Ikuti Gaya Tiongkok, Pengujian Toyota Hilux EV Bukan Adu Tabrak Tapi Ditiban Karavan 760 Kilogram
Moveroad.id – Toyota kembali menguji ketangguhan Hilux dengan cara yang tidak biasa. Jika biasanya hanya melakukan uji tabrak, kali ini cara yang biasa dilakukan produsen mobil Tiongkok yakni uji tiban. Sebuah karavan seberat 760 kilogram dijatuhkan dari ketinggian sekitar 9 meter tepat ke atas Toyota Hilux EV generasi terbaru.
Aksi ekstrem tersebut bukan sekadar pengujian biasa. Toyota sengaja menghidupkan kembali salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah TopGear Inggris, ketika Jeremy Clarkson mencoba menghancurkan sebuah Toyota Hilux lawas dalam rangkaian pengujian ekstrem lebih dari dua dekade lalu.
Kini, 23 tahun berselang, giliran Hilux generasi kesembilan dengan teknologi listrik yang menerima perlakuan serupa.
Baca juga: Mirip Toyota Alphard, Mobil Listrik Pakistan Ini Cuma Punya Tenaga 5 Hp
Pengujian berlangsung di Brentwaters Airfield, Suffolk, Inggris. Dalam video yang dirilis Toyota, sebuah karavan digantung sekitar 30 kaki atau 9 meter di atas Hilux EV sebelum dilepaskan dan menghantam bagian atap kendaraan.
Benturannya jelas bukan main-main.
Atap Hilux EV terlihat mengalami deformasi, kaca depan pecah, sementara bagian bak belakang juga mengalami perubahan bentuk. Meski demikian, struktur pilar kabin masih terlihat relatif mempertahankan bentuknya.
Yang paling menarik, setelah menerima hantaman tersebut, Hilux EV masih dapat dikendarai meninggalkan lokasi pengujian.
Mengulang Momen ‘Killing a Toyota’
Bagi penggemar otomotif, aksi ini langsung mengingatkan pada episode TopGear bertajuk “Killing a Toyota”.
Sekitar 23 tahun lalu, Jeremy Clarkson menggunakan sebuah Toyota Hilux diesel lawas yang sudah berumur untuk membuktikan seberapa sulit kendaraan tersebut dihancurkan.
Berbagai perlakuan ekstrem diberikan. Hilux tersebut dibawa menuruni tangga, dihantam tembok bata, ditabrakkan ke pohon, terkena gelombang air laut, dijatuhkan dengan keras, hingga akhirnya mendapat perlakuan yang semakin brutal.
Karavan juga pernah dijatuhkan ke atasnya.
Namun, Hilux tetap menunjukkan kemampuan untuk berjalan.
Pengujian kemudian mencapai tahap yang lebih gila. Hilux yang sudah rusak parah ditempatkan di atas sebuah bangunan setinggi sekitar 23 lantai atau 240 kaki sebelum bangunan tersebut dihancurkan melalui demolisi terkontrol.
Setelah tertimbun reruntuhan, kendaraan tersebut kembali diperbaiki secara sederhana dan masih mampu dinyalakan serta dikendarai.
Rangkaian pengujian itulah yang kemudian memperkuat reputasi Hilux sebagai pikap yang sulit dihancurkan.
Hilux EV Jadi Korban Berikutnya
Toyota kini membawa legenda tersebut ke era elektrifikasi.
Hilux generasi kesembilan tersedia dengan beberapa pilihan sistem penggerak, termasuk bensin dan diesel di sejumlah pasar. Namun, Toyota juga menghadirkan varian listrik yang sepenuhnya mengandalkan tenaga baterai.
Karena itu, pengujian karavan kali ini memiliki pesan tersendiri. Toyota ingin memperlihatkan bahwa perubahan teknologi penggerak tidak lantas menghilangkan karakter tangguh yang selama ini menjadi identitas Hilux.
Menariknya, ide pengujian tersebut disebut muncul setelah Toyota meminta pengguna Reddit memberikan masukan mengenai cara menguji Hilux terbaru.
Usulan menjatuhkan karavan akhirnya dipilih.
Tidak berhenti di situ, Toyota juga melakukan pengujian lain dengan menghantam Hilux EV menggunakan bola penghancur berbobot sekitar 1.000 kilogram.
Dua pengujian tersebut menjadi interpretasi modern terhadap aksi ekstrem yang pernah dilakukan TopGear pada Hilux lawas.
Rusak, tetapi Tidak Tumbang
Tentu saja, hasil pengujian ini tidak berarti Hilux EV kebal terhadap kerusakan.
Karavan seberat 760 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 9 meter tetap meninggalkan bekas. Atap penyok, kaca depan pecah, dan bagian bak mengalami deformasi.
Namun, struktur utama kabin masih bertahan dan kendaraan tetap mampu bergerak setelah benturan.
Di sinilah letak menariknya pengujian tersebut.
Toyota tidak sekadar mengulang adegan nostalgia dari TopGear. Pabrikan Jepang itu mencoba menunjukkan bahwa ketika Hilux memasuki era elektrifikasi, karakter tangguh yang sudah melekat selama puluhan tahun tetap menjadi bagian penting dari pengembangannya.
Dari Hilux diesel yang dulu dicoba “dibunuh” Jeremy Clarkson hingga Hilux EV yang dijatuhi karavan 760 kg, satu hal tampaknya belum berubah: Toyota masih ingin Hilux dikenal sebagai kendaraan yang sulit menyerah.



