Tips

Busi Lemah Bikin Motor Boros? Jangan Sepelekan Komponen Kecil Ini Sebelum Mesin “Jebol”!

Moveroad.id – Seringkali dianggap remeh karena ukurannya yang mungil, busi ternyata memegang kendali penuh atas “napas” motor Anda. Sebagai pemantik api dalam ruang bakar, busi yang bermasalah bisa menjadi biang kerok penurunan performa yang drastis, mesin brebet, hingga dompet jebol karena konsumsi BBM yang mendadak boros.

Wahyu Budhi, Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), menjelaskan bahwa jika percikan listrik yang dihasilkan busi tidak optimal, maka campuran udara dan bahan bakar tidak akan terbakar sempurna. “Performa mesin akan langsung terpengaruh secara signifikan,” tegasnya.

Jangan tunggu motor mogok di tengah jalan. Segera cek kondisi busi jika motor Anda menunjukkan gejala seperti motor Susah Starter Busi yang lemah sulit memercikkan api, terutama saat mesin dalam kondisi dingin di pagi hari.

Baca juga: Zen On Wheels: Wahana Edukasi Safety Riding Perempuan, Dorong Budaya #Cari_Aman Sejak Dini

Adapula gejala akselerasi brebet Saat gas ditarik, tenaga terasa tertahan atau tersendat. Ini tanda pembakaran tidak konsisten. BBM Terasa Boros: Mesin terpaksa menyedot lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama karena proses pembakaran yang tidak efisien.

Serta kondisi motor Idle Tidak Stabil (Misfire) Suara mesin terdengar kasar, pincang, atau bergetar lebih kuat saat motor berhenti di lampu merah.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Ganti Busi?

Menjaga ritme penggantian busi adalah kunci agar motor tetap responsif. Gunakan panduan berikut sebagai acuan, Patokan KM Idealnya, ganti busi setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer sesuai buku servis.

Cek Kondisi Fisik Jika elektroda sudah aus, berkarat, atau tertutup kerak karbon hitam yang tebal, jangan tunda lagi. Durasi Waktu, Jika motor jarang dipakai tapi busi sudah berumur lebih dari satu tahun, sebaiknya tetap diganti karena efisiensinya pasti menurun.

Solusi Praktis: Servis Tanpa Antre di AHASS

Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati, sangat menyarankan pengguna Honda untuk melakukan perawatan di AHASS. Mengapa? Karena selain menjamin keaslian Honda Genuine Parts, pengerjaan dilakukan oleh mekanik tersertifikasi yang memahami standar presisi pabrikan.

Banyak pengendara tergoda menggunakan busi murah atau tidak standar dengan harapan menghemat biaya. Padahal, busi yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan bisa menyebabkan overheat pada ruang bakar atau bahkan merusak komponen kelistrikan lainnya yang lebih mahal.

Mengganti busi secara rutin di AHASS bukan sekadar menjaga performa, tapi juga menjaga nilai jual kembali motor Anda dan memastikan garansi tetap berlaku. Ingat, motor yang sehat dimulai dari percikan api yang sempurna!”

Related Articles

Back to top button