Di Balik BAW Ada Raksasa Industri China Weiqiao, Ini Skala Bisnisnya
Moveroad.id – Nama Beijing Automobile Works (BAW) mulai semakin dikenal di pasar otomotif Indonesia setelah resmi memperkenalkan diri pada GIIAS 2026. Namun, ada fakta menarik di balik merek otomotif asal China tersebut. BAW kini berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group, salah satu kelompok usaha besar China yang memiliki bisnis jauh lebih luas daripada sektor otomotif.
Weiqiao bukan perusahaan yang baru masuk ke industri kendaraan. Kelompok usaha ini memiliki pengalaman panjang di bidang tekstil, aluminium, energi, hingga manufaktur. Skala bisnis tersebut memberikan konteks berbeda dalam melihat langkah BAW mengembangkan bisnis otomotif, termasuk ekspansinya ke Indonesia.
Dalam Fortune Global 500 2026, Weiqiao menempati peringkat 156, naik 10 posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi tersebut sekaligus memperpanjang keberadaan Weiqiao dalam daftar perusahaan terbesar dunia versi Fortune menjadi 15 tahun berturut-turut.
Baca juga: Mengenal BAW, Produsen Mobil Tertua di China Produksi Kendaraan Militer
Fortune mencatat Weiqiao membukukan pendapatan sekitar US$82,3 miliar dan memiliki lebih dari 108.000 karyawan. Angka tersebut merupakan skala keseluruhan grup, bukan khusus bisnis otomotifnya.
Dari Tekstil dan Aluminium ke Otomotif
Bisnis Weiqiao selama ini tidak hanya berkutat pada satu sektor. Portofolionya mencakup tekstil, pencelupan dan penyempurnaan kain, pakaian, tekstil rumah tangga, energi, aluminium, hingga otomotif.
Dua nama yang cukup dikenal dalam ekosistem tersebut adalah Weiqiao Textile dan China Hongqiao Group, sementara bisnis otomotif dikembangkan melalui entitas yang terkait dengan Weiqiao Automotive.
Masuknya Weiqiao ke industri kendaraan memiliki kaitan erat dengan kompetensi grup di sektor aluminium dan manufaktur. Material ringan menjadi salah satu area yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan industri otomotif, termasuk kendaraan energi baru.
Pada 2023, Weiqiao mulai mengambil alih BAW. Langkah tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan ekosistem otomotif yang lebih luas, mulai dari material dan komponen hingga produksi kendaraan.
Baca juga: BAW Raih 1.400 Calon Konsumen, Model T01 dan MPV Listrik M8 Jadi Sorotan
BAW sendiri memiliki sejarah panjang di industri otomotif China. Perusahaan ini didirikan pada 1950-an dan kini berkantor pusat di Qingdao, Provinsi Shandong. Basis produksinya mencakup beberapa wilayah di China dan produknya meliputi kendaraan penumpang energi baru, kendaraan off-road, pikap, kendaraan komersial ringan, MPV, hingga kendaraan khusus.
Bangun Ekosistem dari Material hingga Kendaraan
Strategi Weiqiao di sektor otomotif menarik karena grup tersebut memiliki bisnis yang berada di sejumlah mata rantai industri.
Pengembangan material aluminium menjadi salah satu fondasinya. Dalam pengembangan kendaraan energi baru, material yang lebih ringan dapat membantu menekan bobot kendaraan dan pada akhirnya mendukung efisiensi energi.
Ekosistem tersebut kemudian diperluas ke manufaktur komponen, desain dan produksi kendaraan, penjualan, layanan purnajual, hingga pengelolaan kendaraan pada akhir masa pakainya.
Dengan pendekatan seperti itu, bisnis otomotif BAW tidak berdiri sepenuhnya terpisah dari bisnis industri lain yang telah lebih dulu dikembangkan Weiqiao.
Pada 2023, Weiqiao juga mengumumkan rencana membangun basis industri kendaraan energi baru di Qingdao yang mengintegrasikan kendaraan dengan material aluminium yang dapat didaur ulang, baterai, serta motor listrik.
Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana Weiqiao mencoba menghubungkan kompetensi material dan manufaktur yang telah dimilikinya dengan kebutuhan industri kendaraan energi baru.
BAW Mulai Bangun Bisnis di Indonesia
Kehadiran BAW di Indonesia menjadi salah satu bagian dari ekspansi tersebut.
Pada GIIAS 2026, BAW resmi memperkenalkan jajaran kendaraan setir kanan sekaligus mendirikan PT BAW Automobile Trading Indonesia sebagai entitas lokal. Perusahaan juga menyampaikan rencana perakitan kendaraan secara knock-down di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan lokalisasi dan efisiensi rantai pasok.
Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia Tocy Tang mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi pengembangan BAW di kawasan Asia Tenggara.
“Di Indonesia, BAW merupakan anak perusahaan dari BAW headquarters di Qingdao, China, dengan nama PT BAW Automobile Trading Indonesia, yang berkedudukan di Menara Prima Mega Kuningan. Kami telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memproduksi seluruh jajaran produk mobil kami di Indonesia pada tanggal 31 Juli 2026,” ujar Tocy.
Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi BAW membangun kehadiran yang lebih permanen di Indonesia, bukan hanya melalui aktivitas penjualan kendaraan, tetapi juga pengembangan kegiatan produksi lokal.
BAW sebelumnya mengumumkan lima model kendaraan setir kanan untuk pasar Indonesia di GIIAS 2026. Perusahaan juga menyatakan Indonesia diposisikan sebagai salah satu pintu masuk untuk pengembangan bisnis kendaraan setir kanan di Asia Tenggara.
Bukan Lagi Sekadar Merek Mobil
Dengan latar belakang tersebut, memahami BAW tidak cukup hanya dari sejarah mereknya sebagai salah satu produsen otomotif China.
Ada kelompok industri besar di belakangnya dengan bisnis yang mencakup tekstil, aluminium, energi, material, manufaktur, hingga otomotif. Skala Weiqiao juga tercermin dari posisinya di Fortune Global 500 2026.
Bagi pasar Indonesia, informasi mengenai struktur tersebut menjadi penting karena BAW sedang membangun fondasi bisnisnya secara bertahap. Mulai dari membentuk entitas lokal, memperkenalkan produk setir kanan, membangun jaringan penjualan dan purnajual, hingga menyiapkan perakitan lokal.
Langkah tersebut membuat perjalanan BAW di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan masuknya satu merek mobil China baru. Di belakangnya terdapat kelompok industri yang sedang mengembangkan ekosistem otomotif dengan menghubungkan kemampuan manufaktur kendaraan, material, teknologi, dan rantai pasok.
Dengan rencana produksi lokal yang mulai disiapkan, perkembangan BAW di Indonesia selanjutnya akan menjadi salah satu tahap penting untuk melihat sejauh mana kekuatan industri Weiqiao dapat diterjemahkan menjadi bisnis otomotif di pasar nasional.



