Mobil

Changan Gandeng CATL, Siapkan Baterai Mobil Listrik Jarak Tempuh 1.500 Km

Moveroad.id – Persaingan teknologi baterai kendaraan listrik di Tiongkok semakin panas. Changan Automobile mengumumkan rencana memperdalam kerja sama strategis dengan raksasa baterai Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), termasuk meningkatkan kapasitas produksi bersama menjadi 75 GWh serta mempercepat pengembangan baterai generasi berikutnya.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi baterai lithium-ion. Kedua perusahaan juga akan bekerja sama dalam pengembangan baterai solid-state (solid-state battery/SSB) dan baterai sodium-ion yang dipandang sebagai alternatif teknologi penyimpanan energi masa depan.

Pengumuman tersebut disampaikan Changan melalui platform interaktif Bursa Efek Shenzhen, sekaligus mempertegas ambisi perusahaan untuk memperkuat penguasaan teknologi inti kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).

Baca juga: Changan Nevo Debut di Eropa, Tiga Model Baru Tampil di Paris Motor Show 2026

Bagi Changan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi mengamankan pasokan komponen paling mahal dalam kendaraan listrik, sekaligus mendukung ekspansi merek-merek elektrifikasinya, seperti AVATR, Deepal, dan Nevo.

Kapasitas Produksi Baterai Changan-CATL Naik Menjadi 75 GWh

Changan dan CATL sebenarnya bukan mitra baru. Keduanya telah membentuk perusahaan patungan bernama CATL-Changan atau Times Changan sejak 2023.

Perusahaan tersebut bertugas memasok baterai untuk sejumlah lini kendaraan elektrifikasi Changan.

Sebelumnya, pada Mei 2025, Changan mengungkapkan rencana pengembangan kapasitas produksi baterai bersama hingga 50 GWh.

Melalui pengumuman terbaru, kapasitas tersebut akan ditingkatkan dengan tambahan 25 GWh, sehingga total kapasitas yang ditargetkan mencapai 75 GWh.

Untuk merealisasikannya, perusahaan patungan tersebut berencana membangun fasilitas produksi baru seluas sekitar 700.000 meter persegi dengan nilai investasi mencapai 5 miliar yuan atau sekitar 750 juta dolar AS.

Pabrik baru ini akan berlokasi di kawasan teknologi tinggi yang menghubungkan Chongqing dan Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Menurut rencana, fasilitas tersebut mulai beroperasi pada 2027 dan ditargetkan mencapai kapasitas produksi tambahan sebesar 25 GWh dalam kurun waktu tiga tahun.

Changan menyatakan pabrik tersebut akan mengintegrasikan teknologi baterai generasi terbaru CATL untuk mendukung kebutuhan kendaraan elektrifikasi di bawah naungan perusahaan.

Investasi Baterai Diproyeksikan Ciptakan 2.500 Lapangan Kerja

Ekspansi fasilitas produksi baterai ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi bagi wilayah tempat pabrik beroperasi.

Changan memperkirakan pengembangan tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan tahunan mencapai 10 miliar yuan atau sekitar 1,5 miliar dolar AS.

Selain itu, investasi ini diperkirakan membuka sekitar 2.500 lapangan kerja baru serta memberikan kontribusi penerimaan pajak daerah sebesar 300 juta yuan per tahun.

Dari perspektif bisnis otomotif, peningkatan kapasitas produksi bersama CATL juga memiliki arti strategis bagi Changan.

Baterai merupakan salah satu komponen dengan kontribusi biaya terbesar dalam produksi kendaraan listrik. Karena itu, akses terhadap pasokan sel baterai melalui perusahaan patungan dapat membantu produsen kendaraan mengendalikan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian baterai dari pemasok eksternal.

Strategi tersebut menjadi semakin penting ketika persaingan harga kendaraan listrik di Tiongkok terus memberikan tekanan terhadap margin keuntungan produsen.

Changan dan CATL Kembangkan Baterai Solid-State dan Sodium-Ion

Selain memperbesar kapasitas produksi, kerja sama Changan dan CATL akan diperluas ke pengembangan dua teknologi baterai yang tengah menjadi perhatian industri otomotif global, yakni solid-state dan sodium-ion.

Baterai solid-state dikembangkan sebagai salah satu kandidat teknologi masa depan karena berpotensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dan peningkatan aspek keselamatan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Sementara baterai sodium-ion menjadi alternatif menarik karena memanfaatkan natrium yang lebih melimpah, sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah material baterai berbasis lithium.

Meski demikian, kedua teknologi tersebut masih menghadapi tantangan pengembangan dan industrialisasi, terutama untuk mencapai keseimbangan antara biaya, kepadatan energi, performa, serta skala produksi massal.

Kolaborasi dengan CATL memberikan Changan akses terhadap kemampuan riset dan pengembangan salah satu produsen baterai terbesar di dunia.

Golden Bell, Baterai Solid-State Changan dengan Target 1.500 Km

Di luar kolaborasi dengan CATL, Changan juga telah mengembangkan teknologi baterai solid-state internal bernama Golden Bell atau Jinzhongzhao.

Proyek ini pertama kali diumumkan pada November 2023 dan menjadi salah satu bagian penting dalam strategi teknologi elektrifikasi perusahaan.

Changan menargetkan baterai Golden Bell memiliki kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg, angka yang berpotensi memungkinkan kendaraan listrik menggunakan baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus meningkatkan bobot secara berlebihan.

Pabrikan tersebut bahkan mengklaim teknologi Golden Bell nantinya dapat mendukung mobil listrik dengan jarak tempuh lebih dari 1.500 kilometer.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa angka tersebut masih merupakan target pengembangan yang disampaikan perusahaan, bukan hasil pengujian resmi kendaraan produksi massal.

Jarak tempuh aktual nantinya tetap akan bergantung pada kapasitas paket baterai, efisiensi kendaraan, bobot, kondisi penggunaan, serta standar pengujian yang diterapkan.

Diklaim Bisa Isi Baterai 30–80 Persen dalam 9 Menit

Selain kepadatan energi, Changan juga memasang target ambisius pada kemampuan pengisian daya dan daya tahan baterai Golden Bell.

Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung pengisian cepat hingga 6C, yang menurut klaim perusahaan memungkinkan proses pengisian dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit.

Dari sisi ketahanan, Changan menargetkan usia pakai sel baterai melampaui 5.000 siklus pengisian dan penurunan kapasitas yang diklaim tidak akan terasa signifikan hingga penggunaan setidaknya 600.000 kilometer.

Perusahaan juga menyebut penggunaan teknologi diagnosis jarak jauh berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan aspek keselamatan baterai.

Melalui pendekatan tersebut, Changan mengklaim Golden Bell memiliki tingkat keselamatan 70 persen lebih baik dibandingkan teknologi pembandingnya.

Seluruh angka performa tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen dan implementasi pada kendaraan produksi.

Produksi Komersial Ditargetkan Mulai 2027

Changan kembali menegaskan jadwal pengembangan Golden Bell dengan target pengujian kendaraan di jalan raya sepanjang 2026.

Tahap berikutnya adalah peningkatan skala produksi menuju komersialisasi pada 2027.

Jika seluruh target tersebut terealisasi, Changan berpotensi memiliki dua jalur pengembangan teknologi baterai sekaligus, yakni melalui riset internal Golden Bell dan kerja sama strategis bersama CATL.

Tidak hanya terbatas pada industri otomotif, Changan juga menyatakan ketertarikannya memperluas pengembangan teknologi ke sektor masa depan, termasuk robot humanoid dan industri ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy) di Tiongkok.

Bagi pasar kendaraan listrik global, ekspansi Changan dan CATL memperlihatkan bahwa persaingan produsen otomotif kini semakin bergeser dari sekadar menghadirkan model baru menuju penguasaan teknologi baterai, efisiensi produksi, dan keamanan rantai pasok.

Dengan target kapasitas produksi 75 GWh serta pengembangan baterai solid-state berjarak tempuh lebih dari 1.500 kilometer, Changan tengah menyiapkan fondasi untuk memperkuat daya saing AVATR, Deepal, dan Nevo dalam beberapa tahun mendatang.

Related Articles

Back to top button