Mobil

Bus Medium Hino GB 150 AT Transmisi Otomatis Resmi Diserahkan ke Laskad Trans

Moveroad.id – Kerasnya karakter aspal dan topografi ekstrem di lintas Pulau Sumatera menjadi ujian paling sahih bagi ketangguhan armada bus komersial. Di wilayah dengan intensitas mobilitas darat yang sangat tinggi ini, keandalan mesin dan efisiensi biaya operasional menjadi harga mati bagi kelangsungan bisnis Perusahaan Otobus (PO). 

Memahami kebutuhan tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperkuat dominasinya lewat penyerahan unit sasis Bus Medium Hino GB 150 AT Euro4 kepada CV Ekspedisi Kanisha (Laskad Trans), operator transportasi terkemuka asal Palembang, Sumatera Selatan.

Prosesi serah terima unit ini dilakukan langsung oleh Guntur Budiana selaku Bus Department Head HMSI kepada Junaidi, Owner CV Ekspedisi Kanisha (Laskad Trans). Penyerahan ini turut dikawal oleh PT Citra Lestari Mobilindo (CLM), dealer resmi Hino wilayah Sumatera Selatan yang bertindak sebagai garda depan penyedia layanan purnajual dan dukungan teknis di lapangan.

Baca juga: Sinkronisasi Dunia Pendidikan dan Industri, Hino Serahkan Truk Hino 300 untuk Kelas Industri SMKN 5 Makassar

Solusi Matik Pertama di Kelasnya: Menjinakkan Jalur Antarkota dan Pariwisata

Langkah Laskad Trans meminang armada ini didasari oleh rekam jejak Hino yang telah lama menjadi “raja jalanan” di Sumatera. Namun, varian GB 150 AT ini membawa pemutakhiran krusial yang ramah terhadap kenyamanan pengemudi dan penumpang, yakni penggunaan transmisi otomatis.

“Kami memilih Hino karena kualitasnya sudah terbukti dan telah dipercaya oleh banyak operator bus di Sumatera. Dalam bisnis transportasi, kendaraan harus siap beroperasi setiap hari dengan biaya yang tetap efisien. Hino mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” ungkap Junaidi.

Di atas kertas, Bus Medium Hino GB 150 AT dibekali dapur pacu tangguh berupa mesin Common Rail Euro4 dengan kode N04C-WK berkapasitas $4.009\text{ cc}$. Jantung mekanis ini sanggup memuntahkan tenaga sebesar 150 PS serta torsi puncak 42,8 kgm.

Penyematan transmisi otomatis 6-percepatan pada sasis ini menjadi game changer di kelas bus medium. Selain memangkas tingkat kelelahan pengemudi secara signifikan saat menghadapi kemacetan kota atau jalur menanjak, sistem transmisi ini dirancang cerdas untuk menjaga perpindahan gigi tetap berada di rentang RPM optimal, sehingga konsumsi solar tetap terjaga efisien.

Konstruksi Lincah untuk Manuver Tajam

Dengan nilai Gross Vehicle Weight (GVW) mencapai 8 ton dan jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 3.870 mm, sasis ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi perusahaan karoseri untuk membangun bodi bus pariwisata maupun armada shuttle antarkota yang lega.

Keunggulan lain yang patut diapresiasi dari sasis ini adalah radius putarnya yang ringkas. Karakteristik ini membuat bus sangat lincah saat harus bermanuver di tikungan patah khas jalur lintas tengah Sumatera, ataupun saat membelah jalur perkotaan yang padat.

“Kepercayaan pelanggan merupakan pencapaian terbesar bagi Hino. Kami memahami bahwa bagi perusahaan otobus, armada bukan hanya aset, tetapi bagian penting dalam melayani mobilitas masyarakat. Karena itu kami terus menghadirkan kendaraan yang andal dengan biaya operasional kompetitif,” pungkas Guntur Budiana, Bus Dept Head HMSI.

Keputusan Hino untuk memadukan mesin standar emisi Euro4 dengan transmisi otomatis pada sasis medium adalah langkah yang sangat visioner. Selama ini, bus medium dengan transmisi manual kerap dikeluhkan melelahkan saat harus melintasi jalur padat.

Related Articles

Back to top button