Hyundai Catat Pertumbuhan Penjualan 15 Persen pada Kuartal III 2026, STARGAZER Cartenz Jadi Penopang
Moveroad.id – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan pertumbuhan penjualan retail sebesar 15 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada Kuartal III 2026. Pencapaian ini diraih di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang semakin kompetitif dan daya beli masyarakat yang cenderung lebih selektif.
Kinerja positif tersebut menunjukkan permintaan konsumen terhadap produk Hyundai masih terjaga. Sejumlah model andalan dari berbagai segmen, mulai dari kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid, hingga mobil listrik (EV), turut menjadi penopang pertumbuhan penjualan perusahaan.
Hyundai menerapkan strategi balanced powertrain dengan menyediakan beragam pilihan teknologi penggerak. Strategi ini dinilai penting untuk menjangkau karakter konsumen Indonesia yang memiliki kebutuhan dan preferensi berbeda dalam memilih kendaraan.
President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, mengatakan perusahaan menyadari tantangan industri otomotif saat ini, terutama terkait kondisi konsumsi masyarakat dan persaingan antarmerek yang semakin ketat.
Baca Juga: Hyundai dan KIA Punya Velg Aerodinamika, Buka Tutup Bilah Otomatis Ini Fungsinya
Menurutnya, Hyundai akan terus menjaga momentum bisnis dengan memperkuat hubungan bersama pelanggan, termasuk meningkatkan kualitas pengalaman selama masa kepemilikan kendaraan.
“Komitmen Hyundai tetap sama, yaitu menjaga momentum bisnis dengan terus mendekatkan diri kepada pelanggan dan memahami kebutuhan mereka yang terus berubah,” ujar Kenny Lee.
Ia menambahkan, penguatan layanan purna jual menjadi salah satu prioritas perusahaan. Hyundai ingin memastikan konsumen tidak hanya mendapatkan produk sesuai kebutuhan, tetapi juga pengalaman kepemilikan kendaraan yang memuaskan.
STARGAZER Cartenz Tumbuh 30,8 Persen, CRETA Kuasai Segmen B-SUV
Dari sejumlah model yang dipasarkan, STARGAZER Cartenz menjadi salah satu kontributor penting bagi pertumbuhan Hyundai sepanjang 2026.
MPV tersebut mencatatkan peningkatan volume penjualan sebesar 30,8 persen secara year-to-month (YTM) hingga September 2026. Bahkan, penjualannya mampu menembus lebih dari 1.000 unit per bulan selama empat bulan berturut-turut sejak Juli 2026.
Kinerja tersebut mengantarkan STARGAZER Cartenz ke posisi kedua di segmen B-MPV untuk wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bangka Belitung pada Kuartal III 2026.
Pencapaian ini tidak terlepas dari strategi penyesuaian posisi produk atau repositioning, termasuk penerapan harga yang lebih kompetitif untuk menjangkau konsumen.
Sementara itu, Hyundai CRETA menunjukkan performa kuat di segmen B-SUV High ICE. Sepanjang Januari hingga September 2026, model tersebut berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 26,3 persen dan menempati posisi pertama di kelasnya.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyebut penyesuaian strategi produk dan harga menjadi salah satu faktor yang membantu perusahaan menghadapi dinamika pasar.
Ia mencontohkan penyesuaian harga STARGAZER Cartenz sebagai langkah yang terbukti efektif dalam memperkuat daya saing produk.
PALISADE dan SANTA FE Hybrid Perkuat Penjualan
Di segmen kendaraan hybrid, Hyundai juga mencatatkan hasil positif melalui PALISADE Hybrid dan SANTA FE Hybrid.
PALISADE Hybrid berhasil mempertahankan posisi teratas di segmen SUV E-F nasional. Hingga September 2026, model tersebut mencatatkan pangsa pasar sebesar 37,8 persen.
Sementara itu, SANTA FE Hybrid mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 31,8 persen secara tahunan pada Kuartal III 2026. Hasil tersebut cukup menarik mengingat segmen SUV D masih menghadapi tantangan pasar.
Kinerja kedua model ini memperlihatkan bahwa teknologi hybrid menjadi salah satu pilihan yang semakin diperhitungkan konsumen, terutama bagi mereka yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Hyundai Siapkan NEIRA, SUV Listrik Tujuh Penumpang
Di segmen kendaraan listrik, Hyundai juga menyiapkan langkah baru untuk memperluas pilihan produk di Indonesia.
Perusahaan menyebut hasil riset konsumen yang dipublikasikan media menempatkan Hyundai sebagai salah satu merek BEV teratas di kalangan generasi Milenial dan Gen Z, dengan tingkat preferensi mencapai 46 persen.
Selain memperkuat jajaran kendaraan listrik yang tersedia, Hyundai akan membuka pemesanan awal atau pre-booking NEIRA melalui ajang GAW 2026.
NEIRA merupakan SUV listrik dengan kapasitas tujuh penumpang dan konfigurasi tiga baris kursi. Kehadirannya diharapkan dapat menjangkau konsumen keluarga yang membutuhkan kendaraan listrik dengan ruang kabin lebih luas.
Hyundai juga menawarkan program tukar tambah atau trade-in dari IONIQ 5 ke IONIQ 9. Program ini ditujukan bagi pemilik kendaraan listrik Hyundai yang ingin meningkatkan pengalaman berkendara melalui model dengan segmen dan karakter berbeda.
Sebagai pelopor kendaraan listrik di Indonesia sejak 2020, Hyundai berupaya mempertahankan posisinya melalui pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.
Hyundai Perluas Jaringan, Targetkan Tambah 22 Outlet
Selain produk, perluasan jaringan penjualan dan layanan menjadi bagian dari strategi Hyundai untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia.
Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan penambahan 22 outlet baru, termasuk di Karawang, Makassar, dan Banjar.
Dengan ekspansi tersebut, Hyundai kini didukung lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Perluasan jaringan ini diharapkan mempermudah konsumen dalam mengakses produk, melakukan perawatan kendaraan, hingga mendapatkan layanan purna jual.
Upaya mendekatkan diri kepada konsumen juga dilakukan melalui partisipasi Hyundai dalam Gaikindo Jakarta Auto Week (GAW) 2026.
Tidak hanya di Jakarta, Hyundai turut mengikuti rangkaian GAW regional yang berlangsung pada 25-29 November 2026 di enam kota, yakni:
- Palembang, Icon Mall.
- Balikpapan, E-Walk Mall Balikpapan Superblock.
- Solo, The Park Mall Solo Baru.
- Semarang, 23 Shopping Center.
- Bandung, Summarecon Mall Bandung.
- Surabaya, Pakuwon Mall Surabaya.
Sementara itu, GAW Jakarta berlangsung pada 20-29 November 2026 di ICE BSD. Hyundai menempati booth di Hall 2 dengan menampilkan sejumlah model dari berbagai teknologi penggerak, termasuk PALISADE Hybrid, SANTA FE Hybrid, STARGAZER Cartenz, CRETA, dan IONIQ 9.
Pengunjung juga berkesempatan mencoba langsung kendaraan Hyundai melalui fasilitas test drive, termasuk IONIQ 9.
Perkuat Layanan Purna Jual Lewat myHyundaiCare
Hyundai tidak hanya mengandalkan produk dan jaringan outlet untuk mempertahankan loyalitas konsumen. Perusahaan juga memperkuat layanan purna jual sebagai bagian dari pengalaman kepemilikan kendaraan.
Salah satu upayanya dilakukan melalui myHyundaiCare, layanan terintegrasi yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan.
Layanan tersebut mencakup Premium Courtesy Car selama kendaraan menjalani servis, bantuan darurat 24 jam melalui Hyundai Call Center atau SOS Button, serta Roadside Assistance, Motorcycle Service, dan Mobile Service.
Hyundai juga mempererat hubungan dengan pelanggan melalui program Hyundai Sunday. Selain itu, perusahaan menjalin kemitraan selama lima tahun dengan Shell untuk mendukung kebutuhan purna jual, termasuk penyediaan oli mesin premium bagi kendaraan Hyundai.
Upaya tersebut sejalan dengan hasil riset terbaru yang dipublikasikan media, yang menempatkan Hyundai di peringkat ketiga merek otomotif dalam memenuhi ekspektasi pelanggan terhadap layanan purna jual.
Hyundai Perluas Kontribusi Melalui Program Pendidikan
Di luar bisnis otomotif, Hyundai juga menjalankan sejumlah program sosial yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Salah satunya melalui Hyundai JUMP School yang diluncurkan pada 2024. Program mentoring tersebut telah menjangkau sekitar 1.400 siswa dengan melibatkan 250 mahasiswa relawan.
Pada Batch 3 tahun 2026, Hyundai memperluas kolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Program ini menyasar siswa di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Hyundai juga menjalankan Hyundai Universal Solution, program pendidikan berbasis STEM yang pertama kali dikembangkan di Indonesia.
Program tersebut telah menjangkau 1.300 siswa dan 130 guru di 13 sekolah menengah pertama (SMP). Salah satu pendekatannya adalah menghadirkan pembelajaran interaktif melalui bus listrik yang digunakan sebagai kelas berjalan untuk memperkenalkan teknologi kendaraan listrik kepada pelajar.
Melalui kombinasi pengembangan produk, penguatan layanan purna jual, ekspansi jaringan, serta kontribusi di bidang pendidikan, Hyundai berupaya menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri otomotif nasional.
Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen Indonesia.



