Mobil

GAIKINDO Apresiasi Insentif Kemenperin Jaga Sinergi Industri Otomotif

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan bahwa pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perindustrian, tidak pernah absen dalam memberikan payung perlindungan bagi industri ini, mulai dari hantaman pandemi Covid-19 hingga akselerasi era elektrifikasi.

Hubungan yang erat ini tidak dibangun dalam semalam, melainkan lewat komunikasi terbuka yang berkesinambungan. Langkah ini krusial untuk memberikan kepastian hukum dan iklim usaha yang sehat bagi para investor global yang menanamkan modal triliunan rupiah di tanah air.

Dukungan nyata pemerintah tercermin dari berbagai instrumen insentif fiskal yang berhasil menjaga denyut nadi industri. Salah satu instrumen yang mencatatkan volume masif adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS).

Kami melihat pemerintah konsisten menunjukkan komitmennya. Berbagai kebijakan, mulai dari fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya menjaga daya Saing industri otomotif Indonesia,” papar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO.

Salah satu pilar kekuatan industri otomotif nasional adalah kolaborasi strategis tingkat tinggi. Forum bilateral seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting menjadi wadah penentu kebijakan mutakhir. Konferensi yang terakhir digelar melahirkan keputusan penting berupa pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force demi mempercepat implementasi bahan bakar nabati di Indonesia.

Baca Juga: Peta Baru Industri Otomotif Nasional, JAECOO Sukses Merangsek ke Papan Atas GAIKINDO

Menariknya, kenyamanan iklim usaha yang dinikmati oleh raksasa otomotif Jepang kini menjadi daya tarik bagi pelaku industri global lainnya. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan bahwa sejumlah prinsipal otomotif asal Tiongkok yang tengah memulai investasi di Indonesia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan kebijakan dan stimulus yang setara dari pemerintah. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki daya magnet ekonomi yang sangat kuat sebagai basis produksi utama di kawasan regional.

GAIKINDO Usulkan Stimulus Multi-Powertrain

Menghadapi tantangan transisi global, GAIKINDO secara resmi telah melayangkan usulan strategis kepada Kementerian Perindustrian RI. Asosiasi mendorong agar kebijakan stimulus tidak hanya difokuskan pada satu teknologi tertentu, melainkan diberikan secara proporsional kepada semua tipe kendaraan bermotor.

Tetap memerlukan stimulus karena memegang volume penjualan terbesar dan menyerap jutaan tenaga kerja di rantai komponen lokal.

Teknologi transisi yang sangat diminati pasar urban saat ini untuk menekan emisi tanpa ketergantungan infrastruktur pengisian daya. Akselerasi penuh teknologi masa depan untuk membangun ekosistem energi bersih yang mandiri secara nasional.

Melalui pendekatan stimulus multi-jalur (multi-pathway) ini, GAIKINDO meyakini seluruh sektor industri otomotif dalam negeri akan mendapatkan dorongan yang seimbang. Kebijakan ini akan menjaga momentum pertumbuhan pasar domestik sekaligus mempercepat penurunan emisi karbon secara realistis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi pabrikan yang sudah ada.

Sinergi yang kokoh antara Kementerian Perindustrian dan GAIKINDO merupakan kunci utama di balik bertahannya Indonesia sebagai pilar kekuatan otomotif di Asia Tenggara. Melalui pemanfaatan insentif yang tepat sasaran seperti USDFS dan PPN DTP, industri terbukti mampu melewati berbagai masa krisis dengan baik. Kini, dengan usulan pemberlakuan stimulus insentif yang adil untuk seluruh tipe mesin (ICE, HEV, PHEV, BEV) serta ketertarikan investor baru dari Tiongkok untuk menyamai langkah strategis Jepang, Indonesia berpeluang besar mempercepat pembangunan ekosistem otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan di kancah global.

Related Articles

Back to top button