Mobil

Pabrik BYD di Subang, Kapasitas 150.000 Mobil per Tahun dan Target TKDN 60 Persen

Moveroad.id – BYD resmi membuka babak baru perjalanan bisnisnya di Indonesia. Tidak lagi sekadar memasarkan kendaraan energi baru, perusahaan asal China tersebut kini resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.

Peresmian pabrik BYD Indonesia menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar nasional sekaligus memperdalam keterlibatan dalam ekosistem industri kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).

Fasilitas manufaktur tersebut diresmikan dengan kehadiran sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca juga: BYD dan Geely Disorot Regulator China, Industri Mobil Negeri Tirai Bambu Mulai Diawasi Ketat

Peresmian ini sekaligus menandai transformasi strategi BYD di Indonesia. Setelah membangun pasar dan memperluas basis konsumen sejak masuk ke Tanah Air pada 2024, BYD kini mulai memperkuat fondasi manufaktur lokal.

BYD M6 DM Jadi Unit ke-100.000 Produksi Lokal

Salah satu momen penting dalam peresmian pabrik tersebut adalah roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan turut membubuhkan tanda tangan secara simbolis pada kap mesin BYD M6 DM.

Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan produksi lokal BYD di Indonesia, khususnya melalui BYD M6 DM dan BYD M6 EV yang menyasar kebutuhan kendaraan keluarga.

“Peresmian fasilitas manufaktur ini merupakan tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia,” ujar Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. and General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar penting, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan transisi energi dan pengembangan kendaraan energi baru.

BYD membawa semangat Indonesia for Indonesia dengan komitmen membangun industri kendaraan energi baru yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat serta perekonomian nasional.

Berdiri di Lahan 126 Hektare

Pabrik BYD di Subang dibangun di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.

Fasilitas tersebut disebut dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan sejak proses pembangunan dimulai. BYD juga membawa teknologi manufaktur global ke Indonesia dengan tingkat otomatisasi tinggi dan sistem produksi cerdas yang terintegrasi.

Menariknya, fasilitas ini dirancang untuk menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model. Artinya, berbagai model kendaraan dapat diproduksi pada lini yang sama sesuai kebutuhan produksi.

Proses manufaktur mencakup tiga tahapan utama, yakni Welding, Painting, dan Final Assembly. Ketiganya terhubung dalam satu proses produksi, mulai dari pembentukan struktur bodi, pengecatan, hingga perakitan dan pemeriksaan akhir sebelum kendaraan dikirim kepada konsumen.

Libatkan Lebih dari 200 Mitra Rantai Pasok

Tidak hanya membangun fasilitas produksi, BYD juga menyiapkan penguatan ekosistem industri kendaraan energi baru di Indonesia.

Saat ini, pengembangan manufaktur BYD telah melibatkan lebih dari 200 mitra dalam rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 tenaga kerja ketika pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.

Selain itu, BYD juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN hingga 60 persen pada Januari 2027.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan fasilitas manufaktur tidak hanya diarahkan untuk memproduksi kendaraan, tetapi juga memperluas keterlibatan industri lokal, pemasok, serta sumber daya manusia Indonesia dalam rantai nilai kendaraan energi baru.

Pemerintah Dorong Penguatan TKDN

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran pabrik BYD dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur industri nasional.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin Indonesia menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan pertumbuhan industri elektrifikasi memberikan nilai tambah melalui peningkatan kapasitas manufaktur dan penggunaan komponen dalam negeri.

Pemerintah juga terus mengkaji skema insentif yang dapat mendorong peningkatan TKDN serta memperkuat rantai pasok industri kendaraan energi baru nasional.

Pasar Kendaraan Energi Baru Indonesia Terus Tumbuh

Keputusan BYD membangun fasilitas manufaktur di Indonesia juga tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan energi baru.

Dalam materi perusahaan, pangsa kendaraan energi baru di Indonesia disebut meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.

Sementara itu, BYD Indonesia mencatat penjualan sekitar 32.800 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024, BYD juga telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen dan memperluas jaringan penjualan serta layanan ke lebih dari 100 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Subang Jadi Babak Baru BYD Made in Indonesia

Bagi BYD, pabrik Subang memiliki arti lebih besar daripada sekadar tempat merakit kendaraan.

Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghubungkan pengalaman dan teknologi manufaktur global BYD dengan kemampuan industri lokal Indonesia.

Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa pengembangan fasilitas manufaktur di Subang juga diarahkan untuk membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, pengembangan talenta, peningkatan keterampilan, serta keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru.

Ke depan, BYD juga mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur yang mencakup berbagai elemen pendukung ekosistem, termasuk fasilitas baterai.

Dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun, keterlibatan ratusan mitra rantai pasok, serta target TKDN 60 persen pada Januari 2027, pabrik BYD di Subang menjadi salah satu fondasi penting dalam strategi perusahaan memperkuat kehadiran jangka panjangnya di Indonesia.

Lebih dari itu, langkah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang bukan hanya sebagai pasar kendaraan listrik yang besar, tetapi juga sebagai salah satu basis penting dalam pengembangan industri kendaraan energi baru.

Dari Subang, BYD kini memulai babak baru dengan ambisi membawa semangat “Made in Indonesia and for Indonesia”, sekaligus membuka peluang bagi produk kendaraan energi baru buatan Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Related Articles

Back to top button