Tips

Mobil Bekas Murah Jangan Langsung Tergiur, Waspadai Modus Penipuan Segitiga

Moveroad.id – Harga mobil bekas yang jauh lebih murah dari pasaran memang sulit untuk diabaikan. Namun, calon pembeli sebaiknya tidak buru-buru tergiur, terutama ketika transaksi dilakukan secara online.

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penipuan segitiga mobil bekas. Dalam modus ini, pelaku memanfaatkan hubungan antara pemilik kendaraan dan calon pembeli untuk mendapatkan uang tanpa harus memiliki mobil yang ditawarkan.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan modus tersebut melibatkan tiga pihak, yakni penjual asli, calon pembeli, dan pelaku yang berpura-pura menjadi pembeli sekaligus penjual.

“Modus pelaku penipuan segitiga memanfaatkan celah untuk mengelabui calon pembeli dan penjual. Modus ini melibatkan tiga belah pihak, yaitu penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan yang seolah-olah bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual palsu,” ujar Nur Imansyah, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, kehati-hatian menjadi penting ketika menemukan iklan mobil bekas dengan harga yang tidak wajar dibandingkan kondisi dan harga pasar.

Berawal dari Iklan Mobil Bekas Murah

Modus penipuan segitiga umumnya dimulai dari pelaku yang mengambil foto dan informasi mobil bekas milik orang lain, kemudian memasangnya kembali di platform jual-beli online menggunakan identitas pelaku.

Untuk menarik perhatian calon pembeli, harga kendaraan biasanya dipasang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Setelah calon pembeli menunjukkan ketertarikan, pelaku mulai menjalankan tahap berikutnya dengan meminta sejumlah uang sebagai down payment (DP).

Alasannya bisa beragam, mulai dari mengaku sudah ada calon pembeli lain hingga meminta pembeli segera mengamankan kendaraan agar tidak didahului orang lain.

Calon pembeli yang sudah tergiur harga murah kemudian berpotensi mengikuti permintaan tersebut dan mentransfer uang kepada pelaku.

Penjual Asli Juga Bisa Ikut Terjebak

Tidak berhenti pada calon pembeli, pelaku juga menghubungi pemilik kendaraan yang sebenarnya.

Pelaku dapat berpura-pura sebagai calon pembeli kendaraan dan berusaha meyakinkan pemilik agar mengikuti skenario yang dibuat.

Dalam kondisi tertentu, pelaku bahkan bisa mengaku sebagai saudara atau pihak yang mewakili dirinya. Tujuannya agar komunikasi antara pemilik kendaraan dan calon pembeli tidak berlangsung secara langsung.

Pelaku kemudian memainkan peran sebagai perantara antara kedua pihak.

Masalah biasanya baru terungkap ketika calon pembeli hendak mengambil kendaraan. Mobil yang selama ini ditawarkan ternyata bukan milik orang yang menerima pembayaran.

Pada tahap tersebut, calon pembeli berpotensi mengalami kerugian karena uang sudah ditransfer, sementara kendaraan tidak dapat diserahkan.

Jangan Hanya Percaya Foto dan Harga

Untuk mengurangi risiko, calon pembeli mobil bekas perlu melakukan pemeriksaan kendaraan sekaligus memastikan identitas penjual dan dokumen kendaraan.

Pengecekan secara langsung menjadi penting untuk memastikan kendaraan yang ditawarkan memang benar-benar berada di tangan penjual dan sesuai dengan informasi dalam iklan.

Selain itu, calon pembeli juga sebaiknya tidak menjadikan harga murah sebagai satu-satunya pertimbangan. Penawaran yang terlalu jauh di bawah harga pasar justru perlu menjadi alasan untuk melakukan verifikasi lebih mendalam.

THS Inspector Bisa Bantu Cek Mobil Bekas

Untuk membantu proses pemeriksaan, Auto2000 menyediakan layanan THS Inspector yang merupakan bagian dari layanan THS – Auto2000 Home Service.

Layanan tersebut menghadirkan teknisi Auto2000 untuk melakukan inspeksi mobil bekas. Pemeriksaan mencakup sekitar 177 item, mulai dari bagian eksterior, interior, mesin dan transmisi hingga pemeriksaan keaslian dokumen kendaraan.

Proses inspeksi disebut dapat diselesaikan sekitar 90 menit sejak kendaraan diperiksa oleh teknisi THS.

Jenis pemeriksaan juga dibedakan berdasarkan kategori kendaraan Toyota, seperti LCGC, hatchback, SUV, MPV, serta model lainnya. Tersedia pula pemeriksaan Old Models untuk kendaraan Toyota yang sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia.

Kehadiran teknisi sebagai pihak yang melakukan pemeriksaan dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi kendaraan kepada calon pembeli maupun penjual.

Bagi showroom atau pengusaha mobil bekas, inspeksi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan gambaran kondisi kendaraan secara lebih objektif kepada calon konsumen.

Dengan adanya pemeriksaan kendaraan dan dokumen, ruang gerak pelaku yang mencoba menyamarkan identitas atau kondisi kendaraan dapat dipersempit.

Pada akhirnya, membeli mobil bekas bukan hanya soal mendapatkan harga murah. Memastikan siapa penjualnya, di mana kendaraannya berada, kesesuaian dokumen, kondisi mobil, serta alur pembayaran menjadi bagian penting sebelum transaksi dilakukan.

Langkah verifikasi tersebut dapat membantu calon pembeli menghindari kerugian akibat modus penipuan segitiga yang memanfaatkan ketertarikan konsumen terhadap mobil bekas dengan harga di bawah pasaran.

Related Articles

Back to top button