Produsen Mobil Tiongkok Ini Gunakan Panas Matahari, Klaim Mampu Beri Tambahan Jarak Tempuh 80 Kilometer
Moveroad.id – Produsen mobil mewah asal Tiongkok, Hongqi, mencatatkan langkah baru dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik. Merek di bawah naungan FAW Group tersebut berhasil mengembangkan prototipe sunroof tenaga surya berbasis teknologi photovoltaic (PV) perovskite yang diklaim sebagai yang pertama di industri otomotif.
Teknologi tersebut dipasang pada SUV listrik Hongqi EHS7, yang di pasar domestik Tiongkok dikenal sebagai Hongqi Tiangong 08.
Berbeda dengan panel surya konvensional, Hongqi tidak menggunakan material silikon kristalin. Sebagai gantinya, tim riset dan pengembangan perusahaan mengintegrasikan material perovskite ke dalam panel kaca panoramic sunroof.
Baca Juga: Mengusung Estetika Timur Modern, Hongqi E-HS9 Hadirkan SUV Listrik Mewah 6-Seater di Indonesia
Langkah ini membuka peluang baru bagi kendaraan listrik untuk menghasilkan energi secara mandiri langsung dari permukaan bodi kendaraan.
Sunroof Hongqi Bisa Hasilkan Daya 300 Watt
Dalam kondisi sinar matahari yang mencukupi, prototipe atap surya Hongqi mampu menghasilkan tenaga secara real-time hingga 300 watt.
Menurut informasi yang dibagikan Hongqi, sistem photovoltaic tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 400 kWh energi bersih dalam satu tahun.
Baca Juga: Hongqi Resmi Masuk Indonesia, Bawa Warisan 68 Tahun dan E-HS9 sebagai Flagship SUV Listrik
Energi yang dihasilkan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem kelistrikan kendaraan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan perangkat bertegangan rendah.
Beberapa sistem yang dapat didukung antara lain, Sistem pendingin atau AC, Kulkas kendaraan, Sentry mode, Sistem kelistrikan bertegangan rendah lainnya.
Dengan demikian, energi matahari dapat membantu mengurangi penggunaan daya dari baterai utama untuk kebutuhan pendukung kendaraan.
Kenapa Hongqi Memilih Teknologi Perovskite?
Penggunaan panel surya pada kendaraan sebenarnya bukan ide baru. Konsep tersebut telah dikembangkan sejak puluhan tahun lalu dan bahkan mulai diterapkan pada sejumlah kendaraan produksi massal.
Namun, teknologi panel surya konvensional memiliki sejumlah keterbatasan ketika dipasang pada kendaraan.
Salah satunya adalah penggunaan silikon kristalin, yang relatif lebih kaku dan rapuh. Material tersebut juga sulit diaplikasikan pada permukaan kendaraan yang memiliki bentuk melengkung.
Hongqi kemudian memilih material berbasis perovskite, yaitu material yang dapat dibuat lebih tipis, ringan, dan fleksibel.
Karakter tersebut membuat teknologi photovoltaic perovskite lebih memungkinkan untuk diterapkan pada permukaan kendaraan seperti panoramic sunroof.
Selain fleksibel, material perovskite juga diklaim memiliki sejumlah keunggulan lain, seperti, Bobot lebih ringan, Struktur lebih tipis, Fleksibel, Memiliki efisiensi konversi fotoelektrik tinggi, Dapat dibuat dalam berbagai pilihan warna, Berpotensi memiliki biaya produksi lebih rendah
Tantangan: Rentan terhadap Air, Oksigen dan Sinar UV
Meski menawarkan sejumlah keunggulan, penerapan teknologi perovskite pada kendaraan bukan tanpa tantangan.
Hongqi mengungkapkan bahwa material perovskite memiliki sensitivitas terhadap beberapa faktor lingkungan, termasuk, Air, Oksigen, Paparan radiasi ultraviolet atau UV
Tantangan lainnya adalah proses integrasi panel photovoltaic ke dalam permukaan kaca kendaraan yang melengkung.
Karena itu, pengembangan teknologi ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan listrik, tetapi juga bagaimana material tersebut dapat bertahan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.
Mobil harus menghadapi perubahan suhu, hujan, kelembapan, getaran, paparan sinar matahari, hingga proses pencucian kendaraan.
Dipasang pada Hongqi EHS7 atau Tiangong 08
Prototipe pertama photovoltaic sunroof ini dipasang pada Hongqi EHS7.
SUV listrik tersebut dipasarkan di Tiongkok dengan nama Hongqi Tiangong 08 dan merupakan SUV listrik lima penumpang berukuran besar.
Dimensi kendaraan ini mencapai:
| Parameter | Spesifikasi |
| Panjang | 4.925 mm |
| Lebar | 1.950 mm |
| Tinggi | 1.680 mm |
| Konfigurasi | 5 Penumpang |
| Tenaga Maksimum | 253 kW / 339 hp |
| Jarak Tempuh | Hingga 475 km WLTP |
Pemasangan panel surya pada panoramic sunroof menjadi tahap awal dalam strategi Hongqi untuk mengintegrasikan teknologi photovoltaic ke kendaraan listrik masa depannya.
Target Berikutnya: Kap Mesin Juga Jadi Panel Surya
Hongqi tidak ingin berhenti hanya pada bagian panoramic sunroof.
Ke depan, perusahaan berencana mengintegrasikan elemen photovoltaic berbasis perovskite ke bagian bodi lainnya, termasuk kap mesin.
Jika teknologi tersebut dapat diterapkan secara lebih luas pada permukaan kendaraan, Hongqi memperkirakan mobil dapat menghasilkan hingga 10 kWh listrik per hari.
Jumlah energi tersebut diklaim cukup untuk memberikan tambahan jarak tempuh hingga 80 km per hari.
Menurut data internal Hongqi, angka tersebut berpotensi memenuhi lebih dari 85 persen kebutuhan perjalanan harian pengguna mobil di Tiongkok.
Namun, klaim tambahan jarak tempuh tersebut masih merupakan target pengembangan teknologi di masa depan, bukan kemampuan dari prototipe sunroof 300 watt yang saat ini telah diperkenalkan.
Hongqi juga belum mengumumkan kapan teknologi panel surya berbasis perovskite ini akan masuk ke kendaraan produksi massal.
Hongqi Genjot Teknologi Mobil Listrik
Pengembangan sunroof tenaga surya ini menjadi bagian dari langkah Hongqi untuk memperkuat posisinya di segmen kendaraan listrik.
Sebelumnya, Hongqi juga disebut tengah menyiapkan berbagai teknologi baru untuk generasi kendaraan listrik berikutnya.
Salah satunya adalah rencana penggunaan teknologi flash charging yang memungkinkan pengisian baterai dari 10 persen hingga 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit.
Hongqi juga diketahui telah memulai pengujian kendaraan prototipe dengan baterai solid-state berkapasitas energi 380 Wh/kg.
Berbagai pengembangan tersebut menunjukkan ambisi Hongqi untuk tidak hanya mengandalkan desain dan kemewahan, tetapi juga membangun kapabilitas teknologi di era elektrifikasi.
Bagi industri kendaraan listrik, teknologi atap surya Hongqi menarik untuk diperhatikan. Jika masalah ketahanan material, efisiensi, dan biaya produksi dapat diatasi, permukaan kendaraan di masa depan berpotensi tidak lagi hanya berfungsi sebagai elemen desain.
Atap, kap mesin, dan bahkan panel bodi bisa berubah menjadi sumber energi tambahan.
Namun, satu hal yang perlu dicatat, kemampuan menghasilkan 300 watt dan 400 kWh energi per tahun dari prototipe sunroof saat ini berbeda dengan target ambisius 10 kWh per hari atau tambahan jarak tempuh hingga 80 km.
Untuk mencapai angka tersebut, Hongqi berencana memperluas penggunaan panel photovoltaic ke area bodi kendaraan yang jauh lebih besar.



