7 Perawatan Mobil Mitsubishi yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah
Moveroad.id – Merawat mobil tidak selalu berarti harus langsung membawa kendaraan ke bengkel. Sejumlah pemeriksaan dan perawatan ringan sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah dengan peralatan sederhana.
Selain membantu menghemat biaya perawatan, kebiasaan melakukan pengecekan secara rutin juga membuat pemilik lebih mengenali kondisi kendaraannya. Gejala kecil seperti perubahan warna oli, tekanan ban yang berkurang, hingga munculnya kerak pada terminal aki bisa diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Bagi pemilik mobil Mitsubishi Motors, beberapa pemeriksaan sederhana berikut bisa menjadi bagian dari rutinitas sebelum kendaraan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Namun, pekerjaan yang membutuhkan peralatan khusus atau berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara tetap sebaiknya ditangani teknisi di bengkel resmi.
1. Periksa Oli Mesin
Oli merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kinerja mesin. Pemeriksaan volumenya dapat dilakukan menggunakan dipstick ketika mesin berada dalam kondisi sesuai petunjuk buku manual.
Pastikan permukaan oli berada di antara tanda minimum dan maksimum. Jangan hanya melihat jumlahnya, tetapi perhatikan pula kondisi oli.
Jika warnanya sudah sangat pekat atau masa penggunaannya telah melewati jadwal penggantian, lakukan penggantian sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Cek Tekanan dan Kondisi Ban
Ban menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisinya perlu diperiksa secara berkala.
Gunakan pressure gauge atau pompa angin digital untuk memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi kendaraan. Informasi tekanan biasanya dapat ditemukan pada pilar pintu pengemudi atau buku manual.
Periksa pula tapak ban. Jika ditemukan retakan, benjolan atau keausan yang tidak merata, jangan abaikan kondisi tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut di bengkel diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Bersihkan Filter Udara
Filter udara yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi performa dan efisiensi bahan bakar.
Pada beberapa model, pemilik dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan membuka rumah filter udara sesuai petunjuk di buku manual.
Jika filter masih dapat dibersihkan, gunakan udara bertekanan rendah. Namun, apabila kondisinya sudah terlalu kotor atau elemen filter mengalami kerusakan, sebaiknya diganti.
4. Periksa Coolant dan Cairan Lain
Selain oli mesin, terdapat sejumlah cairan lain yang perlu diperhatikan.
Periksa level coolant pada reservoir, minyak rem, cairan pembersih kaca atau washer fluid, serta oli power steering pada model yang masih menggunakan sistem hidraulis.
Pastikan masing-masing cairan berada pada batas yang direkomendasikan. Jika level turun secara tidak wajar atau terlihat adanya kebocoran, jangan sekadar menambahkan cairan. Cari tahu penyebabnya dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Perhatikan Kondisi Aki
Pemeriksaan aki juga dapat dilakukan secara sederhana.
Lihat kondisi terminal aki. Apabila muncul kerak berwarna putih, terminal dapat dibersihkan menggunakan sikat yang sesuai.
Pastikan pula sambungan dan baut pengikat berada dalam kondisi kencang. Untuk pemeriksaan yang berkaitan dengan tegangan aki atau sistem kelistrikan lebih lanjut, sebaiknya gunakan alat ukur yang sesuai atau serahkan kepada teknisi.
6. Pastikan Semua Lampu Berfungsi
Jangan menunggu lampu kendaraan mati total untuk melakukan pemeriksaan.
Nyalakan dan cek lampu utama, lampu sein, lampu rem, lampu mundur serta lampu kabut jika kendaraan memilikinya.
Lampu yang mati dapat mengurangi visibilitas sekaligus membuat kendaraan lebih sulit terlihat oleh pengguna jalan lain.
Pada beberapa model, penggantian bohlam dapat dilakukan sendiri dengan mengikuti petunjuk di buku manual. Namun, jika sistem pencahayaan menggunakan komponen atau rangkaian yang lebih kompleks, pemeriksaan sebaiknya dilakukan teknisi.
7. Bersihkan Kabin dan Ruang Mesin
Membersihkan kabin bukan sekadar persoalan tampilan. Interior yang terawat dapat membuat perjalanan lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kebersihan udara di dalam kendaraan.
Ruang mesin juga dapat dibersihkan dari debu, daun kering atau kotoran yang menumpuk. Kondisi ruang mesin yang bersih membuat pemilik lebih mudah melihat apabila terdapat tanda-tanda kebocoran oli maupun cairan lainnya.
Namun, hindari menyemprotkan air secara sembarangan ke komponen kelistrikan atau bagian mesin yang sensitif.
Kapan Sebaiknya ke Bengkel?
Perawatan mandiri memang dapat membantu pemilik mengenali kondisi kendaraan, tetapi bukan berarti menggantikan servis berkala.
Pekerjaan seperti penggantian oli transmisi, spooring dan balancing, pemeriksaan sistem rem, suspensi, tune-up hingga diagnosis menggunakan perangkat khusus sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman.
Servis berkala juga penting untuk memastikan komponen kendaraan diperiksa sesuai jadwal dan rekomendasi pabrikan.
Mobil Mitsubishi Motors juga dilengkapi fitur service reminder yang membantu mengingatkan pemilik ketika kendaraan mendekati waktu servis. Pengaturan pengingat tersebut dapat dilakukan pada kendaraan sesuai petunjuk yang tersedia.
Jadi, pemeriksaan ringan di rumah bisa menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi mobil. Sementara untuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan peralatan khusus, bengkel resmi Mitsubishi Motors tetap menjadi tempat yang tepat untuk memastikan kendaraan kembali dalam kondisi optimal.



