Mengabdi 55 Tahun di Indonesia: Toyota Kuasai 57,6% Ekspor Mobil CBU Nasional Pada Paruh Pertama 2026
Moveroad.id – Di tengah tantangan geopolitik global dan dinamika pasar internasional, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali membuktikan ketangguhan industri manufaktur dalam negeri. Memasuki usia 55 tahun perjalanannya di Tanah Air, Toyota Indonesia sukses mengapalkan 145.080 unit kendaraan bermerek Toyota ke pasar global sepanjang Semester 1 (Januari–Juni) 2026.
Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan pencapaian ini, Toyota Indonesia menjadi tulang punggung utama ekspor otomotif nasional dengan menguasai porsi mayoritas sebesar 57,6% dari total pengapalan CBU Indonesia yang mencapai 251.705 unit.
Pertumbuhan kinerja ekspor Toyota didorong oleh tingginya permintaan dari berbagai kawasan strategis. Asia masih menjadi kawasan penerima ekspor terbesar dengan kontribusi 57,8%, disusul kawasan Amerika sebesar 29,5%, dan Timur Tengah sebesar 12,0%.
Baca juga: TMMIN Borong PROPER Emas dan Hijau 2026, Perkuat Komitmen Industri Hijau dan Mobilitas Berkelanjutan
Pengembangan produk berbasis kebutuhan konsumen lokal Indonesia terbukti sangat relevan dengan preferensi pasar berkembang (emerging markets). Model segmen A dan B buatan pabrik TMMIN di Karawang dan Sunter terus mendominasi pasar ekspor.
Selain kendaraan utuh (CBU), TMMIN juga aktif mengapalkan komponen terurai (CKD parts), mesin utuh, komponen mesin, hingga alat cetakan pres (dies) ke pabrik-pabrik Toyota di seluruh dunia.
“Konsistensi kinerja ekspor tidak terlepas dari hasil kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta dukungan dari Pemerintah Indonesia. Bersama-sama, seluruh elemen tersebut berperan dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah dinamika geopolitik global,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.
Mobil Listrik Hybrid Melesat 46,4% dan Komitmen Strategi Multi-Pathway
Langkah transformasi elektrifikasi Toyota Indonesia memperlihatkan hasil dramatis. Ekspor model berteknologi Hybrid Electrified Vehicle (HEV) yaitu Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid naik pesat sebesar 46,4% YoY menjadi 12.693 unit selama paruh pertama 2026. Sejak pertama kali diekspor pada 2023, akumulasi ekspor kedua model ramah lingkungan ini telah menembus 62.906 unit.
Penguatan Rantai Pasok Lokal:Kemitraan 760+ Supplier & IKM. Memaksimalkan kandungan lokal (TKDN) melalui integrasi Industri Kecil dan Menengah untuk meningkatkan daya saing biaya manufaktur.
Mendorong Ekspor Elektrifikasi:Pengiriman Innova Zenix & Yaris Cross HEV. Mengakselerasi pengiriman kendaraan rendah emisi berteknologi hybrid ke pasar berkembang di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.
Penerapan Flexy Fuel Vehicle (FFV):Pengembangan Bioetanol Dalam Negeri. Mengembangkan kendaraan berkemampuan bahan bakar fleksibel bioetanol untuk mendukung dekarbonisasi sekaligus menyejahterakan petani lokal.
Untuk memenuhi beragam tuntutan netralitas karbon dunia, Toyota menerapkan strategi multi-pathway. Pilihan teknologi disiapkan secara lengkap, mulai dari Battery Electrified Vehicle (BEV), Hybrid Electrified Vehicle (HEV), hingga kendaraan Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bahan bakar terbarukan berbasis bioetanol.
“Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan,” tegas I Nyoman Winaya Adnyana, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Inisiatif pengaplikasian bioetanol pada kendaraan FFV tidak hanya berdampak positif bagi penekanan emisi karbon sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi besar bagi petani bahan baku bioetanol lokal serta mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil.
Memasuki 55 tahun kiprahnya di Tanah Air, Toyota Indonesia sukses membuktikan diri sebagai motor penggerak utama ekspor otomotif nasional. Dengan penguasaan 57,6% pangsa ekspor CBU, lompatan ekspor mobil hybrid sebesar 46,4%, serta keberanian mengadopsi teknologi Flexy Fuel, TMMIN optimistis dapat terus memperkuat ekosistem manufaktur dalam negeri yang siap bersaing di era transisi energi global.



