Mobil

Resmikan Pabrik di Indonesia, Mimpi Vinfast Malah Pupus di Negara Adidaya

Moveroad — VinFast resmikan fasilitas pabrik di Indonesia hari ini Senin (15/12/25) di Subang, Jawa Barat. Namun jalan mulus VinFast, tak seperti di Indonesia. Salah satunya di negara adidaya, produsen otomotif Vietnam malah pupus harapan memasarkan mobilnya. 

VinFast termasuk salah satu produsen otomotif, yang berambisi besar untuk menembus pasar otomotif Amerika Serikat kini menghadapi kenyataan pahit. Pabrikan kendaraan listrik asal Vietnam itu secara terbuka mengakui bahwa tarif impor dan ketidakstabilan pasar EV di AS telah memaksa mereka mengendurkan strategi ekspansi di Negeri Paman Sam.

Upaya VinFast membangun eksistensi di Amerika, yang sempat digadang-gadang sebagai langkah strategis global, justru diwarnai penjualan yang lesu, berkurangnya jaringan dealer, serta target ekspansi yang semakin sulit tercapai.

Penjualan Anjlok, Jauh dari Harapan Awal

Data registrasi kendaraan menunjukkan performa VinFast di AS masih jauh dari kata memuaskan. Bahkan berdasarkan laporan dikutip Carscoops, sepanjang 10 bulan pertama tahun 2025, hanya 1.413 unit mobil VinFast yang tercatat terdaftar di Amerika Serikat. Angka ini turun 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: The Party in Mo7ion Cara VinFast Ajak Generasi Muda All Out Mengejar Passion Lewat VF 7

Ironisnya, penurunan tersebut terjadi di saat total penjualan kendaraan listrik di AS justru tumbuh sekitar 11 persen pada periode yang sama. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tantangan VinFast bukan hanya soal pasar, melainkan juga daya saing merek dan produk.

Saat ini, VinFast hanya memasarkan VF 8 dan VF 9 di AS. Padahal sebelumnya, perusahaan sempat menggulirkan rencana ambisius untuk menghadirkan VF 3, hingga bahkan pickup listrik, yang kini dinilai semakin sulit direalisasikan.

Jaringan Dealer Menyusut, Banyak Lokasi Tanpa Stok

Masalah VinFast di Amerika tidak berhenti di penjualan. Jaringan dealer yang menjadi tulang punggung distribusi juga mengalami tekanan serius. Berdasarkan laporan industri, kini VinFast hanya memiliki kurang dari dua lusin dealer aktif di seluruh AS, dan jumlah tersebut terus menyusut.

Beberapa dealer tutup sepanjang 2025, termasuk satu lokasi pada Juli, satu lagi pada November, serta satu dealer di North Carolina yang dijadwalkan berhenti beroperasi sebelum akhir tahun. Dari sekitar 22 dealer aktif, hanya 17 dealer yang memiliki unit kendaraan di lokasi, dengan mayoritas stok kurang dari 15 unit.

Bahkan, terdapat dealer di Florida yang hanya memiliki satu unit VF 8 model tahun 2024, dengan banderol harga mencapai USD 52.910. Kondisi ini mempertegas lemahnya suplai dan rendahnya permintaan pasar.

Pabrik AS Tertunda Hingga 2028

Kendala lain datang dari sisi manufaktur. VinFast sempat meresmikan peletakan batu pertama pabrik perakitan di North Carolina pada 2023, dengan target produksi dimulai setahun kemudian. Namun rencana tersebut gagal terealisasi.

Pembangunan pabrik kini dihentikan sementara, dan jadwal operasionalnya diundur hingga 2028. Penundaan ini menjadi sinyal kuat bahwa ekspansi jangka panjang VinFast di AS sedang dalam fase evaluasi besar-besaran.

VinFast Akui Rem Ekspansi

Ketua VinFast, Thuy Thu Le, secara terbuka menyatakan bahwa perusahaan memilih menahan laju ekspansi hingga kondisi pasar lebih stabil.

“Dengan situasi tarif dan ketidakstabilan pasar kendaraan listrik, kami perlu melihat bagaimana kondisi ini berkembang sebelum kembali mendorong ekspansi di Amerika Serikat,” ujar Thuy.

Baca juga: VinFast Percepat Ekspansi di Indonesia, Gandeng 5 Raksasa Otomotif untuk Perkuat Layanan EV Nasional

Ia menegaskan bahwa untuk saat ini VinFast tidak berencana membuka dealer baru, dan akan fokus membina hubungan dengan jaringan yang sudah ada agar bisa mencapai profitabilitas lebih cepat.

Kasus VinFast menjadi gambaran nyata bahwa pasar otomotif Amerika Serikat merupakan medan yang sangat kompetitif, bahkan bagi pemain EV baru yang didukung investasi besar. Tantangan regulasi, tarif, persepsi kualitas, hingga loyalitas merek menjadi faktor krusial yang tidak mudah ditembus dalam waktu singkat.

Bagi VinFast, langkah mengerem ekspansi di AS bisa menjadi strategi realistis untuk menata ulang pendekatan globalnya. Namun di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan mimpi VinFast di pasar otomotif terbesar kedua dunia tersebut.

Related Articles

Back to top button