Motor

AHM Pulihkan Layanan Kesehatan di NTT, Tanam 10.000 Mangrove di Pulau Komodo

Moveroad.id – Pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya membutuhkan bantuan pada masa tanggap darurat, tetapi juga dukungan untuk mengembalikan layanan dasar masyarakat. Melihat kebutuhan tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat dukungan di bidang kesehatan sekaligus ikut menjaga ekosistem pesisir di wilayah habitat komodo.

Salah satu dukungan tersebut diwujudkan melalui pemulihan prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, pada 3 Oktober 2026.

Dukungan ini ditujukan untuk membantu mengembalikan fungsi layanan kesehatan primer setelah gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah NTT sejak Agustus lalu. Lebih dari 7.200 warga dari desa-desa di sekitar Puskesmas Warsawe diharapkan dapat kembali memperoleh layanan kesehatan secara optimal.

Baca juga: Gelar AHSRIC Ke-17 di Cikarang, AHM Cetak Agen Cari Aman Dua Perwakilan WMS Sabet Podium Nasional

AHM memberikan sejumlah prasarana dan peralatan penunjang, mulai dari fasilitas kelistrikan, ketersediaan air bersih, hingga perangkat pendukung pelayanan kesehatan.

Fasilitas tersebut mendukung berbagai layanan dasar, termasuk rawat jalan, persalinan, serta pelayanan kegawatdaruratan bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas.

Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, mengatakan pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting setelah bencana.

“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pemulihan Berlanjut ke Nagekeo

Dukungan AHM di sektor kesehatan tidak berhenti di Manggarai Barat.

Tahap berikutnya akan dilakukan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo. Fasilitas tersebut berperan penting dalam menyediakan layanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu dan anak.

Revitalisasi Posyandu akan mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, hingga pemantauan kesehatan remaja dan lansia.

Langkah tersebut melanjutkan pendampingan AHM dan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) sejak masa tanggap darurat pascagempa.

Pada 17–19 Agustus 2026, Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka.

Bantuan yang diberikan meliputi sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin.

Dukungan kemanusiaan kemudian diperluas melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Bantuan tersebut mencakup perlengkapan ibadah dan sekolah, perlengkapan nelayan untuk membantu pemulihan mata pencaharian, makanan bergizi selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih.

General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan proses pemulihan membutuhkan dukungan secara bertahap agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.

Tanam 10.000 Mangrove di Habitat Komodo

Selain pemulihan sosial dan kesehatan, perhatian AHM di NTT juga diarahkan pada keberlanjutan lingkungan.

Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia selaku jaringan main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan NTT, serta Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, menanam 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, kawasan Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober 2026.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai, menyimpan karbon biru (blue carbon), sekaligus menjadi habitat bagi berbagai organisme pesisir. Keberadaan ekosistem tersebut juga menjadi bagian dari lingkungan hidup berbagai satwa di kawasan Taman Nasional Komodo.

Kegiatan penanaman melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodo, serta masyarakat sekitar.

Selain rehabilitasi lingkungan, kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Dua pendekatan tersebut—pemulihan layanan kesehatan dan rehabilitasi lingkungan—menjadi bagian dari upaya AHM dan Yayasan AHM untuk menghadirkan dukungan jangka panjang di NTT.

Jika bantuan masa tanggap darurat berfokus pada kebutuhan yang sifatnya segera, pemulihan fasilitas kesehatan dan penanaman mangrove diarahkan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, kembalinya layanan kesehatan menjadi salah satu fondasi untuk memulihkan aktivitas. Sementara bagi kawasan Pulau Komodo, terjaganya ekosistem pesisir menjadi bagian penting dalam mempertahankan kekayaan alam untuk generasi berikutnya.

Related Articles

Back to top button