Mobil

PEVS 2026 Siap Digelar Oktober, Hadirkan EV Darat, Laut, hingga Udara!

Moveroad.id – Industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia sedang melaju dalam koridor akselerasi yang sangat pesat. Kendaraan ramah lingkungan kini bukan lagi sekadar tren alternatif, melainkan telah bergeser menjadi fondasi utama ekosistem mobilitas yang praktis, bersih, dan efisien.

Merespons lompatan besar teknologi tersebut, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) berkolaborasi dengan promotor kawakan Dyandra Promosindo resmi mengumumkan peluncuran pameran megah PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, PEVS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Exhibition Hall B3-C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema besar “The Future of A Clean and Efficient Mobility”, pameran ini diproyeksikan menjadi kiblat inovasi kendaraan hijau terlengkap di Asia Tenggara dengan menyatukan berbagai teknologi mutakhir dalam satu lokasi.

Membedah 5 Rasi Teknologi Penggerak Hijau di PEVS 2026

Evolusi industri EV global telah melahirkan klasifikasi teknologi yang sangat variatif. Guna mengedukasi masyarakat, PEVS 2026 tidak hanya akan memamerkan mobil listrik konvensional, melainkan mengupas tuntas lima pilar teknologi New Energy Vehicle (NEV) yang kini mulai diadopsi oleh brand otomotif ternama mulai dari BEV, HEV, PHEV, REEV dan FCEV. 

  1. BEV (Battery Electric Vehicle): Kendaraan yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik dengan pasokan daya murni dari baterai.
  2. HEV (Hybrid Electric Vehicle): Perpaduan sinergis antara mesin bensin konvensional dan motor listrik untuk efisiensi bahan bakar optimal.
  3. PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle): Teknologi hybrid yang dilengkapi dengan soket pengisian daya mandiri (bisa dicolok), menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar.
  4. REEV (Range Extended Electric Vehicle): Motor listrik murni sebagai penggerak utama roda, namun tetap membawa mesin bensin kecil yang berfungsi eksklusif sebagai generator pembawa daya (genset) pengisi baterai.
  5. FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle): Teknologi masa depan berbasis gas hidrogen yang dikonversi menjadi energi listrik tanpa emisi negatif.

Respons Taktis Terhadap Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, dalam acara Launching PEVS 2026 di Plataran Senayan menekankan bahwa situasi makroekonomi dan ketegangan geopolitik global saat ini memaksa industri transportasi untuk melakukan lompatan besar.

“Bagaimana kita bermobilitas dengan cara efisien dan bersih tidak bisa lagi diabaikan. Apalagi di tengah situasi geopolitik di mana harga minyak tidak bisa lagi dikendalikan. Pilihan kita berdiam diri atau menciptakan terobosan. Penyelenggaraan PEVS adalah salah satu terobosan nyata tersebut,” tegas Moeldoko.

Pameran ini dirancang matang untuk menyasar tiga pilar ekosistem strategis sekaligus. Business to Business (B2B), Membuka keran kolaborasi teknis, investasi, dan ekspansi komponen antar-pabrikan.

Business to Consumer (B2C), Edukasi langsung serta interaksi retail masyarakat dengan teknologi EV terbaru lewat pengalaman berkendara (test drive). Business to Government (B2G) Menyediakan ruang bagi pembuat kebijakan (regulator) untuk bersinergi dengan produsen demi mempercepat pengadaan kendaraan dinas berbasis listrik.

Lompatan Edisi Ke-5: Meluas Hingga Sektor Moda Air dan Udara

Keberhasilan PEVS didukung oleh rekam jejak yang solid. Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menjabarkan bahwa pada edisi sebelumnya pameran ini sukses mencatatkan partisipasi 143 peserta (eksibitor) dengan total pengunjung menembus angka 40.000 orang.

Sementara itu, Project Manager PEVS 2026, Rudi MF, membocorkan bahwa edisi kelima ini akan jauh lebih interaktif dan mendobrak batas dunia otomotif konvensional. PEVS 2026 dipastikan memperluas spektrum pamerannya dari sekadar kendaraan darat.

“Memasuki tahun ke-5 kita akan mengangkat tema future mobility. Jadi tidak lagi hanya kendaraan yang di darat, tapi kita lihat fenomena kendaraan di air, di udara, dan juga kereta api ternyata sudah menerapkan New Energy Vehicle (NEV) berbasis baterai. Fenomena itu yang kami boyong ke JIExpo,” papar Rudi MF.

Banyaknya istilah teknis seperti BEV, PHEV, hingga REEV sering kali membuat konsumen awam di Indonesia bingung dan menunda keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik. Di sinilah letak urgensi PEVS 2026. Dengan mengintegrasikan skema B2B dan B2C dalam satu atap, Dyandra dan PERIKLINDO tidak sekadar jualan ruang pameran (booth), melainkan sedang melakukan rekayasa sosial (social engineering) untuk mempercepat adaptasi teknologi.

Keberanian menyuguhkan wahana transportasi air dan udara berbasis baterai serta solar panel pada edisi tahun ini adalah langkah visioner. Ini meruntuhkan persepsi bahwa baterai hanya aman untuk kebutuhan komuter jarak pendek di aspal perkotaan. PEVS 2026 diprediksi akan menjadi titik balik krusial yang mengonversi rasa penasaran pasar menjadi komitmen pembelian riil, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan rantai pasok EV di Asia Tenggara.

Related Articles

Back to top button