Sport

Aprilia Racing Ukir Sejarah di Austin, Bezzecchi Menang Lima Kali Beruntun

Moveroad.id – Akhir pekan di Circuit of the Americas menjadi panggung bersejarah bagi Aprilia Racing yang kembali mencetak finis satu-dua secara beruntun di kelas utama MotoGP.

Sorotan utama tertuju pada Marco Bezzecchi yang tampil luar biasa meski memulai balapan dari posisi keempat akibat penalti di sesi kualifikasi. Pembalap asal Italia tersebut sempat mengalami kontak di lap pertama yang merusak sayap belakang motornya, namun tetap mampu mengambil alih pimpinan sejak akhir lap pertama hingga menyentuh garis finis.

Kemenangan ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi Bezzecchi, menjadikannya pembalap ketiga di era modern yang mencatatkan prestasi tersebut setelah Valentino Rossi dan Marc Márquez.

Baca juga: Aldi Satya Mahendra Target Pertahankan Posisi 5 Besar di World Supersport Portimao 2026

Tak hanya itu, kemenangan di Austin juga menandai pencapaian penting lainnya bagi Bezzecchi diantaranya kemenangan keenam di kelas utama bersama Aprilia Racing, Pembalap pertama yang menyapu bersih tiga seri pembuka musim sejak 2014.

Serta lima kemenangan beruntun dengan selalu memimpin dari start hingga finis dengan Total 121 lap dipimpin, melampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo (103 lap).  Dominasi ini menegaskan posisi Bezzecchi sebagai kandidat kuat juara dunia musim 2026.

“Saya sangat senang dan bangga. Sudah lama saya bermimpi bisa tampil baik di sirkuit ini,” ujar Bezzecchi usai balapan.

Jorge Martín Lengkapi Dominasi Aprilia

Keberhasilan Aprilia Racing semakin sempurna dengan finis kedua yang diraih Jorge Martín. Pembalap Spanyol tersebut tampil konsisten sepanjang balapan, meski mengakui harus mengendur di lap-lap akhir akibat kondisi fisik.

Ini menjadi podium keduanya secara beruntun bersama Aprilia di balapan utama, sekaligus melengkapi akhir pekan gemilang setelah sebelumnya memenangkan sprint race.

“Saya sudah memberikan segalanya. Marco tampil luar biasa, saya sempat mencoba mengejarnya, tapi harus sedikit mengendur di akhir,” ungkap Martín.

Secara keseluruhan, pabrikan asal Noale, Italia ini kini telah mengoleksi 305 kemenangan di ajang World Grand Prix Motorcycle Racing.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut hasil ini sebagai momen bersejarah, namun menegaskan tim tidak akan cepat puas.

“Hari ini adalah momen yang akan tercatat dalam sejarah, tetapi kami harus terus berkembang. Masih ada hal yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menyinggung insiden yang dialami Ai Ogura serta menyayangkan peluang menghadirkan tiga motor Aprilia di podium yang belum terwujud.

Dengan performa dominan di awal musim, Aprilia Racing kini menjadi kekuatan utama di MotoGP 2026—dan jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin musim ini akan menjadi salah satu yang paling bersejarah bagi pabrikan asal Italia tersebut.

Related Articles

Back to top button