Mobil

Produsen Mobil Premium Mulai Berkiblat ke Teknologi Otomotif China

Moveroad – Industri otomotif global sedang mengalami perubahan besar. Jika selama puluhan tahun produsen mobil Barat menjadi rujukan teknologi dunia, kini situasinya mulai berbalik. Bahkan beberapa produsen mobil premium mulai mengadopsi teknologi yang dikembangkan perusahaan otomotif China.

Fenomena ini terlihat dari langkah strategis yang dilakukan Mercedes-Benz dalam menghadapi persaingan kendaraan listrik global. Pabrikan mobil mewah asal Jerman tersebut dilaporkan tengah mengembangkan platform mobil listrik baru di China dengan memanfaatkan arsitektur elektronik dari Geely.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh media teknologi China 36Kr, yang menyebut proyek tersebut sebagai salah satu transformasi terbesar dalam sejarah Mercedes-Benz.

Menariknya, untuk pertama kalinya dalam 130 tahun sejarah Mercedes-Benz, pengembangan platform kendaraan global tidak dipimpin dari Jerman, melainkan dari pusat riset perusahaan di China.

Baca juga: Geely Uji Ketahanan Lineup NEV di Kawasan Skandinavia, Tempuh Lebih dari 1.000 Km hingga Samudra Arktik

Dalam struktur baru pengembangan produk, pusat R&D Mercedes-Benz di China akan berperan sebagai markas global pengembangan mobil kompak.

Sementara itu, pusat pengembangan di Jerman akan fokus pada, kendaraan kelas menengah, mobil mewah ukuran besar, model flagship Mercedes-Benz. Perubahan ini memperlihatkan bagaimana China kini berkembang menjadi salah satu pusat inovasi kendaraan listrik dan teknologi otomotif dunia.

Platform “Phoenix” Siap Gantikan MMA

Platform kendaraan listrik baru tersebut memiliki kode nama “Phoenix” dan dirancang untuk menopang berbagai model Mercedes di segmen entry-level secara global.

Jika proyek berjalan sesuai rencana, platform Phoenix akan mulai digunakan sekitar tahun 2030 dan menggantikan platform saat ini Mercedes-Benz MMA platform.

Platform baru ini diproyeksikan menjadi basis bagi sejumlah model populer Mercedes, antara lain, Mercedes-Benz A-Class, Mercedes-Benz B-Class, Mercedes-Benz GLA, Mercedes-Benz GLB, Mercedes-Benz CLA.

Artinya, generasi masa depan dari model-model tersebut berpotensi menggunakan teknologi hasil kolaborasi antara Mercedes dan Geely.

Platform Phoenix kabarnya akan mengintegrasikan arsitektur elektronik milik Geely yakni GEEA 4.0. Arsitektur ini menjadi fondasi penting kendaraan modern karena mengatur berbagai sistem digital kendaraan seperti, sistem infotainment, konektivitas kendaraan, sistem bantuan pengemudi (ADAS), smart cockpit, integrasi software kendaraan. 

Versi sebelumnya, GEEA 3.0, telah digunakan pada SUV listrik Geely Galaxy E5 yang diluncurkan pada 2024 dan berhasil mencatat penjualan lebih dari satu juta unit.

Mercedes Pelajari Efisiensi Teknologi Otomotif China

Menurut sumber internal yang dikutip 36Kr, Mercedes-Benz dalam beberapa tahun terakhir secara aktif mempelajari pendekatan efisiensi biaya dari produsen mobil China.

Salah satu contoh menarik adalah ketika para insinyur Mercedes melakukan teardown analysis terhadap Zeekr 001, mobil listrik premium dari brand milik Geely.

Baca juga: Muncul Lagi! China Larang Produsen Mobil Produksi Bagian Mobil Ini Demi Keselamatan 

Hasilnya cukup mengejutkan. Para insinyur Mercedes mengakui kendaraan tersebut memiliki kualitas teknis yang sangat baik, namun diproduksi dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan mobil Mercedes.

Faktor inilah yang mendorong Mercedes mempelajari pendekatan engineering dari industri otomotif China.

Strategi Baru di Era Kepemimpinan Ola Källenius

Keputusan strategis ini juga berkaitan dengan arah kebijakan perusahaan di bawah kepemimpinan Ola Källenius.

Menurut laporan, Källenius mengadakan sejumlah pertemuan dengan jajaran eksekutif Mercedes pada akhir tahun lalu untuk membahas strategi masa depan perusahaan. Fokus utama diskusi tersebut mencakup, efisiensi biaya pengembangan kendaraan, peningkatan profitabilitas, percepatan pengembangan teknologi EV, penguatan software kendaraan.

Tren Global: Pabrikan Barat Mulai Mengadopsi Teknologi China

Kerja sama antara Mercedes dan Geely bukan satu-satunya kolaborasi lintas negara di industri otomotif. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen otomotif global juga mulai menggandeng perusahaan teknologi kendaraan listrik China.

Seperti beberapa kolaborasi besar antara lain, Volkswagen dengan Xpeng, Stellantis dengan Leapmotor, Renault dengan Geely.

Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam peta industri otomotif global. Jika dahulu China menjadi pasar yang menyerap teknologi Barat, kini perusahaan-perusahaan Barat justru mulai memanfaatkan teknologi kendaraan listrik dan software dari China.

Era Baru Kolaborasi Otomotif Global

Langkah Mercedes-Benz mengembangkan platform EV berbasis teknologi Geely menjadi simbol perubahan besar dalam industri otomotif.

Dengan biaya produksi yang lebih efisien, kemampuan software yang kuat, serta ekosistem kendaraan listrik yang berkembang pesat, China kini menjadi salah satu pusat inovasi otomotif dunia.

Jika platform Phoenix benar-benar diluncurkan pada akhir dekade ini, generasi baru mobil kompak Mercedes berpotensi menjadi produk global pertama yang lahir dari kolaborasi teknologi Eropa dan China dalam skala besar.

Related Articles

Back to top button