Motor

Chery Siapkan Motor Listrik Mirip Yamaha Vino, Bisa Jadi Genset Saat Camping

Moveroad.id – Setelah agresif mengembangkan mobil listrik dan hybrid, Chery mulai menunjukkan keseriusannya memasuki pasar kendaraan roda dua. Pabrikan otomotif asal China tersebut diketahui telah mendapatkan persetujuan untuk sebuah skuter listrik mungil yang desainnya sangat menyerupai Yamaha Vino.

Kemunculan motor listrik tersebut terungkap melalui katalog produk terbaru Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China.

Menariknya, skuter ini tidak mengusung desain futuristis seperti kebanyakan kendaraan listrik baru. Chery justru menggunakan pendekatan retro dengan bodi membulat, dek rata, serta dimensi kompak yang mengingatkan pada skuter klasik Jepang.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Chery mulai memperluas bisnis elektrifikasinya, tidak lagi terbatas pada kendaraan roda empat.

Desain Mirip Yamaha Vino, Pakai Motor Listrik Hub

Berdasarkan dokumen MIIT, skuter listrik Chery menggunakan konstruksi sederhana dengan motor penggerak yang terintegrasi pada roda belakang atau hub motor.

Secara visual, tampilannya memiliki banyak kemiripan dengan Yamaha Vino, terutama pada desain bodi, bentuk lampu, serta proporsi keseluruhan kendaraan.

Namun, desain semacam ini sebenarnya bukan barang baru di China. Selama hampir dua dekade, sejumlah produsen kendaraan listrik lokal telah memasarkan skuter dengan tampilan yang terinspirasi dari model populer, mulai dari Yamaha Vino, Yamaha Jog, Honda Zoomer, hingga Vespa.

Praktik penggunaan komponen dan panel bodi serupa juga cukup umum di industri kendaraan listrik roda dua China, terutama pada segmen kendaraan berharga terjangkau.

Sebagian besar produk tersebut mengandalkan motor hub dan baterai timbal-asam untuk menekan biaya produksi. Di sejumlah platform perdagangan daring China, skuter listrik dengan desain serupa bahkan ditawarkan dengan harga sekitar 2.000 yuan atau setara Rp4,7 jutaan, menggunakan asumsi kurs Rp2.350 per yuan.

Umumnya, produk pada kelas harga tersebut memiliki kapasitas baterai kurang dari 2 kWh dengan kemampuan jelajah sekitar 50 km atau lebih rendah.

Meski demikian, angka tersebut bukan spesifikasi maupun harga resmi skuter listrik Chery. Hingga kini, perusahaan belum mengumumkan detail teknis dan harga jual model yang tercantum dalam dokumen MIIT.

Bukan Sekadar Skuter Murah, Chery Punya Rencana Lebih Besar

Kehadiran skuter listrik bergaya retro tersebut diperkirakan menjadi bagian dari langkah awal Chery membangun bisnis kendaraan roda dua.

Pada akhir September 2026, divisi kendaraan komersial Chery telah memperoleh persetujuan pemerintah China untuk memproduksi sepeda motor. Persetujuan tersebut membuka jalan bagi perusahaan untuk memasuki industri roda dua secara lebih serius.

Sejumlah sumber otomotif China memperkirakan skuter listrik sederhana ini dapat menjadi produk awal untuk mempersiapkan fasilitas perakitan sekaligus membangun pengalaman produksi sebelum Chery memperkenalkan model dengan teknologi lebih kompleks.

Apalagi, perusahaan sebelumnya telah memperlihatkan dua kendaraan roda dua elektrifikasi melalui merek Cinnox dalam sebuah acara teknologi di kantor pusatnya, Wuhu, China. Kedua kendaraan tersebut menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan skuter listrik murah yang muncul dalam katalog MIIT.

Cinnox Siapkan Skuter ADV Listrik dengan Jarak Tempuh 200 Km

Salah satu model yang diperlihatkan Chery adalah skuter listrik bergaya adventure atau ADV. Motor tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan kemampuan perjalanan lebih jauh dibandingkan skuter komuter biasa.

Chery mengklaim skuter ADV listriknya memiliki jarak tempuh antara 150 hingga 200 km dalam sekali pengisian daya. Menariknya, kendaraan ini juga disebut dapat menggunakan perangkat pengisian daya otomotif. Namun, Chery belum menjelaskan secara terperinci apakah sistem tersebut mendukung pengisian AC, DC, atau keduanya.

Informasi mengenai kapasitas baterai, tenaga motor listrik, kecepatan maksimum, dan waktu pengisian juga belum diumumkan. Jika nantinya dipasarkan, skuter ADV tersebut berpotensi menjadi alternatif bagi konsumen yang membutuhkan motor listrik untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan luar kota.

Grow C3, Motor EREV yang Bisa Jadi Sumber Listrik Saat Camping

Model kedua yang tak kalah menarik adalah Cinnox Grow C3. Berbeda dari skuter listrik konvensional, Grow C3 mengusung teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV), pendekatan elektrifikasi yang juga mulai banyak diterapkan pada kendaraan roda empat.

Chery memperkenalkannya sebagai cruiser pintar berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan teknologi range extender. Konsep EREV memungkinkan kendaraan memanfaatkan sistem pembangkit energi tambahan untuk memperpanjang jarak tempuh, sehingga tidak hanya bergantung pada energi yang tersimpan di baterai.

Grow C3 juga diposisikan sebagai kendaraan pendukung aktivitas luar ruang, khususnya perjalanan touring dan camping. Salah satu fitur yang ditonjolkan adalah Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan kendaraan memasok energi listrik untuk perangkat eksternal.

Dengan teknologi tersebut, Grow C3 dirancang agar dapat berfungsi sebagai sumber daya portabel ketika pengendara melakukan aktivitas di alam terbuka.

Chery bahkan mempromosikan konsep ini sebagai alternatif penggunaan generator konvensional untuk kebutuhan listrik selama perjalanan. Meski demikian, detail mengenai kapasitas baterai, sistem range extender, keluaran daya V2L, serta jarak tempuh aktualnya masih perlu menunggu pengumuman resmi.

Chery Melihat Peluang Baru di Pasar Motor Listrik

Masuknya Chery ke industri roda dua menjadi perkembangan menarik di tengah persaingan industri otomotif China yang semakin ketat.

Ketika pasar kendaraan roda empat menghadapi tekanan akibat persaingan harga dan kapasitas produksi yang besar, sektor kendaraan roda dua berbasis energi baru menawarkan peluang diversifikasi bisnis.

Namun, Chery juga harus menghadapi pemain yang sudah lebih dahulu membangun reputasi di segmen tersebut. Nama-nama seperti NIU, Segway-Ninebot, dan Zeeho milik CFMOTO telah menghadirkan kendaraan listrik roda dua dengan teknologi dan positioning produk yang lebih premium.

Kondisi ini membuat pasar skuter listrik berharga murah semakin kompetitif. Dengan menyiapkan skuter listrik sederhana sekaligus kendaraan berteknologi lebih maju seperti Cinnox ADV dan Grow C3, Chery tampaknya tengah menjajaki dua segmen pasar sekaligus.

Satu menyasar kebutuhan mobilitas ekonomis, sementara lainnya menawarkan pengalaman berkendara berbasis elektrifikasi untuk kebutuhan perjalanan dan gaya hidup.

Belum ada informasi apakah lini sepeda motor listrik Chery tersebut nantinya akan dipasarkan secara global, termasuk ke Indonesia. Namun, kemunculan ketiga produk ini menunjukkan bahwa ambisi elektrifikasi Chery mulai bergerak melampaui industri mobil. Jika rencana tersebut terealisasi, bukan tidak mungkin nama Chery kelak ikut meramaikan persaingan motor listrik di pasar internasional.

Related Articles

Back to top button