Mobil

Melawan Arus Elektrifikasi, GWM Pilih Kembangkan Mesin V8 4.0 Liter

Moveroad – Di tengah derasnya arus elektrifikasi industri otomotif global, Great Wall Motor (GWM) justru mengambil langkah berani dan tak lazim. Pabrikan asal Tiongkok tersebut memamerkan mesin V8 4.0 liter hasil pengembangan internal pada ajang CES 2026, menandai komitmennya terhadap mesin pembakaran internal berperforma tinggi di era kendaraan listrik.

Kehadiran mesin V8 ini menjadi kontras tajam dengan kondisi pasar otomotif Tiongkok, yang saat ini merupakan produsen kendaraan energi baru (BEV dan PHEV) terbesar di dunia, dengan lebih dari separuh penjualan domestik dikuasai kendaraan ramah lingkungan. Mayoritas merek lokal berlomba mengembangkan mobil listrik murni atau plug-in hybrid bermesin kecil demi efisiensi dan kepatuhan regulasi emisi.

Namun, GWM memilih jalur berbeda. Pada 2025, pangsa kendaraan energi baru GWM tercatat 30,49 persen, relatif tertinggal dibanding para rivalnya. Alih-alih mengejar volume EV semata, GWM justru memperkuat identitasnya lewat pengembangan mesin bensin dan diesel berkapasitas besar, yang menjadi fondasi kendaraan flagship mereka.

Baca juga: 11 Aliran Modifikasi Mitsubishi Delica di Tokyo Auto Salon 2026

Teknologi di Balik Mesin V8 GWM

Mesin V8 4.0 liter twin-turbo ini bukan sekadar nostalgia era mesin besar. GWM menyematkan teknologi modern untuk menjaga performa sekaligus efisiensi. Mesin tersebut mengadopsi Miller Cycle, sistem twin turbo dengan intercooler berpendingin air di bagian depan, serta jalur post-boost yang saling terhubung untuk menjaga kestabilan tekanan udara.

Konfigurasinya menggunakan layout mesin depan, dengan opsi viscous fan, serta sistem dual injection yang mengombinasikan direct injection bertekanan 350 bar dan port injection 5,5 bar. Teknologi ini memungkinkan pengaturan beban mesin yang lebih presisi, sekaligus membantu mencegah penumpukan karbon pada ruang bakar.

Untuk menunjang keandalan, GWM juga membekali mesin ini dengan variable-displacement oil pump, yang menyesuaikan suplai oli sesuai kebutuhan kerja mesin, meningkatkan efisiensi dan daya tahan jangka panjang.

Menariknya, mesin V8 ini tidak sepenuhnya berdiri sebagai ICE konvensional. GWM merancangnya agar dapat diintegrasikan ke sistem plug-in hybrid (PHEV). Mesin ini dipasangkan dengan transmisi otomatis 9-percepatan buatan GWM sendiri, lengkap dengan torque converter.

Baca juga: GAC Group Raih Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan Pertama di Tiongkok

Dalam konfigurasi hybrid, motor listrik dapat ditempatkan di antara mesin dan transmisi, berfungsi meningkatkan performa sekaligus menurunkan emisi sebuah pendekatan yang menempatkan V8 sebagai bagian dari strategi elektrifikasi performa, bukan lawannya.

Meski spesifikasi resmi belum diumumkan, mesin ini sebelumnya telah diperlihatkan di Shanghai Auto Show 2025, dengan klaim output sekitar 500 hp. Chairman GWM, Wei Jianjun (Jack Wei), menegaskan bahwa V8 ini akan menjadi jantung powertrain performa tinggi untuk model flagship GWM, khususnya di segmen off-road dan sports car.

Dari SUV Off-Road hingga Supercar

Model pertama yang diprediksi akan mengusung mesin V8 ini adalah Tank 800, SUV body-on-frame yang telah lama dinantikan dan diposisikan sebagai flagship off-roader GWM. Tak berhenti di sana, GWM juga mengonfirmasi bahwa sports car pertama mereka yang telah digoda lewat teaser di Tiongkok akan memanfaatkan mesin V8 tersebut untuk menantang dominasi performa lokal, termasuk BYD Yangwang.

Lebih jauh, GWM bahkan mengeksplorasi ide mobil bergaya vintage yang terinspirasi dari Packard Super 8 One-Eighty, menunjukkan bahwa mesin V8 ini disiapkan untuk berbagai karakter kendaraan, dari modern ekstrem hingga klasik elegan.

Pesan Kuat dari Amerika

Pemilihan Amerika Serikat pasar yang identik dengan budaya V8 sebagai lokasi debut internasional mesin ini bukan kebetulan. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa GWM percaya diri dengan kualitas dan daya saing produknya di panggung global.

Selain mesin V8, GWM juga memamerkan beragam teknologi dan produk lain di CES 2026, termasuk platform PHEV Hi4-Z, baterai liquid-solid, sepeda motor Souo S2000 CL, serta lini kendaraan Wey 07 (Lanshan), Wey G9 (Gaoshan 9), dan Tank 500.

Di saat industri otomotif global semakin seragam menuju elektrifikasi penuh, GWM memilih untuk berbeda. Mesin V8 4.0 liter ini bukan sekadar perlawanan terhadap tren, melainkan pernyataan bahwa emosi, performa, dan karakter mekanis masih memiliki tempat bahkan di era mobil listrik. Sebuah langkah berani yang bisa menjadi pembeda GWM di tengah kompetisi otomotif global yang kian homogen.

Related Articles

Back to top button