Lebih Mahal dari Atto 1, BYD Racco Punya Kabin Lebih Lega
Moveroad – BYD Atto 1 memang sedang naik daun di Indonesia, kehadirannya sebagai EV perkotaan dengan desain 4 pintu serta harga terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, namun dilain itu, BYD juga memiliki Racco dengan kabin lebih lega.
Kabinnya mengusung arsitektur khas kei car dengan tuas transmisi yang ditempatkan pada konsol tengah pendek. Posisi kursi depan dibuat berdekatan untuk memaksimalkan ruang, namun tetap tersedia armrest kecil seperti yang terlihat pada foto mata-mata sebelumnya.
BYD menyematkan floating touchscreen sebagai pusat hiburan, dipadukan dengan panel instrumen digital LCD. Menariknya, pengaturan AC tetap menggunakan tombol fisik sehingga lebih praktis saat berkendara.
Baca juga: DNA Teknologi BYD di IIMS 2026: e3 dan e4 Platform Jadi Fondasi Mobilitas Listrik Masa Depan
Beberapa fitur kenyamanan yang tersedia antara lain, Port pengisian 12V, USB, dan Type-C, Ruang penyimpanan di atas konsol tengah dan glovebox, Kompartemen tambahan di terowongan tengah, Sun visor dan sunglass holder sisi pengemudi, Power window dan pengaturan spion elektrik, Jok berlapis white leatherette dengan pemanas kursi depan
Kaca depan dibuat tinggi untuk meningkatkan visibilitas, sementara setir tiga palang dilengkapi tombol multifungsi untuk kemudahan kontrol.
Meski foto resmi belum menampilkan baris kedua, BYD Racco diketahui memiliki dua kursi belakang dengan sandaran kepala yang dapat diatur. Akses ke kabin belakang dibuat praktis berkat pintu geser di kedua sisi, fitur yang sangat diminati di segmen kei car Jepang.
Baca juga: BEYOND Community Tampilkan Pengalaman Nyata Kendaraan Listrik BYD di IIMS 2026
Sebagai kei car di Jepang, melansir Carnewschina, dimensi BYD Racco mengikuti regulasi Jepang dengan ukuran, Panjang: 3.395 mm, Lebar: 1.475 mm, Tinggi: 1.800 mm
Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal penggerak roda depan dengan tenaga puncak 20 kW (27 hp). Baterainya mengandalkan teknologi LFP produksi FinDreams, anak usaha BYD.
Untuk daya jelajah, Racco diklaim mampu menempuh hingga 180 km berdasarkan standar WLTC serta mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW.
Tantang Dominasi Honda N-Box
Pasar kei car Jepang bukanlah ceruk kecil. Sepanjang tahun lalu, tercatat 1.667.360 unit kei car terjual di Negeri Sakura, dengan Honda N-Box sebagai model terlaris.
Masuknya BYD Racco tentu menjadi tantangan baru bagi pabrikan Jepang yang selama ini mendominasi segmen tersebut. Dengan harga kompetitif dan pendekatan elektrifikasi penuh, BYD berupaya menarik konsumen urban yang membutuhkan kendaraan ringkas, efisien, dan ramah lingkungan.
Langkah menghadirkan Racco di Jepang menunjukkan keseriusan BYD dalam memperluas penetrasi global kendaraan listrik, khususnya di pasar yang memiliki regulasi ketat dan standar tinggi seperti Jepang.
Jika sukses, bukan tidak mungkin model serupa akan dipertimbangkan untuk pasar lain yang membutuhkan mobil listrik kompak berharga terjangkau.
Peluncuran resmi BYD Racco di Jepang pada 2026 pun menjadi momen penting yang patut ditunggu, terutama melihat bagaimana respons konsumen terhadap pemain baru di segmen kei car listrik.
Dengan semua kelebihan yang dimiliki Racco yang dibanderol sekira Yuan 2,5 juta atau setara Rp260 juta. Model mobil listrik ini menjadi model berbeda dibanding Atto1 yang banderolnya di Indonesia jauh lebih murah sekira Rp183 juta.



