Indonesia Rally Team Toreh Hasil Gemilang di Shannons Adelaide Rally 2025, Ryan Nirwan Tembus 7 Besar
Moveroad – Indonesia Rally Team (IRT) menutup gelaran Shannons Adelaide Rally 2025 dengan pencapaian membanggakan. Dalam ajang reli tarmac terbesar di dunia yang menghadirkan hampir 500 starter dan total 30 Special Stage (SS) ini, para pereli Indonesia mampu menunjukkan performa kompetitif di tengah kerasnya persaingan pereli internasional.
Hasil terbaik diraih oleh Ryan Nirwan bersama co-driver Garindra Kusuma yang sukses finis di posisi tujuh secara overall. Sementara Rifat Sungkar bersama co-driver Brad Jones mengamankan posisi ke-11, dan duet pereli muda Moreno Dzaky Nasution – Reeve Akbar menutup lomba di posisi ke-18, meski sempat absen pada hari kedua akibat kendala teknis kendaraan.
Adelaide Rally dikenal sebagai reli dengan karakter lintasan cepat, regulasi ketat, serta dominasi pereli lokal Australia yang sangat hafal rute. Namun IRT yang didukung oleh Pertamina, Bank BRI, Bros Wellness Club, Atrox, Persita, Goodfix, Belkote, BRM, RFT Motorsport, dan 73 Garage mampu menunjukkan daya saing kuat berkat determinasi tinggi dan adaptasi cepat di lintasan tarmac.
Baca juga: Indonesia Rally Team Kembali ke Kancah Internasional, Siap Tempur di Shannons Adelaide Rally 2025
Finis di tujuh besar dalam debut reli aspal internasional menjadi pencapaian penting bagi Ryan Nirwan.
“Persaingan sangat ketat, jadi nggak mungkin langsung mikir podium. Posisi ketujuh ini sudah saya syukuri banget,” kata Ryan.
Ryan juga menyoroti karakter lintasan Australia yang memiliki kecepatan jauh lebih tinggi dibandingkan reli aspal di Indonesia.
“Speed tinggi seperti ini butuh penyesuaian. Tapi ini pengalaman besar buat kami untuk tampil lebih matang di event internasional.”
Ia berharap pengalaman ini menjadi awal dari perjalanan lebih panjang di kancah reli global.
Moreno Dzaky Nervous, Bangga, dan Siap Kembali Tahun Depan
Pereli termuda tim, Moreno Dzaky Nasution, menjalani debut penuh tantangan. Turun di kelas yang sama dengan nama besar seperti Hayden Paddon hingga Alex Rulo, Moreno mengaku gugup namun bangga bisa satu lintasan dengan idola-idolanya.
“Rasanya nervous banget karena yang balapan di sini itu yang biasa saya lihat di Instagram,” ungkap Eno.
Ia juga menyoroti perbedaan besar antara reli nasional dan tarmac rally internasional:
“Di Indonesia nggak ada reli yang full aspal. Jadi penyesuaian lintasan cepat itu tantangan sekaligus pengalaman seru.”
Meski sempat absen di hari kedua karena gangguan teknis, Moreno tetap menutup ajang ini dengan penuh semangat.
“Kalau ditanya mau ngulang lagi nggak? Mau. Semoga next year bisa coba lagi.”
Rifat Sungkar Finis 11 Besar, Konsisten Jadi Motor Penggerak Tim
Berada di posisi 11 overall, Rifat Sungkar tampil kompetitif setelah sempat melakukan serangan pagi hari demi merebut posisi 10 besar. Ia berhasil memperpendek jarak, namun harus mengakui keunggulan pereli lokal yang sudah berpengalaman mengikuti event ini berkali-kali.
“Persaingannya ketat, akhirnya beda 15 detik,” ujar Rifat.
Sebagai Program Leader Indonesia Rally Team, Rifat menegaskan bahwa hasil ini sepenuhnya sesuai tujuan tim: belajar, berkembang, dan membuka pintu untuk partisipasi lebih besar di dunia reli internasional.
“Yang penting Indonesia Rally Team bisa nembus posisi 10 besar, bahkan sampai posisi 7 di Adelaide Rally. Ini membanggakan untuk Indonesia.”
Pijakan Penting Menuju Level Internasional
Debut IRT di Shannons Adelaide Rally 2025 bukan hanya soal hasil, tetapi tonggak awal untuk membangun fondasi kuat bagi pereli Indonesia di kancah global. Dengan modal kemampuan adaptasi, performa solid, serta dukungan sponsor yang kuat, IRT memastikan langkah berikutnya akan semakin ambisius.
Keberhasilan menembus 7 besar, tampil kompetitif melawan pereli dunia, hingga mencatat perbaikan performa di beberapa stage menjadi penanda bahwa Indonesia siap bersaing di reli tarmac internasional.
Indonesia Rally Team kini menatap ajang-ajang internasional berikutnya dengan semangat tinggi, membawa nama bangsa melalui prestasi dan determinasi di dunia reli.



