Fakta Ciamik Soal Teknologi Ling Power dan DHT pada Wuling Eksion PHEV Varian EX
Moveroad.id – Keberhasilan Wuling Eksion PHEV menyelesaikan rute jarak jauh Yogyakarta menuju Jakarta via jalur selatan sepanjang 601 kilometer memicu rasa penasaran publik mengenai rahasia dapur pacunya. Selama pengujian ekstrem tersebut, sorotan utama tertuju pada performa teknologi Ling Power yang menjadi otak sekaligus penggerak utama dari SUV 7-seater andalan Wuling Motors ini.
Sistem mekanis ini dirancang secara khusus untuk menyatukan dua dunia, yakni performa instan khas mobil listrik dengan fleksibilitas daya jelajah tinggi dari mesin pembakaran internal konvensional (ICE).
Sistem penggerak Plug-in Hybrid pada Wuling Eksion varian EX bukanlah rakitan komponen standar biasa. Di dalam kap mesinnya, tertanam arsitektur canggih terintegrasi yang terdiri dari beberapa komponen utama berkekuatan tinggi.
Baca Juga: SUV Keluarga 7-Seater Pilihan Baru, Wuling Eksion Resmi Mengaspal di Bekasi!
Seluruh daya dari mesin bensin dan motor listrik tersebut disalurkan menuju roda penggerak melalui sistem transmisi pintar bernama Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Teknologi transmisi ini bertugas mengatur rasio pembagian daya secara mekanis dengan tingkat friksi yang sangat minim.
Fleksibilitas Pengaturan, Kombi Driving Mode & Energy Mode
Salah satu keunggulan mutlak yang dirasakan para jurnalis saat melintasi variasi jalur pegunungan Bandung dan trek lurus Tol Cikampek adalah kebebasan dalam memanipulasi karakter berkendara mobil melalui kombinasi mode yang sangat komprehensif.
Pengemudi dapat memilih mode Eco untuk efisiensi maksimal di kemacetan, mode Normal untuk komuter harian yang seimbang, atau mode Sport ketika membutuhkan respons agresif saat menyalip kendaraan besar di tanjakan.
Tersedia mode EV Max dan EV First untuk memaksimalkan daya baterai hingga jarak 125 km tanpa emisi. Sementara mode Hybrid secara otomatis memadukan kedua motor, dan mode Fuel Priority bertugas menjaga kapasitas daya baterai tetap penuh dengan memaksimalkan kerja mesin bensin sebagai generator.
Keunggulan Transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT)
Sering kali pada mobil hybrid konvensional, perpindahan antara motor listrik ke mesin bensin terasa tersendat (lag) atau memicu hentakan yang tidak nyaman di dalam kabin. Namun, hal tersebut mampu dieliminasi oleh Wuling Eksion berkat integrasi DHT yang presisi.
“Rekan media dapat merasakan langsung bagaimana teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara. Selain itu, berbagai pengaturan yang tersedia memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan karakter mobil dengan jalan yang dilalui sehingga pengalaman berkendara tetap nyaman dan optimal sepanjang perjalanan,” jelas Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors.
Sistem DHT ini secara simultan mendeteksi tekanan pedal gas, kecepatan roda, dan sisa daya baterai untuk menyambungkan atau memutuskan kopling mekanis mesin bensin secara halus (seamless). Hasilnya, distribusi tenaga ke roda depan tetap terasa padat tanpa ada jeda kehilangan traksi.
Baca Juga: Wuling Serahkan Unit Eksion ke Konsumen, Egy Maulana Vikri Pilih Varian PHEV!
Uji jalan jarak jauh 601 km telah menguliti kualitas sesungguhnya dari teknologi Ling Power milik Wuling Eksion PHEV. Sinergi antara mesin 1.5L dedicated hybrid, motor listrik 145 kW, serta transmisi cerdas DHT terbukti mampu memberikan solusi mobilitas ganda: menjadi mobil listrik murni yang senyap di dalam kota, sekaligus menjelma menjadi SUV penjelajah yang bertenaga dan super irit saat ditantang melibas rute antarprovinsi.



