Kupas Tuntas Kelebihan Mobil FWD: Nyaman, Lincah & Kebal Mitos Tanjakan!
Moveroad.id – Mobil keluarga atau Multi-Purpose Vehicle (MPV) dengan sistem penggerak roda depan (Front Wheel Drive/FWD) saat ini makin mendominasi pasar otomotif tanah air. Kendati demikian, masih sering terdengar mitos di masyarakat yang menyebut bahwa mobil berpenggerak depan tidak kuat menanjak atau kurang andal di medan ekstrem. Faktanya, stigma tersebut keliru karena setiap kendaraan telah melalui proses perancangan dan uji coba yang sangat ketat sebelum dipasarkan ke konsumen.
Sistem penggerak FWD sejatinya menawarkan segudang keunggulan, baik dari aspek performa mekanis maupun estetika ruang. Pada mobil FWD, tenaga dari mesin langsung disalurkan ke dua roda depan tanpa harus melewati komponen gardan panjang menuju roda belakang. Karena memangkas banyak komponen mekanis seperti gigi transmisi tambahan dan poros propeler, bobot keseluruhan mobil FWD menjadi jauh lebih ringan dan efisien.
“Beberapa keunggulan ada pada mobil penggerak roda depan dan untuk kendaraan penumpang sebenarnya nyaris tidak ada perbedaan jika berbicara masalah daya jelajah seperti kekuatan menanjak antara penggerak roda depan dan belakang. Ada perbedaan hanya pada mobil-mobil beban berat seperti truk,” ungkap Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi.
Rifat juga menambahkan bahwa salah satu keuntungan paling kentara dari mobil penggerak roda depan adalah sisi pengendalian atau handling. Karakteristik mobil FWD dinilai jauh lebih mudah dikendalikan, sehingga memudahkan pengemudi untuk mengarahkan kendaraan secara presisi sesuai dengan keinginan.
Dari segi estetika interior dan fungsionalitas, hilangnya komponen axle (gardan) belakang memberikan keuntungan besar bagi para desainer interior mobil. Tanpa gundukan gardan di lantai, ruang kabin belakang dapat didesain dengan lantai yang rata (flat floor). Hal ini berdampak langsung pada kenyamanan penumpang yang mendapatkan ruang kaki lebih lega saat menempuh perjalanan jauh. Menurut Rifat, absennya gardan belakang juga terbukti membuat tingkat kekedapan kabin menjadi lebih senyap dan penyaluran tenaga mesin ke roda menjadi jauh lebih maksimal.
“Misal mobil mesin bertenaga 100 hp, jika mobil penggerak roda belakang, total tenaga yang dikeluarkan ke roda akan terpangkas 35 persen. Jika mobil FWD pasti ada tapi tidak besar,” pungkas Rifat.
Kelebihan lain dari mobil FWD yang jarang disadari adalah keandalannya saat melintasi jalanan basah atau saat hujan deras. Gaya gesek (traksi) ban depan justru lebih aman karena roda depan berfungsi menarik beban mobil, bukan mendorongnya dari belakang seperti sistem RWD. Ditambah lagi, posisi mesin yang berada di bagian depan memberikan bobot ekstra yang menekan roda depan (memberikan efek rigid), sehingga meminimalkan risiko ban selip atau tergelincir di permukaan jalan yang licin.
Oleh sebab itu, anggapan bahwa mobil FWD seperti Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross kurang bisa diandalkan di medan jalan licin adalah tidak benar. Sebaliknya, kombinasi penggerak depan dan distribusi bobot mesin justru membuat lini andalan Mitsubishi ini sangat stabil saat menghadapi cuaca buruk.
Dukungan Fitur Canggih dan Pilihan Transmisi
Untuk mengoptimalkan performa penggerak roda depan di medan jalan yang menantang, Mitsubishi Xpander telah dilengkapi dengan opsi selektor transmisi otomatis posisi “2” dan “L”. Fitur mekanis ini bertugas memberikan dorongan tenaga ekstra saat mobil harus mendaki perbukitan yang curam, sekaligus mengaktifkan fungsi pengereman mesin (engine brake) sewaktu melalui jalanan menurun yang tajam.
Tak hanya itu, aspek keselamatan berkendara di jalan raya juga didukung penuh oleh kehadiran teknologi modern berbasis komputer, di antaranya, Hill Start Assist (HSA), Fitur keselamatan yang secara otomatis mengaktifkan rem selama 3 detik saat mobil berhenti di posisi tanjakan. Fitur ini menahan mobil agar tidak meluncur mundur ketika pengemudi memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas.
Active Stability Control (ASC), Sistem kontrol stabilitas yang aktif secara otomatis sejak mesin dinyalakan. Berdasarkan perintah dari ECU (Electronic Control Unit), fitur ini mendeteksi gejala understeer atau oversteer saat mobil bermanuver di jalan licin, kemudian secara otomatis mengatur pengereman di masing-masing roda agar kendaraan tetap terkontrol di jalurnya.
Meskipun fitur ASC ini dapat dinonaktifkan secara manual oleh pengemudi melalui tombol di sebelah kanan setir (ditandai dengan indikator peringatan di layar MID), sistem cerdas ini akan secara otomatis kembali aktif demi keselamatan setiap kali mesin mobil dinyalakan ulang.



