Tampang SUV Listrik Racikan Chery Jaguar Land Rover, Mulai Debut Global
Moveroad.id — Dunia otomotif global memasuki babak baru dengan debut resmi Freelander, brand kendaraan energi baru (NEV) hasil kolaborasi strategis antara Chery Automobile dan Jaguar Land Rover. Merek ini menandai model kerja sama baru yang menggabungkan warisan otomotif premium dengan teknologi elektrifikasi modern.
Freelander, yang resmi berdiri sebagai entitas independen pada Juni 2024, akan beroperasi terpisah dari portofolio utama Jaguar Land Rover seperti Range Rover, Defender, Discovery, dan Jaguar, serta lini produk Chery.
Freelander berkantor pusat di Shanghai dengan dukungan jaringan global, termasuk pusat desain di Gaydon, Inggris, pusat desain Shanghai, institut riset di Suzhou, serta fasilitas manufaktur cerdas di Changshu. Seluruh produk akan dikembangkan bersama oleh tim desain global Jaguar Land Rover dan tim lokal China.
Baca juga: Chery Lakukan Investigasi Menyeluruh Insiden Tiggo Cross CSH di Tol Jakarta–Cikampek
Brand ini telah mengantongi izin produksi kendaraan energi baru pada akhir 2025, dengan produksi massal model pertamanya dijadwalkan dimulai akhir 2026 di pabrik Changshu.
Freelander menargetkan ekspansi global cepat setelah debut di China pada paruh kedua 2026. Perusahaan berencana meluncurkan model baru setiap enam bulan, dengan total enam model dalam lima tahun ke depan.
Platform yang dikembangkan mampu mendukung berbagai jenis powertrain, mulai dari full electric (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga range-extended EV, termasuk sistem 800V bertegangan tinggi.
Teknologi Canggih Jadi Andalan
Model pertama Freelander akan dibekali berbagai teknologi mutakhir, di antaranya Sistem intelligent driving hasil kolaborasi dengan Huawei melalui platform Qiankun, LiDAR canggih 896-line dual-optical path untuk ADAS, Chip otomotif terbaru Qualcomm Snapdragon 8397, Baterai “Freevoy” hasil kerja sama dengan CATL, dengan kemampuan supercharging hingga 360 kW.
Selain itu, Freelander memperkenalkan sistem i-ATS intelligent all-terrain yang diklaim mampu beradaptasi otomatis di berbagai kondisi medan, didukung tiga differential lock dan suspensi prediktif.
Sebagai gambaran awal, Freelander memperkenalkan Freelander Concept97. Model ini mengusung desain SUV “boxy” khas off-road dengan sentuhan modern yang lebih dinamis.
Dirancang di bawah arahan Gerry McGovern, Concept97 mempertahankan DNA klasik Freelander dengan interpretasi baru yang lebih youthful. Dimensinya tergolong besar, dengan panjang lebih dari 5.100 mm dan wheelbase di atas 3.000 mm.
Interiornya mengusung konfigurasi 6-penumpang (2+2+2), termasuk kursi baris kedua dengan fitur zero gravity. Kabin juga dilengkapi layar ganda, wireless charging, serta sistem konektivitas canggih.
Nama Freelander sendiri memiliki sejarah panjang dalam keluarga Land Rover. Pertama kali diperkenalkan pada 1997, model ini menjadi pionir SUV monokok kompak dan sempat menjadi SUV terlaris di Eropa selama lima tahun berturut-turut. Setelah berevolusi menjadi Freelander 2 dan kemudian berganti nama menjadi Discovery Sport, lini ini dihentikan sekitar 2015.
Kini, melalui kerja sama strategis yang diteken pada 2024, nama Freelander dihidupkan kembali sebagai brand mandiri berbasis elektrifikasi.
Kehadiran Freelander mencerminkan arah baru industri otomotif global, di mana kolaborasi lintas negara dan integrasi teknologi menjadi kunci dalam menghadirkan kendaraan masa depan.
Dengan kombinasi DNA premium Inggris dan inovasi teknologi China, Freelander berpotensi menjadi pemain baru yang signifikan di segmen SUV elektrifikasi global termasuk membuka peluang ekspansi ke pasar berkembang seperti Asia Tenggara di masa mendatang.



