Geely Emgrand L EM-i Punya Varian Metanol, Jarak Tempuh Hybrid Diklaim Tembus 1.880 Km
Moveroad.id – Geely kembali mengembangkan teknologi kendaraan energi alternatif melalui kehadiran sedan plug-in hybrid (PHEV) berbahan bakar metanol. Model yang dipasarkan di China dengan nama Geely Galaxy Starshine 6 EF ini menawarkan kombinasi mesin bensin-metanol dan motor listrik, dengan jarak tempuh gabungan yang diklaim mencapai 1.880 kilometer.
Mengutip laporan peluncurannya di China pada 3 November 2026, Geely Galaxy Starshine 6 EF merupakan pengembangan dari Galaxy Starshine 6 yang sebelumnya meluncur pada Oktober 2025. Model tersebut dikenal di sejumlah pasar luar China dengan nama Geely Emgrand L EM-i.
Kehadiran varian EF (E-Fuel) menjadi langkah menarik karena Geely tidak hanya mengandalkan elektrifikasi, tetapi juga memanfaatkan metanol sebagai alternatif bahan bakar untuk mengurangi biaya operasional kendaraan.
Mesin 1.500 cc Bisa Minum Bensin dan Metanol
Salah satu keunggulan Geely Galaxy Starshine 6 EF terletak pada penggunaan mesin empat silinder 1.500 cc naturally aspirated berkode BHE15-BFDM.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 93 kW atau setara 125 hp. Geely membekalinya dengan teknologi direct injection bertekanan 350 bar serta energi pengapian 120 mJ.
Baca Juga: Geely Coolray Resmi Meluncur di Makassar, SUV Turbo Bertenaga 174 PS
Teknologi tersebut diklaim memungkinkan mesin tetap bekerja pada suhu ekstrem hingga minus 40 derajat Celsius. Efisiensi termalnya juga mencapai 48,15 persen.
Menariknya, mesin pembakaran internal tersebut dapat menggunakan dua jenis bahan bakar, yakni bensin dan metanol. Fleksibilitas ini menjadi salah satu daya tarik utama, terutama di China yang telah memiliki infrastruktur pendukung bahan bakar metanol.
Geely sebelumnya dilaporkan telah membangun sekitar 1.400 stasiun pengisian metanol di berbagai wilayah China.
Jarak Tempuh Listrik hingga 230 Km
Selain mesin pembakaran internal, Galaxy Starshine 6 EF mengandalkan motor listrik dengan tenaga maksimum 140 kW atau setara 188 hp.
Tenaga disalurkan ke roda melalui transmisi DHT satu percepatan yang menjadi bagian dari sistem plug-in hybrid.
Geely menyediakan dua pilihan baterai lithium iron phosphate (LFP), masing-masing berkapasitas 17 kWh dan 28,3 kWh.
Berdasarkan pengujian CLTC, jarak tempuh dalam mode listrik murni mencapai 130 hingga 230 km, bergantung pada konfigurasi baterai dan powertrain yang dipilih.
Jika dikonversikan menggunakan estimasi standar WLTP, jarak tersebut berada di kisaran 107 hingga 189 km.
Sementara itu, dengan kombinasi penggunaan bahan bakar dan energi listrik, Geely mengklaim jarak tempuh total Galaxy Starshine 6 EF dapat mencapai 1.880 km.
Angka tersebut menjadikan sedan PHEV ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan kemampuan perjalanan jarak jauh tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur pengisian daya listrik.
Biaya Operasional Metanol Diklaim Lebih Hemat
Geely juga menyoroti aspek efisiensi biaya penggunaan metanol. Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, konsumsi metanol Galaxy Starshine 6 EF mencapai 6,7 liter per 100 km.
Dengan asumsi harga metanol di China sebesar 2,9 yuan atau sekitar 44 sen dolar AS per liter, biaya bahan bakar untuk menempuh jarak 100 km diklaim sekitar 200 yuan atau setara Rp450 ribuan.
Geely menyebut penggunaan kendaraan berbahan bakar metanol berpotensi memberikan penghematan hingga 30.000 yuan atau sekitar Rp67 juta setelah menempuh jarak 100.000 km.
Namun, perhitungan tersebut mengacu pada harga metanol dan kondisi operasional di China. Besaran penghematan di pasar lain tentu akan bergantung pada ketersediaan metanol, harga bahan bakar, serta infrastruktur distribusinya.
Dimensi Besar dengan Bagasi 609 Liter
Dari sisi desain dan ukuran, Geely Galaxy Starshine 6 EF memiliki panjang 4.806 mm, lebar 1.886 mm, dan tinggi 1.490 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.756 mm.
Dimensi tersebut memberikan gambaran bahwa model ini menyasar segmen sedan keluarga dengan ruang kabin yang cukup lapang.
Masuk ke interior, Geely menyematkan layar sentuh berukuran 14,6 inci sebagai pusat sistem hiburan dan pengaturan kendaraan. Sementara itu, panel instrumen digital menggunakan layar LCD 10,25 inci.
Untuk menunjang kepraktisan, tersedia bagasi berkapasitas 609 liter serta sistem audio dengan enam speaker.
Harga Geely Galaxy Starshine 6 EF
Di pasar China, Geely Galaxy Starshine 6 EF ditawarkan dengan harga normal mulai 86.800 hingga 106.800 yuan atau sekitar Rp13 juta hingga Rp16 juta.
Namun, melalui program potongan harga terbatas, konsumen bisa mendapatkan sedan PHEV berbahan bakar metanol ini dengan banderol 76.800 hingga 96.800 yuan, setara sekitar Rp11,5 juta hingga Rp14,5 juta.
Sebagai pembanding, Geely Galaxy Starshine 6 versi reguler yang meluncur pada Oktober 2025 sebelumnya dipasarkan dengan harga 74.800 hingga 105.800 yuan.
Data China EV DataTracker mencatat Geely telah mengirimkan 24.970 unit Galaxy Starshine 6 kepada konsumen domestik sepanjang Januari hingga September 2026.
Kehadiran varian metanol memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan elektrifikasi di China tidak hanya berfokus pada mobil listrik murni dan hybrid konvensional. Geely juga mencoba mengeksplorasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari strategi diversifikasi teknologi.
Meski demikian, peluang teknologi ini untuk berkembang di luar China masih sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur metanol dan keekonomian penggunaannya di masing-masing negara.



