Mobil

Wuling Raih KESGI Award 2026, Perakitan Baterai EV Jadi Sorotan

Moveroad.id – Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia mulai bergerak dari sekadar menghadirkan produk menuju penguatan ekosistem produksi di dalam negeri. Salah satu langkah yang mendapat apresiasi adalah lokalisasi perakitan baterai kendaraan elektrifikasi yang dilakukan Wuling Motors.

Langkah tersebut mengantarkan Wuling meraih KESGI Award 2026 pada sektor Transportasi dan Logistik. Penghargaan diberikan dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 ‘The Green Changer’, yang berlangsung di Sudirman Hall, Sequis Tower SCBD, Jakarta, 17 September 2026.

Wuling mendapatkan Apresiasi Inisiatif Produksi EV Nasional atas komitmennya melokalisasi perakitan baterai kendaraan elektrifikasi serta kontribusinya terhadap pengembangan produksi kendaraan listrik nasional.

Baca juga: Wuling Bawa Deretan Mobil Listrik dan Promo Menarik di BCA Expo 2026

Penghargaan ini menarik perhatian karena baterai merupakan salah satu komponen utama dalam rantai produksi kendaraan elektrifikasi. Dengan melakukan perakitan di dalam negeri, Wuling tidak hanya memproduksi kendaraan listrik untuk pasar Indonesia, tetapi juga meningkatkan porsi aktivitas produksi yang dilakukan secara lokal.

Baterai EV Dirakit di Cikarang

Lokalisasi perakitan baterai Wuling dilakukan melalui fasilitas manufaktur perusahaan di Cikarang, Jawa Barat.

Fasilitas tersebut sebelumnya menjadi basis kegiatan produksi kendaraan Wuling di Indonesia dan kini juga mendukung perakitan baterai untuk kendaraan listrik murni atau EV serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan penghargaan KESGI Award 2026 menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat kontribusi terhadap ekosistem kendaraan elektrifikasi Indonesia.

Baca Juga:Harga Wuling Aira Lebih Murah dari LCGC, Hitungan Hari Pemesanan Tembus 3500 Unit 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kontribusi terhadap perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” ujar Ricky.

Ia menambahkan, lokalisasi perakitan baterai merupakan bagian dari upaya Wuling meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.

“Melalui lokalisasi perakitan baterai, Wuling berkomitmen untuk terus meningkatkan TKDN dan mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” katanya.

Saat ini, Wuling menyebut seluruh lini kendaraannya telah memiliki TKDN di atas 40 persen.

Enam Model Wuling Gunakan Baterai Rakitan Lokal

Lokalisasi baterai tersebut tidak berhenti pada fasilitas produksi. Wuling menyatakan enam model kendaraan elektrifikasinya telah menggunakan baterai hasil perakitan lokal di Indonesia.

Di segmen mobil listrik, terdapat BinguoEV yang membawa konsep desain ikonik untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kemudian Cloud EV menawarkan pendekatan berbeda dengan menitikberatkan pada kenyamanan dan kabin yang lapang.

Wuling juga memperluas pilihan elektrifikasi untuk keluarga melalui Darion EV dan PHEV. Model ini menjadi pilihan MPV dengan dua teknologi elektrifikasi.

Pilihan lainnya adalah Eksion EV dan PHEV, SUV tujuh penumpang yang ditujukan untuk kebutuhan perjalanan keluarga.

Sementara kebutuhan mobilitas perkotaan diisi Aira EV sebagai mobil listrik perkotaan. Adapun untuk sektor komersial, Wuling mengandalkan Mitra EV sebagai kendaraan listrik yang ditujukan untuk berbagai aktivitas usaha.

Dengan enam model tersebut, penggunaan baterai hasil perakitan lokal menjadi bagian dari peningkatan nilai tambah produksi kendaraan elektrifikasi Wuling di Indonesia.

Lokalisasi Jadi Bagian Penting Ekosistem EV

Penghargaan KESGI Award 2026 juga memperlihatkan bagaimana isu ESG semakin berkaitan dengan perkembangan industri otomotif.

Dalam konteks kendaraan listrik, pengembangan ekosistem tidak hanya menyangkut jumlah mobil yang dipasarkan. Aktivitas produksi, penggunaan komponen lokal, serta penguatan rantai pasok di dalam negeri menjadi bagian dari proses membangun industri kendaraan elektrifikasi.

Wuling sendiri menjadikan lokalisasi perakitan baterai sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kandungan lokal produknya.

Sementara itu, Katadata SAFE 2026 memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya dengan mengangkat tema ‘The Green Changer’. Agenda tersebut membahas keberlanjutan, ESG, inovasi, serta transformasi hijau yang dinilai berperan dalam membentuk daya saing dan ketahanan ekonomi masa depan.

Adapun KESGI Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian tersebut. Penghargaan diberikan kepada perusahaan dan institusi berdasarkan kinerja serta kepemimpinan ESG yang mengacu pada KESGI Framework.

Bagi industri otomotif, langkah seperti lokalisasi perakitan baterai menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Wuling menyatakan akan melanjutkan upaya meningkatkan lokalisasi dan kontribusinya terhadap produksi kendaraan listrik nasional melalui pendekatan Good Product, Good Quality, dan Good Service.

Related Articles

Back to top button