Mobil

BYD Racco Kena Tiban Suzuki e Sky, Kalah Harga Telak 

Moveroad.id – Peluncuran BYD Racco di Jepang dengan konsep Kei Car (segmen mobil kecil terlaris) telah menjadi ancaman serius. Bukti nyata, Suzuki sebagai salah satu produsen kei car terlaris langsung meluncurkan e-SKY EV. 

Suzuki tahu betul kehadiran BYD di pasar Jepang memiliki kekuatan dari rantai pasok hingga produksi yang lebih murah. Tak heran Suzuki e-SKY berani melawan dominasi Racco, tentu dengan harga yang jauh lebih murah. 

Berdasarkan data harga resmi, BYD Racco sendiri dipasarkan di tanah kelahiran Suzuki dengan harga 2.145.000 Yen atau setara Rp242 juta. Sedangkan Suzuki resmi memasuki pasar mobil listrik kei car Jepang melalui e-Sky. Dibanderol mulai 2.120.000 juta yen atau sekitar Rp219 juta, mobil listrik mungil ini diposisikan sebagai salah satu EV paling terjangkau di Negeri Sakura.

Suzuki selama ini dikenal sebagai salah satu pemain terbesar di segmen kei car Jepang. Namun, dominasi tersebut selama ini lebih banyak ditopang kendaraan bermesin bensin. Kehadiran Suzuki e-Sky menjadi langkah penting karena untuk pertama kalinya Suzuki menawarkan kei car penumpang dengan tenaga listrik.

Baca juga: Suzuki Tanam 1.500 Mangrove di Pangandaran, Lanjutkan Program Sejak 2024

Menariknya, harga menjadi senjata utama Suzuki. e-Sky ditawarkan mulai 2,12 juta yen atau sekitar US$13.400. Dengan subsidi pemerintah Jepang sebesar 568.000 yen, harga efektif yang harus dibayar konsumen dapat turun menjadi sekitar 1,55 juta yen atau US$9.800.

Angka tersebut membuat e-Sky berada di bawah sejumlah pesaingnya, termasuk BYD Racco dan Nissan Sakura.

Mengandalkan Baterai LFP dari BYD

Harga kompetitif Suzuki e-Sky tidak lepas dari strategi pengembangan yang melibatkan BYD. Suzuki memanfaatkan teknologi baterai dari perusahaan asal China tersebut untuk menekan biaya sekaligus menjaga efisiensi kendaraan.

e-Sky menggunakan platform EV yang dikembangkan khusus serta sistem penggerak e-Axle. Sumber tenaganya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Dalam pengujian WLTP, baterai tersebut diklaim mampu membawa e-Sky menempuh jarak hingga 310 km dalam sekali pengisian.

Baca juga: BYD Mulai Ungkap Atto2 Harga Rp172 Juta, Jarak Tempuh 501 Km

Sebagai pembanding, BYD Racco versi entry-level menggunakan baterai LFP 22,4 kWh dengan jarak tempuh 210 km berdasarkan metode WLTC. Sementara varian dengan baterai 35,84 kWh mampu mencapai 320 km.

Menariknya, kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan jarak tempuh. Bobot kendaraan turut berpengaruh.

Suzuki e-Sky memiliki bobot sekitar 1.030 kg. Sementara BYD Racco dengan baterai 22,4 kWh berbobot 1.160 kg. Bobot Racco bahkan mencapai 1.220-1.230 kg pada varian dengan baterai 35,84 kWh.

Dimensi Kompak, Sesuai Karakter Kei Car

Sebagai kei car, Suzuki e-Sky tetap mempertahankan dimensi yang sangat kompak agar sesuai dengan regulasi kendaraan mungil Jepang.

Panjang bodinya mencapai 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Sementara jarak sumbu rodanya berada di angka 2.460 mm.

Sebagai pembanding, BYD Racco memiliki panjang dan lebar yang sama, masing-masing 3.395 mm dan 1.475 mm. Namun, Racco lebih tinggi dengan 1.800 mm dan memiliki wheelbase 2.520 mm.

Perbedaan dimensi tersebut menunjukkan pendekatan yang sedikit berbeda. Suzuki mempertahankan karakter kei car yang lebih ringkas, sementara Racco menawarkan proporsi bodi yang lebih tinggi dan wheelbase lebih panjang.

Tersedia Tiga Varian

Suzuki menyediakan tiga varian e-Sky untuk pasar Jepang. Varian paling bawah dirancang terutama untuk kebutuhan konsumen korporasi.

Versi tersebut dibuat berdasarkan pesanan dan sejumlah fitur sengaja ditiadakan untuk menjaga harga tetap rendah. Salah satunya adalah fasilitas pengisian cepat.

Suzuki menargetkan penjualan gabungan sekitar 1.000 unit per bulan untuk ketiga varian e-Sky.

Dengan harga dasar 2,12 juta yen, e-Sky bahkan lebih murah sekitar 20.000 yen dibandingkan BYD Racco sebelum memperhitungkan subsidi.

Setelah subsidi pemerintah Jepang diperhitungkan, selisih harga menjadi semakin menarik. Harga efektif e-Sky dapat turun menjadi sekitar 1,55 juta yen, sementara BYD Racco berada di kisaran 1,99 juta yen dan Nissan Sakura sekitar 1,86 juta yen.

Dengan demikian, Suzuki e-Sky berpotensi menjadi kei car EV termurah di Jepang.

Tantangan Suzuki di Era Elektrifikasi

Kehadiran e-Sky juga menunjukkan bagaimana Suzuki mulai merespons perubahan pasar otomotif Jepang. Pada 2025, Suzuki masih menjual sekitar 556.632 unit kei car bermesin bensin.

Angka tersebut menunjukkan besarnya basis pasar yang dimiliki Suzuki. Namun, tren elektrifikasi membuat produsen asal Hamamatsu tersebut perlu mulai menawarkan alternatif listrik di segmen yang selama ini menjadi kekuatannya.

Di sisi lain, BYD Racco yang baru meluncur pada Juli 2026 tercatat telah membukukan penjualan sekitar 1.800 unit. BYD juga berencana memperluas pemasaran Racco ke Sri Lanka dan Makau.

Suzuki kini mencoba mengambil posisi berbeda dengan e-Sky: menawarkan kendaraan listrik berukuran mungil dengan harga serendah mungkin.

Bagi konsumen Jepang, kombinasi harga terjangkau, dimensi kompak, dan jarak tempuh hingga 310 km menjadi daya tarik utama. Namun, seberapa jauh e-Sky mampu mengubah preferensi konsumen kei car Jepang akan menjadi ujian berikutnya bagi Suzuki di era elektrifikasi.

Related Articles

Back to top button