Mobil

Harga Jaecoo 7 di Indonesia Paling Murah, Negara Ini Tembus Rp898 Juta

Moveroad – Nama Jaecoo 7 mungkin masih terbilang baru di telinga konsumen Indonesia. Namun di pasar global, khususnya Israel, SUV menengah besutan Chery Group ini justru menjelma menjadi fenomena. Sepanjang 2025, Jaecoo 7 tercatat sebagai mobil terlaris di Israel, mengungguli pemain mapan seperti Hyundai Kona.

Berdasarkan data Israel Vehicle Importers Association (IVIA) yang dirilis pada 2 Januari 2026, sekitar 13.000 unit Jaecoo 7 terjual sepanjang 2025, menempatkannya di posisi puncak penjualan nasional. Hyundai Kona menyusul di posisi kedua dengan penjualan sekitar 12.000 unit.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bagaimana merek asal China kini tidak lagi sekadar alternatif murah, melainkan pemain utama di berbagai pasar otomotif dunia.

Harga Jaecoo 7 di Israel Setara Rp898 Juta

Di Israel, melansir carnewschina, Jaecoo 7 dipasarkan dalam dua varian, yakni mesin bensin dan plug-in hybrid (PHEV). Untuk varian bensin, harga dibuka dari 169.900 NIS atau setara Rp898 Juta, Sementara varian PHEV dibanderol 179.900 NIS atau sekira Rp954 jutaan.

Baca juga: Penjualan OMODA & JAECOO Tembus 43.481 Unit dalam Sebulan, Era Elektrifikasi Makin Nyata?

Angka ini menjadi kontras menarik jika dibandingkan dengan pasar Indonesia, di mana Jaecoo melalui Chery Group diposisikan sebagai SUV premium dengan harga yang relatif lebih kompetitif dibanding banyak negara lain. Artinya, Indonesia justru termasuk salah satu pasar dengan harga Jaecoo paling terjangkau secara global.

Varian bensin Jaecoo 7 mengusung mesin 1.5 liter turbo yang menghasilkan tenaga 147 hp, dipadukan dengan transmisi dual-clutch 7-percepatan (7DCT). Kecepatan puncaknya mencapai 180 km/jam, cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Sementara varian plug-in hybrid tampil jauh lebih impresif. Mengombinasikan mesin 1.5 turbo, motor listrik, dan baterai berkapasitas besar, Jaecoo 7 PHEV mampu mencatatkan jarak tempuh listrik murni hingga 134 km, serta jarak total hingga 1.000 km. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya 5,8 detik, angka yang bahkan melampaui banyak SUV bermesin konvensional.

Mobil China Menguasai Pasar Israel

Dominasi Jaecoo 7 tidak berdiri sendiri. Sepanjang 2025, merek-merek China menjadi penguasa pasar otomotif Israel. Total penjualan mobil merek China mencapai 101.000 unit, menempatkannya di posisi pertama, jauh di atas merek Korea Selatan (52.000 unit) dan Jepang (41.000 unit).

Di segmen kendaraan listrik murni (EV), dominasi China bahkan semakin mutlak dengan pangsa pasar 79,2%, atau sekitar 46.000 unit terjual sepanjang tahun. BYD memimpin dengan penjualan 8.134 unit, disusul Chery di posisi kedua (6.620 unit) dan Xpeng di posisi ketiga (6.114 unit).

Menariknya, dominasi ini terjadi di tengah hubungan bilateral yang cukup sensitif. Meski demikian, China tetap menjadi mitra dagang terbesar kedua Israel setelah Amerika Serikat, dengan nilai ekspor ke Israel mencapai USD 19 miliar pada 2024, naik 18% secara tahunan.

Keberhasilan Jaecoo 7 di Israel memperlihatkan bagaimana SUV asal China kini diterima bukan karena harga murah semata, tetapi karena nilai produk yang utuh: desain modern, teknologi elektrifikasi, dan performa kompetitif.

Bagi Indonesia, fakta bahwa harga Jaecoo masih tergolong paling terjangkau dibanding banyak negara lain bisa menjadi modal besar bagi Chery Group untuk memperluas penetrasi pasar. Terlebih, tren SUV dan elektrifikasi di Tanah Air menunjukkan arah yang semakin sejalan dengan strategi global Jaecoo.

Jika Israel menjadi bukti penerimaan pasar maju, Indonesia berpotensi menjadi basis volume dan pertumbuhan jangka panjang dengan harga yang, setidaknya untuk saat ini, masih menjadi salah satu yang paling bersahabat di dunia.

Related Articles

Back to top button