Mobil

Bukti Teknologi Jadi Ancaman Bagi Industri Otomotif, Jaguar Land Rover Sampai Tutup Pabrik Sementara

Moveroad – Trend teknologi di dunia, memiliki dua sisi berbeda khususnya di industri otomotif. Selain memudahkan dan membantu produsen hingga mobil yang dipasarkan, sisi lain ternyat juga jadi ancaman bagi industri otomotif itu sendiri. 

Salah satunya raksasa otomotif asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), tengah menghadapi masalah serius setelah terkena serangan siber yang memaksa perusahaan menghentikan sebagian besar sistem internalnya. 

Akibat dari kemajuan teknologi tersebut, ancaman teknologi untuk mengirimkan ganngguan jarak jauh berdampak langsung pada aktivitas produksi hingga distribusi kendaraan di berbagai negara.

Baca Juga: GAC Indonesia Pamer Teknologi yang Jadi Keunggulan AION UT 

Kabar tersebut seperti dilansir Carscoops Selasa (9/9) terungkap lewat pengumuman resmi di bursa saham Mumbai, India, pada Senin malam waktu setempat. JLR mengonfirmasi bahwa serangan ini menyebabkan gangguan besar pada operasional global, termasuk pabrik di Halewood, Inggris, di mana para pekerja bahkan diminta untuk tidak masuk kerja sementara waktu.

Sistem Ditutup untuk Mitigasi

Dalam pernyataannya, Jaguar Land Rover menjelaskan telah mengambil langkah cepat dengan mematikan sistem secara proaktif guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Kami bekerja secepat mungkin untuk memulihkan aplikasi global dengan cara yang terkontrol. Saat ini belum ada bukti data pelanggan dicuri,” tulis pihak JLR.

Baca Juga: Tanamkan Mesin Hybrid, Mobil Legendaris Honda Prelude Meluncur di Jepang 

Meski demikian, aktivitas ritel dan manufaktur tetap terganggu, menambah beban perusahaan yang sebelumnya sudah menghadapi tahun sulit.

Tahun Berat untuk JLR

Serangan siber ini datang di saat yang tidak tepat. Jaguar Land Rover memang tengah berada dalam masa penuh tantangan. Produksi mobil Jaguar saat ini berhenti total, sementara brand juga menuai kritik pedas pada akhir 2024 akibat kampanye iklan kontroversial.

Masalah kian kompleks setelah Presiden AS Donald Trump pada April 2025 menetapkan tarif 25 persen untuk mobil dan suku cadang impor. Hal tersebut membuat JLR menghentikan sementara pengiriman mobil baru ke pasar Amerika Serikat—padahal kawasan tersebut menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan 430.000 unit sepanjang Maret 2023–Maret 2024.

Ancaman Serius bagi Industri Otomotif

Kasus Jaguar Land Rover ini menegaskan bahwa serangan siber kini menjadi ancaman nyata bagi industri otomotif global. Tidak hanya pabrikan teknologi atau perbankan, produsen mobil pun rentan dilumpuhkan oleh peretasan yang menargetkan sistem vital perusahaan.

Bava Juga: Suzuki Fronx Bukan SUV Kaleng-kaleng, Baru Meluncur Sudah Sabet 3 Penghargaan Otomotif

Jika gangguan ini berlangsung lama, dikhawatirkan akan menekan rantai pasok sekaligus memperlambat pengiriman kendaraan ke konsumen di berbagai negara.

Related Articles

Back to top button