Moveroad.id – Erupsi anak gunung Krakatau berdampak pada sebaran abu vulkanik di beberapa wilayah, mulai dari Banten, Bintaro, depok hingga Bekasi. Banyaknya abu menempel di kendaraan menjadi salah satu perhatian warga, namun penting diperhatikan cara membersihkan agar tidak menggores permukaan bodi kendaraan terutama mobil dan motor.
Penting diketahui Karakter abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berbeda dari debu jalanan biasa karena terdiri dari Partikel abu bersifat tajam dan tidak bisa disejajarkan dengan debu tanah atau jalanan.
Karenanya sangat penting sebelum membersihkan abu dari bodi mobil, perhatikan sembilan tips berikut agar tidak berdampak atau merusak bodi mobil. Berikut tips membersihkan abu gunung anak krakatau.
Baca juga: Biar Baterai Awet, Simak Tips Taktis Merawat Motor Listrik Honda dari Wahana Makmur Sejati
1. Jangan Langsung Dilap atau Digosok
Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung mengelap bodi mobil menggunakan kain lap saat permukaannya masih dipenuhi abu vulkanik.
Partikel abu vulkanik dapat mengandung material abrasif. Jika digosok dalam kondisi kering, partikel tersebut berpotensi menggores lapisan cat dan membuat bodi mobil terlihat kusam.
2. Siram Mobil dengan Air Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah membilas seluruh permukaan mobil menggunakan air bersih. Mulai dari bagian atap, kaca, kap mesin, hingga bodi bagian bawah.
Tujuannya untuk mengangkat sebanyak mungkin abu yang menempel tanpa perlu menggosok permukaan kendaraan.
Pastikan proses pembilasan dilakukan secara merata, terutama pada celah-celah seperti area wiper, kisi-kisi depan, spion, serta sambungan pintu.
3. Gunakan Air dengan Tekanan Secukupnya
Air bertekanan dapat membantu membersihkan abu yang menempel di sela-sela bodi. Namun, arahkan semprotan dengan aman dan jangan terlalu dekat dengan permukaan mobil.
Fokuskan pembersihan pada area yang berpotensi menjadi tempat penumpukan abu, seperti:
- Kisi-kisi grille
- Area bawah wiper
- Spion
- Velg dan ban
- Kolong mobil
- Celah pintu
- Ruang mesin bagian luar
4. Cuci Mobil Menggunakan Sabun Khusus
Setelah sebagian besar abu terbilas, lanjutkan dengan mencuci mobil menggunakan sampo atau sabun khusus kendaraan.
Gunakan spons atau wash mitt yang bersih dan lembut. Hindari menggunakan spons yang sudah terkena banyak kotoran karena dapat membawa partikel abrasif kembali ke permukaan cat.
Sebaiknya bilas spons secara berkala menggunakan air bersih.
5. Bersihkan Kaca dan Area Wiper
Abu vulkanik yang menempel pada kaca depan perlu mendapat perhatian khusus. Jangan langsung mengaktifkan wiper ketika kaca masih tertutup abu.
Partikel yang terjebak di antara karet wiper dan kaca dapat menyebabkan goresan.
Bilas kaca terlebih dahulu hingga bersih, kemudian bersihkan karet wiper menggunakan kain lembut yang telah dibasahi.
6. Jangan Lupakan Velg dan Kolong Mobil
Abu vulkanik tidak hanya menempel pada bodi bagian atas. Saat kendaraan digunakan, kotoran juga dapat masuk ke area velg, suspensi, rem, dan kolong mobil.
Bersihkan area tersebut menggunakan air mengalir. Pastikan tidak ada tumpukan kotoran yang tertinggal di sela-sela komponen.
7. Keringkan dengan Kain Microfiber Bersih
Setelah mobil benar-benar bersih, keringkan menggunakan kain microfiber yang lembut dan bersih.
Hindari menggunakan lap kasar atau kain yang sudah kotor karena dapat menimbulkan goresan halus pada permukaan cat.
8. Periksa Filter Udara dan AC
Jika mobil terpapar abu vulkanik dalam jumlah banyak, jangan hanya fokus pada tampilan eksterior.
Abu dan debu halus berpotensi masuk ke saluran udara. Periksa kondisi filter udara mesin dan filter kabin atau AC. Jika terlihat sangat kotor, segera bersihkan atau ganti sesuai kebutuhan.
9. Segera Cuci Mobil, Jangan Menunggu Terlalu Lama
Semakin lama abu vulkanik menempel di bodi mobil, semakin besar kemungkinan kotoran menumpuk di berbagai celah.
Setelah kondisi memungkinkan dan aman, segera lakukan pembersihan menyeluruh. Jika endapan abu sangat tebal atau Anda ragu membersihkan sendiri, membawa mobil ke tempat pencucian profesional atau bengkel dapat menjadi pilihan.
Intinya, jangan pernah menggosok abu vulkanik dalam kondisi kering. Bilas terlebih dahulu dengan air hingga sebagian besar partikel terangkat, baru lanjutkan dengan proses pencucian menggunakan perlengkapan yang bersih dan lembut.



