#Cari_Aman, Wahana Dorong Perempuan Lebih Peduli Safety Riding di Jalan Raya
Moveroad.id – Kesadaran akan keselamatan berkendara menjadi aspek yang semakin krusial di tengah padatnya lalu lintas dan beragamnya kondisi jalan. Bagi pengendara sepeda motor, memahami prinsip safety riding bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Seiring meningkatnya jumlah pengendara perempuan di Indonesia, edukasi keselamatan pun menjadi semakin relevan. Melalui kampanye #Cari_Aman, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) terus mendorong perempuan untuk lebih memahami pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab.
“Perempuan dikenal memiliki kehati-hatian yang tinggi saat berkendara, sehingga berpotensi besar menjadi pelopor keselamatan di jalan. Namun, hal tersebut tetap perlu didukung dengan pemahaman yang benar agar setiap keputusan di jalan selalu mengedepankan prinsip #Cari_Aman,” ujar Agus Sani.
Baca juga: Mudik Lebaran Lebih Aman, Wahana Honda Hadirkan Mudik Balik Bareng Honda (MBBH) 2026
Pendekatan edukatif yang dilakukan WMS bersifat praktis dan mudah diterapkan dalam keseharian. Ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian utama bagi pengendara perempuan:
Perlengkapan Berkendara Wajib Jadi Prioritas
Penggunaan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, serta sepatu tertutup merupakan fondasi utama dalam berkendara aman. Selain melindungi dari cedera, perlengkapan ini juga meningkatkan rasa percaya diri saat berada di jalan.
Pilihan Outfit yang Tepat
Pemilihan pakaian turut memengaruhi keselamatan. Rok yang terlalu pendek atau ketat dapat menghambat pergerakan dan berisiko saat mengendarai motor. Celana yang nyaman dan fleksibel menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kontrol kendaraan.
Komunikasi di Jalan Lewat Lampu Sein
Lampu sein bukan sekadar fitur, melainkan alat komunikasi penting antar pengguna jalan. Penggunaan yang tepat sebelum berbelok atau berpindah jalur dapat mengurangi potensi kecelakaan.
Disiplin Terhadap Rambu Lalu Lintas
Kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci menciptakan ketertiban dan keselamatan bersama. Dengan mematuhi rambu, pengendara tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada teknik berkendara, tetapi juga pada kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Ketika disiplin dan kepedulian diterapkan secara konsisten, potensi risiko dapat ditekan secara signifikan dan semangat #Cari_Aman bisa menjadi kebiasaan,” tambahnya.
Selain perilaku berkendara, kondisi kendaraan juga harus diperhatikan melalui pemeriksaan rutin agar tetap dalam kondisi optimal. WMS sendiri terus memperluas edukasi safety riding bagi perempuan melalui pelatihan langsung maupun kampanye digital.
Dengan memanfaatkan berbagai platform komunikasi, pesan keselamatan diharapkan dapat menjangkau lebih luas dan membangun kesadaran kolektif. Melalui komitmen ini, WMS ingin mendorong perempuan untuk menjadikan #Cari_Aman sebagai bagian dari gaya hidup berkendara sehari-hari demi keselamatan diri dan sesama pengguna jalan.



