Mobil

Ambisi Dongfeng Punya Baterai Mobil Pengisian Daya Hanya 6 Menit 

Moveroad.id – Persaingan teknologi pengisian cepat kendaraan listrik di China semakin ketat. Dongfeng Motor dikabarkan tengah membidik hak peluncuran pertama atau first-launch rights untuk baterai supercepat Shenxing generasi ketiga yang dikembangkan oleh CATL.

Laporan eksklusif 21CBH menyebutkan, negosiasi antara Dongfeng dan CATL telah berlangsung sejak kuartal kedua 2026. Langkah ini menjadi strategi Dongfeng untuk mengamankan akses lebih awal terhadap teknologi baterai terbaru sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan industri kendaraan listrik.

CATL sebelumnya memperkenalkan Shenxing generasi ketiga pada 21 April 2026. Baterai tersebut diklaim memiliki kemampuan pengisian daya yang sangat cepat, bahkan disebut mampu menandingi teknologi pengisian kilat yang dikembangkan BYD.

Baterai Shenxing Diklaim Isi Daya dalam Hitungan Menit

Berdasarkan klaim CATL saat peluncuran, baterai Shenxing generasi ketiga mampu mengisi daya dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu 3 menit 44 detik pada kondisi suhu normal. Sementara itu, pengisian dari kondisi baterai kosong hingga penuh diklaim membutuhkan waktu sekitar enam menit.

Kemampuan tersebut menjadi bagian dari persaingan teknologi pengisian daya ultra-cepat di China. CATL berupaya membuktikan bahwa teknologi baterainya mampu memberikan pengalaman pengisian yang semakin mendekati kepraktisan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

Baca Juga: Dongfeng M-Hero X700 Resmi Meluncur, SUV PHEV Bertenaga Buas dengan Teknologi Huawei

Di sisi lain, BYD juga terus memperluas penggunaan Blade Battery generasi kedua pada berbagai model kendaraan listrik. Teknologi tersebut bahkan mulai diterapkan pada kendaraan dengan harga relatif terjangkau, termasuk model di kisaran 70.000 yuan atau sekitar Rp150 jutaan.

Bagi CATL, keberhasilan membawa Shenxing generasi ketiga ke produksi massal menjadi langkah penting untuk membuktikan keunggulan teknologi pengisian cepat yang selama ini dikembangkan.

Dongfeng Ingin Amankan Pasokan dan Keuntungan Strategis

Upaya Dongfeng mendapatkan hak penggunaan pertama baterai Shenxing generasi ketiga bukan semata-mata berkaitan dengan teknologi.

Akses lebih awal terhadap baterai tersebut berpotensi memberikan keuntungan dalam hal kepastian pasokan, pengaturan harga, hingga pengembangan produk kendaraan listrik generasi berikutnya.

Baca Juga: Badai Besar Terjang Produsen Otomotif China, 4 Juta Lebih Mobil Bermasalah 

Negosiasi ini berlangsung ketika sejumlah produsen otomotif China mulai melakukan diversifikasi pemasok baterai. Strategi yang kerap disebut sebagai de-CATL-ization tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu produsen baterai.

Meski demikian, CATL masih memiliki posisi dominan di pasar baterai China. Berdasarkan laporan yang dikutip dalam sumber, perusahaan tersebut menguasai 43,8 persen pangsa pasar baterai kendaraan listrik di China selama sembilan bulan pertama 2026.

Kerja Sama Dongfeng dan CATL Makin Luas

Hubungan kedua perusahaan semakin erat setelah Dongfeng dan CATL menandatangani perjanjian kerja sama strategis tingkat grup pada 29 Oktober 2026.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan ekosistem energi terpadu yang menggabungkan teknologi pengisian supercepat dan penukaran baterai atau battery swapping.

Sejumlah merek di bawah naungan Dongfeng, termasuk Voyah, M-Hero, dan Epicland, diproyeksikan menjadi pengguna awal produk pengisian supercepat hasil pengembangan bersama kedua perusahaan.

Teknologi yang disiapkan memiliki kemampuan pengisian 10C atau lebih. Istilah 10C mengacu pada tingkat pengisian daya yang secara teoritis setara dengan kapasitas energi baterai dalam sepersepuluh jam, meski waktu aktual tetap dipengaruhi karakteristik baterai, kondisi suhu, dan sistem pengisian.

Dengan kolaborasi ini, Dongfeng tidak hanya berupaya mengamankan teknologi baterai terbaru, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik.

CATL Bangun Ekosistem Pengisian dan Penukaran Baterai

Strategi CATL kini mulai berkembang melampaui bisnis produksi baterai. Perusahaan tersebut tengah membangun jaringan energi terpadu yang menggabungkan stasiun penukaran baterai Chocolate dengan fasilitas pengisian daya supercepat Shenxing.

Melalui konsep ini, satu lokasi dapat melayani dua kebutuhan sekaligus, yakni mengganti baterai kendaraan dengan unit yang sudah terisi penuh dan mengisi daya kendaraan melalui fasilitas pengisian ultra-cepat.

Baterai yang tersimpan di stasiun penukaran juga dapat dimanfaatkan sebagai sistem penyimpanan energi untuk mendukung fasilitas pengisian cepat. Dengan demikian, stasiun tersebut berpotensi berfungsi sebagai bagian dari jaringan pengelolaan energi yang lebih luas.

CATL bahkan memperkenalkan gagasan reverse battery swapping. Dalam konsep ini, pengguna dapat menukarkan baterai yang sudah terisi penuh di stasiun CATL dan memperoleh imbalan ketika baterai yang diserahkan digunakan untuk membantu memasok energi ke jaringan.

Konsep tersebut memiliki kemiripan dengan prinsip Vehicle-to-Grid (V2G), yakni pemanfaatan energi dari baterai kendaraan untuk mendukung jaringan listrik. Namun, mekanisme operasional dan skema kompensasinya perlu dibedakan dari sistem V2G konvensional.

Untuk memperluas ekosistem tersebut, CATL menggandeng sejumlah produsen otomotif China, antara lain Dongfeng, Chery, BAIC, Changan, GAC, dan Seres.

Perusahaan menargetkan pembangunan lebih dari 3.000 stasiun terpadu pengisian dan penukaran baterai hingga akhir 2026.

Langkah CATL dan Dongfeng memperlihatkan bahwa persaingan kendaraan listrik tidak lagi hanya berkutat pada kapasitas baterai dan jarak tempuh. Kecepatan pengisian, ketersediaan infrastruktur, hingga model bisnis pengelolaan energi kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing produsen kendaraan listrik.

Related Articles

Back to top button