Motul Sambangi Samarinda, 68 Peserta dari 25 Bengkel Ikuti Pelatihan MPS
Moveroad.id – Setelah menyambangi Balikpapan, PT Motul Indonesia Energy (MIE) melanjutkan program edukasi bengkel ke Samarinda, Kalimantan Timur. Melalui Motul Performance Solution (MPS), produsen pelumas asal Prancis tersebut berupaya meningkatkan kompetensi mekanik sekaligus memperkuat jaringan bengkel independen di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harris Samarinda pada Jumat (23/10/2026) ini melibatkan 68 peserta dari 25 bengkel lokal. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai produk, teknologi pelumasan, serta solusi perawatan kendaraan yang ditawarkan Motul.
Samarinda menjadi kota berikutnya dalam rangkaian MPS di Kalimantan Timur, setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Balikpapan pada 21 Oktober 2026 dengan melibatkan 60 peserta dari 25 bengkel.
Baca juga: Motul Indonesia Dukung Mozia MotoFest 2026, Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Roda Dua
Dengan demikian, dua penyelenggaraan MPS di Kalimantan Timur tersebut berhasil menjangkau total 128 peserta dari 50 partisipasi bengkel.
Motul Ingin Kompetensi Mekanik Terus Berkembang
Di tengah perkembangan teknologi kendaraan, peran mekanik tidak lagi sebatas mengganti oli atau melakukan perawatan berkala.
Pemahaman mengenai karakter mesin, spesifikasi pelumas, hingga kebutuhan perawatan yang berbeda pada setiap kendaraan menjadi aspek penting dalam memberikan layanan kepada konsumen.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, mengatakan Motul Performance Solution dirancang sebagai sarana pengembangan kemampuan para pelaku usaha bengkel dan mekanik independen.
“MPS adalah program edukasi, pelatihan, dan pengembangan dari Motul untuk meningkatkan kompetensi pemilik bengkel independen serta mekanik di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Welmart.
Menurutnya, peningkatan kompetensi jaringan bengkel memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan konsumen terhadap layanan perawatan kendaraan yang semakin beragam.
“Kompetensi jaringan bengkel memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan konsumen terhadap perawatan kendaraan secara menyeluruh,” tambahnya.
Bengkel Jadi Penghubung Produsen Pelumas dan Konsumen
Selain meningkatkan pengetahuan teknis, MPS Samarinda juga menjadi ruang komunikasi langsung antara Motul dengan para pemilik bengkel dan mekanik lokal.
Hal ini penting mengingat bengkel merupakan salah satu titik interaksi utama antara konsumen dengan produk aftermarket, termasuk pelumas kendaraan.
Rekomendasi mekanik kerap menjadi pertimbangan konsumen ketika menentukan jenis oli maupun solusi perawatan yang sesuai dengan kondisi kendaraan mereka.
Karena itu, penguasaan informasi produk dan pengetahuan teknis yang memadai menjadi kebutuhan bagi bengkel untuk menjaga kualitas layanan.
Welmart menegaskan, penguatan kemitraan dan peningkatan kompetensi mekanik menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan Motul di Indonesia.
“Bengkel menjadi salah satu pihak yang berperan langsung dalam memberikan rekomendasi produk dan solusi perawatan kendaraan kepada konsumen,” jelasnya.
Perluas Edukasi Bengkel di Berbagai Daerah
Motul Performance Solution tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan produk, tetapi juga menjadi program berkelanjutan untuk membangun hubungan dengan jaringan bengkel independen.
Melalui kegiatan tersebut, Motul berharap para mitra bengkel dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai solusi pelumasan, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memberikan rekomendasi perawatan kendaraan kepada pelanggan.
“Melalui penyelenggaraan Motul Performance Solution secara berkelanjutan, kami berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan mitra bengkel, memperluas pemahaman mengenai solusi pelumasan, serta mendukung perkembangan ekosistem perawatan kendaraan di Indonesia,” pungkas Welmart.
Rangkaian MPS di Balikpapan dan Samarinda sekaligus memperlihatkan upaya Motul menjangkau pelaku industri aftermarket di luar Pulau Jawa.
Dengan meningkatnya kompetensi mekanik dan pemilik bengkel independen, konsumen diharapkan semakin mudah memperoleh layanan perawatan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan teknis kendaraannya.



