakan mencapai Rp18.100 per hari atau sekitar Rp543 ribu per bulan. Dengan tambahan biaya perawatan tahunan sebesar Rp1,7 juta, total biaya operasional tahunan berada di kisaran Rp8,2 juta.

Sementara itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS membutuhkan biaya energi sekitar Rp22.300 per hari atau Rp670 ribu per bulan. Ditambah biaya perawatan sekitar Rp2 juta per tahun, total biaya operasional tahunan mencapai sekitar Rp10 juta.

Menurut JAECOO, angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi mampu memberikan penghematan signifikan tanpa mengorbankan performa berkendara.

“Teknologi SHS tak hanya menawarkan efisiensi, tetapi tetap memberikan performa berkendara maksimal. Kami pun menawarkan kepada konsumen, jika dengan NEV JAECOO, konsumen dapat mendapatkan efisiensi lebih. Seperti mobil listrik J5 EV dapat menghemat mencapai 88 persen biaya. J7 SHS-P dapat menghemat 80 persen dan J8 SHS-P ARDIS bisa hemat 75 persen,” ujar Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia.

JAECOO J5 EV Catat Penjualan Positif Sepanjang 2026

Tidak hanya mengandalkan klaim efisiensi, JAECOO juga menyebut bahwa J5 EV berhasil mencatatkan performa penjualan yang kuat sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan data yang dipaparkan perusahaan, penjualan J5 EV menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.

Pada Januari 2026, wholesales dan retail sales masing-masing tercatat sebesar 1.942 unit. Angka tersebut meningkat signifikan pada Februari menjadi 2.926 unit.

Memasuki Maret, wholesales J5 EV mencapai 2.959 unit dengan retail sales sebanyak 2.775 unit. Pada April, wholesales kembali meningkat menjadi 3.179 unit, sementara retail sales mencapai 2.944 unit.

Sedangkan pada Mei 2026, baik wholesales maupun retail sales tercatat sama-sama mencapai angka 3.000 unit.

Pencapaian tersebut diklaim membuat JAECOO J5 EV menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026. Bahkan, pada Mei lalu JAECOO disebut berhasil masuk ke dalam lima besar merek kendaraan terlaris di pasar nasional.

“Konsumen melihat produk kita sebagai mobil yang memang dibutuhkan dan menjadi pilihan mereka untuk berkendara. Teknologi yang kita tawarkan dapat dimiliki dan dinikmati oleh konsumen,” kata Jim Ma.

Jaringan Dealer Terus Diperluas

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik dan hybrid, JAECOO juga memperkuat infrastruktur penjualan serta layanan purna jual di Indonesia.

Saat ini perusahaan telah memiliki 35 dealer yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut akan terus ditambah dengan target mencapai 80 dealer hingga akhir tahun 2026.

Ekspansi jaringan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap merek JAECOO di pasar otomotif nasional.

Keberadaan jaringan dealer yang semakin luas dinilai penting, terutama bagi konsumen kendaraan listrik yang masih mempertimbangkan aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis setelah pembelian kendaraan.

Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Kian Kompetitif

Pertumbuhan penjualan JAECOO J5 EV menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia terus berkembang. Konsumen kini tidak hanya tertarik pada teknologi ramah lingkungan, tetapi juga mulai melihat keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari penggunaan kendaraan listrik.

Dengan potensi penghematan biaya operasional hingga 88 persen, JAECOO J5 EV menjadi salah satu contoh bagaimana kendaraan listrik mampu memberikan manfaat nyata bagi pengguna sehari-hari.

Di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya biaya hidup, efisiensi penggunaan energi menjadi faktor yang semakin menentukan dalam keputusan pembelian kendaraan. Jika tren ini terus berlanjut, pasar kendaraan listrik nasional diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang.

Klaim penghematan biaya operasional hingga 88 persen menjadikan JAECOO J5 EV sebagai salah satu kendaraan listrik yang menarik perhatian konsumen Indonesia. Didukung tren penjualan yang positif, ekspansi jaringan dealer yang agresif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi, JAECOO berupaya memperkuat posisinya di pasar kendaraan energi baru Indonesia.

Related Articles

Back to top button