Mobil

Bukan Jual Irit BBM, Kelebihan Mesin Hybrid Ini Tahan Air hingga 1,1 Meter

Moveroad.id – Menembus genangan atau bahkan melintasi sungai menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan, terutama ketika air mulai mencapai ruang mesin. Namun, teknologi baru yang dikembangkan Horse Powertrain menawarkan solusi berbeda.

Perusahaan yang dibentuk Renault dan Geely pada 2024 tersebut memperkenalkan B20, mesin bensin 2.0 liter empat silinder yang dirancang untuk kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), serta mobil listrik dengan teknologi range extender.

Menariknya, mesin tersebut diklaim tetap dapat beroperasi ketika kendaraan berada di dalam air hingga kedalaman 42 inci atau sekitar 1,1 meter.

Baca juga: Mobil Listrik Perusak LCGC di Indonesia, Harga Rp115 Juta Sudah Pakai Baterai CATL

Kemampuan tersebut dimungkinkan berkat tingkat perlindungan terhadap air IPX8. Horse membekali B20 dengan sejumlah komponen kelistrikan dan sensor yang dibuat kedap air, termasuk sistem penyegelan khusus pada area antara mesin dan transmisi.

Teknologi tersebut dirancang untuk menjaga mesin tetap bekerja ketika kendaraan menghadapi kondisi ekstrem, termasuk saat melakukan perjalanan di medan off-road dengan genangan air dalam.

Tenaga hingga 252 PS

Di balik kemampuan tahan air tersebut, B20 tetap menawarkan performa yang cukup besar. Mesin 2.0 liter empat silinder ini menghasilkan tenaga antara 188 hingga 248 hp atau sekitar 190–252 PS, tergantung spesifikasi.

Torsinya berada di rentang 300–380 Nm, sedangkan bobot mesin disebut hanya sekitar 130 kg.

Horse juga membekali B20 dengan sistem kontrol yang mampu mendeteksi ketika mesin berada dalam kondisi terendam. Saat kondisi tersebut terdeteksi, sistem dapat secara otomatis menyesuaikan respons pedal gas atau membatasi tenaga mesin sesuai situasi.

Langkah tersebut bukan hanya ditujukan untuk menjaga mesin tetap beroperasi, tetapi juga membantu mengontrol karakter kendaraan ketika menghadapi kondisi ekstrem.

Kemampuan B20 tidak berhenti pada medan berair. Horse mengklaim mesin tersebut mampu bekerja pada kemiringan hingga 100 persen grade.

Dalam konteks teknis, kemiringan 100 persen berarti kendaraan menanjak satu meter secara vertikal untuk setiap satu meter jarak horizontal. Angka tersebut setara dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat, yang merupakan medan ekstrem dan hanya mampu dilewati kendaraan dengan kemampuan off-road tinggi.

Efisiensi Termal Capai 48,4 Persen

Horse juga mengembangkan B20 dengan fokus pada efisiensi. Mesin tersebut menggunakan siklus Miller, sistem injeksi langsung, piston dengan desain khusus, serta saluran masuk udara dengan karakter high-tumble.

Kombinasi teknologi tersebut membuat B20 diklaim mampu mencapai efisiensi termal 48,4 persen.

Sebagai pembanding, mesin pembakaran internal konvensional umumnya memiliki efisiensi termal sekitar 25–30 persen. Sementara itu, mesin Miller yang digunakan pada Toyota Prius berada di kisaran 40 persen.

Efisiensi termal menjadi penting pada kendaraan hybrid karena mesin pembakaran tidak selalu bekerja secara konstan seperti pada mobil konvensional. Mesin dapat beroperasi pada kondisi yang lebih optimal untuk menghasilkan energi, sementara motor listrik mengambil peran pada kondisi lainnya.

Untuk menjaga temperatur mesin ketika bekerja dalam kondisi berat, B20 juga dilengkapi sistem pendinginan aktif dengan dua sirkuit. Teknologi tersebut dirancang membantu menjaga temperatur tetap terkendali ketika mesin bekerja dalam durasi panjang, termasuk saat kendaraan menanjak atau menghadapi beban tinggi.

Bukan Sekadar Konsep

Menariknya, B20 bukan sekadar proyek teknologi yang masih berada di meja pengembangan.

Mesin tersebut pertama kali diperkenalkan pada Beijing Auto Show 2026 dan sudah digunakan pada kendaraan produksi di pasar China, salah satunya Geely Galaxy Cruiser 700.

Pada SUV tersebut, B20 menjadi bagian dari sistem plug-in hybrid dan dipadukan dengan transmisi hybrid tiga percepatan buatan Horse.

Kehadiran B20 menunjukkan bahwa mesin pembakaran internal masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah pergeseran industri otomotif menuju elektrifikasi.

Alih-alih hanya mengejar peningkatan tenaga, pengembangan mesin ini diarahkan pada kombinasi efisiensi tinggi, kemampuan menghadapi medan ekstrem, serta integrasi dengan sistem elektrifikasi.

Bagi kendaraan hybrid dan PHEV, pendekatan tersebut membuka kemungkinan penggunaan mesin bensin yang lebih efisien sekaligus memiliki kemampuan operasional lebih luas, termasuk untuk SUV yang dirancang menghadapi medan berat.

Dengan efisiensi termal 48,4 persen dan kemampuan tetap beroperasi saat terendam hingga 1,1 meter, Horse B20 menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi mesin konvensional masih terus berevolusi di tengah era elektrifikasi.

Related Articles

Back to top button