Mobil

BAIC Kembangkan Baterai Sodium Ion: Isi Daya 11 Menit, Tahan Suhu Ekstrem hingga -40°C

Moveroad.id – Industri kendaraan listrik global terus berkembang dengan eksplorasi berbagai teknologi baterai alternatif. Terbaru, produsen otomotif asal Tiongkok, BAIC, mengumumkan kemajuan signifikan dalam pengembangan baterai sodium-ion sebagai pelengkap sistem berbasis lithium.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pabrikan otomotif di China untuk mengatasi tantangan biaya produksi, ketersediaan bahan baku, serta performa baterai di suhu ekstrem.

Divisi riset BAIC mengungkapkan bahwa mereka telah menyelesaikan pengembangan sampel baterai sodium-ion dengan performa yang diklaim berada di level terdepan industri. Baterai ini menggunakan format sel prismatik dengan kepadatan energi mencapai 170 Wh/kg berdasarkan pengujian internal.

Baca juga: DENSO Hadirkan Posko Lebaran 2026, Fokus Kenyamanan Perjalanan Mudik

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuan pengisian cepat hingga 4C, yang memungkinkan baterai terisi penuh hanya dalam waktu 11 menit. Selain itu, baterai ini dirancang untuk bekerja dalam rentang suhu ekstrem, mulai dari -40°C hingga 60°C.

Dalam kondisi suhu dingin, performanya juga cukup menjanjikan. Pada suhu -20°C, baterai masih mampu mempertahankan lebih dari 92% kapasitas energi, menjadikannya solusi potensial untuk penggunaan di wilayah dengan iklim dingin.

Uji Keamanan dan Ketahanan

BAIC juga memaparkan hasil pengujian keamanan yang telah dilakukan secara internal. Baterai sodium-ion ini diklaim mampu bertahan dalam kondisi overcharge hingga 200% tanpa menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan.

Selain itu, dalam uji thermal abuse, baterai tetap stabil meski terpapar suhu hingga 200°C. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek keselamatan, yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan kendaraan listrik.

Perusahaan juga menegaskan telah menguasai berbagai aspek penting dalam pengembangan baterai, mulai dari formulasi elektrolit, desain sel, hingga integrasi sistem secara menyeluruh.

Baca juga: Revolusi Industri! Pabrik Mobil Ini Gunakan 350 Robot Sebagai Pengganti Manusia 

Teknologi sodium-ion ini merupakan bagian dari program “Aurora Battery” milik BAIC, yang mencakup berbagai jenis kimia baterai seperti lithium-ion, solid-state, dan sodium-ion.

BAIC menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan validasi proses untuk produksi massal sel sodium-ion berbentuk prismatik, meskipun belum ada pengumuman resmi terkait implementasi pada kendaraan produksi.

Persaingan di Industri Baterai China

Pengembangan baterai sodium-ion kini semakin menjadi fokus di industri otomotif China. Teknologi ini dipandang sebagai solusi pelengkap untuk segmen kendaraan listrik yang sensitif terhadap harga serta membutuhkan performa optimal di suhu rendah.

Sebagai perbandingan, baterai sodium-ion menawarkan keunggulan dalam ketersediaan bahan baku dan stabilitas di suhu dingin dibandingkan lithium iron phosphate (LFP), meski masih memiliki keterbatasan dalam kepadatan energi.

Sejumlah pemain besar juga mulai bergerak di sektor ini. CATL bersama Changan Automobile telah memperkenalkan kendaraan listrik penumpang berbasis sodium-ion dengan baterai 45 kWh dan jarak tempuh lebih dari 400 km, yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026.

Sementara itu, BYD juga mengembangkan platform baterai sodium-ion generasi ketiga dengan siklus pengisian hingga 10.000 kali, meski waktu komersialisasinya masih menunggu kesiapan pasar.

Hingga saat ini, BAIC belum mengumumkan jadwal peluncuran kendaraan yang menggunakan baterai sodium-ion tersebut. Berdasarkan informasi yang tersedia, teknologi ini masih berada pada tahap pra-komersial.

Ke depan, BAIC akan terus berinvestasi dalam pengembangan material, integrasi sistem, serta adaptasi kendaraan untuk teknologi ini. Tahap berikutnya yang patut ditunggu adalah implementasi di kendaraan produksi dan uji coba di kondisi nyata.

Dengan semakin banyaknya pabrikan yang mengadopsi pendekatan multi-teknologi baterai, sodium-ion berpotensi menjadi solusi penting dalam memperluas akses kendaraan listrik yang lebih terjangkau dan andal di berbagai kondisi iklim.

Related Articles

Back to top button