Mobil

Segini Total Produksi Geely EX2 Dalam Dua Tahun 

Moveroad.id – Geely mencatatkan pencapaian baru di pasar kendaraan listrik global. Hatchback listrik andalannya, Geely EX2, resmi menembus produksi kumulatif satu juta unit pada 20 Oktober 2026, hanya sekitar dua tahun sejak pertama kali diperkenalkan di China pada Oktober 2024.

Mobil listrik yang dikenal dengan nama Geely Xingyuan di pasar domestik China tersebut menjadi salah satu model penting dalam ekspansi kendaraan listrik Geely ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dilansir dari IT-Home, pencapaian satu juta unit tersebut mengacu pada jumlah produksi kumulatif kendaraan, bukan angka penjualan ritel ataupun unit yang telah diserahkan kepada konsumen.

Capaian ini sekaligus menunjukkan peningkatan kapasitas produksi Geely dalam memenuhi permintaan kendaraan listrik kompak, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Produksi Geely EX2 Melaju Cepat

Perjalanan Geely EX2 menuju satu juta unit memperlihatkan pertumbuhan produksi yang cukup agresif. Setelah diperkenalkan pada Oktober 2024, Geely berhasil mencapai produksi 200.000 unit pada Mei 2025.

Jumlah tersebut terus meningkat hingga menyentuh 600.000 unit pada Maret 2026, sebelum kembali bertambah menjadi 800.000 unit pada Agustus tahun yang sama.

Baca juga: Geely Resmikan Diler ke-51 di Pekanbaru, Targetkan 80 Diler hingga Akhir 2026

Hanya berselang sekitar dua bulan, produksi kumulatifnya akhirnya menembus satu juta unit. Produksi Geely EX2, Mei 2025 200 ribu unit, Maret 2026 600 ribu unit dan Agustus 2026 800 ribu unit hingga Oktober 2026 total produksinya telah mencapai 1 juta unit. 

Sebagai catatan, angka 500.000 unit yang sempat diumumkan pada Desember 2025 merujuk pada kendaraan yang telah dikirimkan kepada konsumen, bukan jumlah produksi pabrik.

Perbedaan ini penting karena angka produksi, distribusi, dan penjualan ritel merupakan tiga indikator yang tidak selalu menunjukkan jumlah sama.

Penjualan di China Tembus 310 Ribu Unit Sepanjang 2026

Selain pertumbuhan produksi, performa penjualan Geely Xingyuan di pasar domestik China juga menunjukkan angka yang kuat. Berdasarkan data China EV DataTracker, model ini mencatatkan penjualan ritel sebanyak 465.775 unit sepanjang 2025.

Memasuki 2026, penjualan Xingyuan mencapai 194.159 unit selama semester pertama.Tren positif berlanjut pada kuartal ketiga, dengan rincian, Juli 2026: 32.306 unit, Agustus 2026: 39.651 unit, September 2026: 44.275 unit.

Secara keseluruhan, penjualan ritel Geely Xingyuan sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 310.391 unit. Sementara itu, akumulasi penjualan selama 12 bulan terakhir tercatat sebanyak 432.815 unit.

Geely EX2 Juga Sudah Dirakit di Indonesia

Kesuksesan Geely EX2 tidak hanya bertumpu pada pasar China. Model ini telah memperluas jangkauan ke sejumlah kawasan, termasuk Amerika Latin, Asia Tenggara, Australia, dan Inggris.

Di beberapa negara, kendaraan tersebut juga dipasarkan menggunakan nama E2.

Indonesia menjadi salah satu bagian penting dari strategi ekspansi Geely. Perakitan lokal EX2 telah dimulai di Purwakarta, Jawa Barat, sejak Januari 2026.

Langkah tersebut memperlihatkan upaya Geely memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik nasional melalui aktivitas produksi dalam negeri.

Baca juga: Geely Buka Diler Pertama di Yogyakarta, Jadi yang ke-50 di Indonesia

Selain Indonesia, Brasil juga masuk dalam rencana pengembangan produksi internasional Geely. Renault-Geely do Brasil pada 15 September 2026 mengonfirmasi rencana dimulainya produksi kendaraan di kompleks Ayrton Senna pada Desember 2026.

Meski telah mencapai produksi global satu juta unit, Geely belum mengungkap pembagian jumlah kendaraan yang diproduksi untuk kebutuhan pasar domestik China maupun ekspor.

Pakai Penggerak Roda Belakang, Ini Spesifikasi Geely EX2

Salah satu karakter menarik Geely EX2 terletak pada konfigurasi penggeraknya.

Berbeda dengan sejumlah kompetitor di kelas hatchback listrik kompak, seperti BYD Seagull dan Wuling Bingo yang menggunakan penggerak roda depan, Geely Xingyuan mengandalkan motor listrik di belakang dengan sistem Rear-Wheel Drive (RWD).

Mobil ini dibangun menggunakan platform Global Intelligent Electric Architecture (GEA) milik Geely.

Suspensi belakangnya juga menggunakan konfigurasi independen multi-link, sementara BYD Seagull dan Wuling Bingo mengandalkan torsion beam sebagai standar.

Untuk pasar China, Geely menawarkan dua pilihan tenaga motor listrik, yakni 58 kW atau sekitar 78 hp dan 85 kW atau setara 114 hp.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dipasarkan menggunakan teknologi Aegis Short Blade Battery.

Pada pembaruan Mei 2026, Geely turut memperkenalkan varian dengan jarak tempuh hingga 480 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Penyegaran tersebut juga menghadirkan sistem kokpit digital Flyme Auto 2.0.

Perlu diperhatikan bahwa seluruh angka jarak tempuh tersebut mengacu pada standar pengujian CLTC di China. Jarak tempuh aktual dapat berbeda tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, penggunaan AC, dan faktor lainnya.

Kabin Ringkas, Bagasi Bisa Mencapai 1.320 Liter

Meski bermain di segmen mobil listrik kompak, Geely EX2 menawarkan sejumlah solusi penyimpanan yang cukup menarik.

Salah satunya adalah kehadiran bagasi depan atau front trunk berkapasitas 70 liter.

Sementara itu, ruang bagasi belakang memiliki kapasitas standar 375 liter. Ketika kursi belakang dilipat, kapasitas penyimpanan dapat diperluas hingga 1.320 liter.

Kombinasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk mobilitas perkotaan sekaligus membawa barang dalam jumlah lebih banyak.

Dengan pencapaian produksi satu juta unit dalam waktu sekitar dua tahun, Geely EX2 menunjukkan peran pentingnya dalam strategi elektrifikasi Geely.

Bagi Indonesia, keberhasilan model ini juga menjadi perkembangan menarik mengingat EX2 telah masuk dalam jajaran kendaraan listrik yang dirakit secara lokal.

Kini, tantangan berikutnya bagi Geely bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan produksi, tetapi juga memperkuat daya saing EX2 di pasar internasional yang semakin ramai oleh pilihan mobil listrik dengan harga kompetitif.

Related Articles

Back to top button