Honda Siap Lakukan Perang Terbuka dengan BYD
Moveroad – Langkah BYD memperluas penetrasi di pasar global, sudah memasuki Jepang yang dikenal sebagai produsen otomotif dengan banyak merek. Terlebih kehadiran BYD sebagai produsen otomotif Tiongkok pertama, dinilai salah satu produsen Honda sebagai pesaing baru yang perlu diperhitungkan.
Salah satu strategi yang dijalankan BYD, yakni mulai memperluas penjualan mobil listrik di Jepang, meski bagi konsumen dan produsen kelas ini masih dianggap yang paling konservatif. Namun Honda terbukti seakan menanggapi dengan perang terbuka model mobil listrik jenis kei car yang paling laris di negeri Sakura tersebut.
Berdasarkan informasi yang dilansir Carscoops, BYD tengah mempersiapkan kei car listrik Racco untuk pasar Jepang, yang justru memicu efek domino pabrikan lokal. Atas rencana tersebut, Honda langsung mengumumkan rencana peluncurkan kei car terlarisnya yakni N-Box yang akan mengusung teknologi elektrik.
Baca juga: Menyusul BYD, GAC Resmi Masuk Pasar Mobil Listrik Jepang Lewat Aion UT dan V
Jika rencana ini terealisasi, maka untuk pertama kalinya dalam sejarah, Honda N-Box akan hadir dalam konfigurasi full electric sebuah langkah besar bagi model yang selama ini identik dengan mesin bensin konvensional.
Raja Penjualan Kei Car Jepang
Honda N-Box bukan sekadar mobil kecil biasa. Model ini telah menduduki puncak penjualan mobil baru di Jepang selama tiga tahun berturut-turut, menjadikannya kendaraan terlaris lintas segmen.
Saat ini, N-Box hanya tersedia dengan mesin bensin tiga silinder 658 cc, sesuai regulasi Kei car Jepang. Tenaganya mencapai 58 hp untuk versi naturally aspirated dan 63 hp pada varian turbo.
Honda melakukan full redesign terhadap N-Box dua tahun lalu, menghadirkan generasi ketiga dengan desain lebih modern serta kepraktisan yang semakin ditingkatkan. Hasilnya sangat signifikan, dengan penjualan menembus lebih dari 206.000 unit sepanjang tahun lalu.
Baca juga: Ledakan EV di Indonesia 2025, BYD Kuasai 57% Pasar dan Jual 47 Ribu Unit dalam Setahun
Karena masih berada dalam tahap pengembangan awal, detail teknis Honda N-Box EV belum diungkap sepenuhnya. Namun, jika Honda ingin menjadikannya rival langsung BYD Racco, yang dijadwalkan meluncur pada 2026, maka spesifikasi dasar harus kompetitif.
BYD Racco dikabarkan dibekali baterai 20 kWh dengan jarak tempuh sekitar 180 km dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut bisa menjadi tolok ukur minimum bagi Honda untuk menjaga daya saing di segmen Kei EV.
Mengutip laporan Nikkei Asia, Honda saat ini masih mematangkan strategi jarak tempuh dan harga untuk N-Box listrik. Yang menarik, versi EV ini tidak akan menggantikan N-Box bermesin bensin. Keduanya akan dipasarkan berdampingan, memberi konsumen kebebasan memilih tanpa paksaan beralih ke listrik sepenuhnya.
Pasar EV Jepang Masih Berjalan Pelan
Meski dikenal sebagai negara berteknologi tinggi, adopsi mobil listrik di Jepang tergolong lambat. Pangsa pasar EV saat ini baru menyentuh sekitar 2 persen dari total penjualan mobil baru.
Namun, segmen mobil listrik kecil justru menunjukkan performa menjanjikan. Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV menjadi contoh sukses, dengan kontribusi sekitar 40 persen dari total penjualan EV di Jepang. Fakta ini menunjukkan bahwa konsumen Jepang lebih terbuka pada EV berukuran ringkas, praktis, dan terjangkau, karakter yang sangat identik dengan Kei car.
Honda bukan satu-satunya pabrikan Jepang yang bersiap menghadapi invasi BYD. Suzuki juga dikabarkan tengah mengembangkan minicar listrik, meski detailnya masih sangat terbatas.
Belum jelas apakah Suzuki akan membangun EV tersebut dari platform baru khusus listrik atau mengadaptasi model Kei car yang sudah ada. Namun satu hal pasti, persaingan di segmen Kei car Jepang akan memasuki babak baru.
Masuknya BYD sebagai pemain global dengan teknologi baterai agresif tampaknya memaksa pabrikan Jepang untuk mempercepat elektrifikasi,bahkan di segmen yang selama ini dianggap paling konservatif. Jika Honda N-Box EV benar-benar hadir pada 2027, peta persaingan Kei car Jepang bisa berubah selamanya.



