Abu Vulkanik Ganggu Visibilitas, Ini 6 Tips Aman Berkendara Motor
Moveroad.id – Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik yang terbawa angin tidak hanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan dan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas menggunakan sepeda motor.
Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara dan terhirup. Paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
Dari sisi keselamatan berkendara, abu vulkanik yang menempel di permukaan jalan juga dapat mengurangi daya cengkeram ban. Kondisi tersebut, ditambah jarak pandang yang berkurang ketika abu cukup pekat, dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kendaraan, Isuzu Ingatkan Pentingnya Cek Filter Udara
Karena itu, Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui tim Safety Riding Promotion (SRP), mengingatkan pengendara untuk tetap menerapkan prinsip #Cari_Aman ketika harus berkendara dalam kondisi tersebut.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan keselamatan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis pengendara, tetapi juga pada kemampuan membaca dan mengantisipasi risiko yang berasal dari lingkungan.
“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Agus.
Berikut enam hal yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor ketika menghadapi kondisi jalan dan lingkungan yang terpapar abu vulkanik.
1. Gunakan Helm dengan Visor Tertutup
Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi wajah dan mata dari partikel abu yang beterbangan.
Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi sekaligus mengganggu konsentrasi ketika berkendara. Karena itu, pastikan visor dalam kondisi bersih, tidak rusak, dan tetap memberikan pandangan yang jelas.
2. Gunakan Masker, Utamakan N95
Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil sehingga berpotensi terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Pengendara disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95. Pastikan masker terpasang dengan benar dan menutup hidung serta mulut untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
3. Kurangi Kecepatan
Ketika permukaan jalan terpapar abu vulkanik, pengendara perlu menyesuaikan kecepatan. Abu dapat membuat permukaan jalan lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.
Mengurangi kecepatan memberikan waktu lebih banyak kepada pengendara untuk membaca kondisi jalan sekaligus membantu menjaga kontrol sepeda motor ketika melintas di permukaan yang kurang ideal.
4. Tambah Jarak Aman
Jarak aman dengan kendaraan di depan sebaiknya ditambah ketika kondisi jalan terdampak abu vulkanik.
Permukaan jalan yang licin dapat membuat proses pengereman membutuhkan jarak lebih panjang. Dengan memberikan ruang yang lebih besar, pengendara memiliki waktu untuk bereaksi apabila kendaraan di depan melakukan pengereman atau terjadi perubahan situasi secara tiba-tiba.
5. Hindari Pengereman dan Manuver Mendadak
Permukaan jalan yang tertutup abu dapat memiliki tingkat kelicinan berbeda dibandingkan kondisi normal. Karena itu, pengereman maupun perubahan arah secara tiba-tiba sebaiknya dihindari.
Lakukan pengereman secara bertahap dan kendalikan perubahan arah dengan gerakan yang halus. Cara tersebut membantu menjaga keseimbangan sepeda motor sekaligus mengurangi risiko ban kehilangan traksi.
6. Jangan Memaksakan Perjalanan Jika Pandangan Terganggu
Jika paparan abu semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan.
Segera kurangi kecepatan dan cari tempat yang aman untuk berhenti. Jika memungkinkan, berlindung di area tertutup hingga kondisi lingkungan kembali lebih aman untuk melanjutkan perjalanan.
“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angin begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” lanjut Agus.
WMS bersama tim SRP secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara, termasuk ketika menghadapi kondisi lingkungan yang berubah.
Dalam situasi seperti paparan abu vulkanik, pengendara dituntut tidak hanya mengandalkan kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga mampu membaca kondisi sekitar dan mengambil keputusan secara tepat.
Menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.



