Produsen Motor Honda Sebar Tips Berkendara Saat Hujan Abu Vulkani
Moveroad.id – Hujan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko saat berkendara. Partikel abu yang terbawa udara maupun menempel di permukaan jalan berpotensi mengganggu jarak pandang, mengiritasi mata dan saluran pernapasan, hingga memengaruhi daya cengkeram ban.
Karena itu, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan perlengkapan serta kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.
Namun, bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar tetap Cari Aman di tengah kondisi hujan abu vulkanik.
Baca juga: Begini Cara Membersihkan Abu Vulkanik Krakatau di Mobil
Persiapkan Diri dan Kendaraan
Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap. Gunakan helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi wajah dan mata dari paparan abu.
Pengendara juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan untuk memberikan perlindungan terhadap iritasi mata akibat paparan langsung abu vulkanik.
Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Abu vulkanik yang menempel dapat mengganggu pandangan. Hindari membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu bersifat abrasif dan berpotensi menggores permukaannya.
Baca juga: AHRT Bidik Hasil Positif di ARRC Sepang 2026, Rheza hingga Adenanta Siap Tempur di Malaysia
Selain perlengkapan berkendara, kondisi sepeda motor juga harus diperiksa. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta mesin berfungsi dengan baik.
Komponen kendaraan yang berkaitan dengan sistem penyaring udara juga perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.
Sebelum berangkat, pengendara sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan.
Kurangi Kecepatan dan Perlebar Jarak Aman
Saat berkendara di tengah hujan abu vulkanik, kecepatan kendaraan sebaiknya dikurangi. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.
Pengendara juga perlu menghindari manuver atau pengereman secara tiba-tiba. Kendalikan kendaraan dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan.
Jarak aman dengan kendaraan lain juga sebaiknya diperbesar untuk memberikan waktu reaksi yang lebih panjang apabila terjadi kondisi tidak terduga.
Jangan Memaksakan Diri Jika Kondisi Memburuk
Apabila hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.
Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari tempat yang aman untuk menepi.
Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika abu masih dalam kondisi pekat. Setelah berada di tempat aman, tunggu hingga kondisi memungkinkan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Periksa Kondisi Motor Setelah Terpapar Abu
Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah pengendara tiba di tujuan. Sepeda motor yang terpapar abu vulkanik perlu diperiksa, terutama pada bagian filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.
Jika terdapat penurunan performa setelah kendaraan terpapar abu, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.
Pada bagian bodi, hindari langsung menggosok permukaan kendaraan dalam kondisi kering. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati untuk menghilangkan partikel abu.
Langkah tersebut penting karena abu vulkanik memiliki sifat abrasif yang dapat menimbulkan goresan pada permukaan bodi apabila digosok saat masih menempel.
Utamakan Keselamatan Saat Hujan Abu
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri ketika terjadi hujan abu vulkanik.
Menurutnya, potensi bahaya perlu diprediksi sedini mungkin agar pengendara dapat melakukan antisipasi sebelum kondisi menjadi lebih berisiko.
“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.
Dengan persiapan yang tepat dan kewaspadaan lebih tinggi, risiko berkendara di tengah hujan abu vulkanik dapat diminimalkan. Namun, ketika kondisi sudah tidak memungkinkan, menghentikan perjalanan dan mencari tempat aman tetap menjadi pilihan utama.



